Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Kedatangan Keanu


__ADS_3

"Ya, aku mencintainya. Kenapa?" jawab Adnan.


Arumi menekuk wajahnya kemudian melengos begitu saja meninggalkan Adnan diruangan itu sembari menggerutu. Adnan terkekeh pelan setelah Arumi menghilang dari pandangannya. Dan sekarang yang harus ia lakukan adalah menemui Naila. Kemudian menjelaskan kepada gadis itu bahwa apa yang ia lihat tadi bukanlah seperti apa yang ada di pikirannya.


Adnan bergegas mencari keberadaan Naila dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Hingga akhirnya, ia menemukan gadis itu tengah duduk di kursi yang ada di dapur sembari mengajak Bi Arti berbicara.


"Ehm, Bi. Sebenarnya Arumi itu kekasihnya Kak Adnan, ya? tanya Naila kepada Bi Arti yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


Adnan terkekeh pelan mendengar pertanyaan Naila. Ia berjalan menghampiri gadis itu sembari menyambar pertanyaan yang ditujukan untuk Bi Arti tersebut.


"Ya, Naila. Dia kekasihku," sela Adnan sembari duduk berdekatan dengan Naila.


Naila salah tingkah karena malu. Ia malu karena pertanyaannya didengar langsung oleh Adnan. "Ma-maafkan Naila, Kak. Naila tidak bermaksud mencampuri urusan Kakak," sahut Naila terbata-bata.


Adnan duduk di kursi yang letaknya berdekatan dengan Naila. Ia meraih tangan gadis itu kemudian menggenggamnya. "Ya, dia kekasihku, tetapi dua tahun yang lalu. Dan sekarang kami sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi."


Naila terdiam, tetapi matanya tetap terpaut dengan kedua bola mata Adnan. "Ke-kenapa kalian putus?" tanya Naila.


"Karena aku merasa tidak nyaman ketika bersamanya, Naila. Dia terlalu posesif dan sudah seperti mata-mata yang terus mengikuti kemanapun aku pergi," sahut Adnan.


Sementara itu, Arumi yang sangat kesal segera mengajak Ibunya untuk pulang. Ia sudah kehilangan mood nya ditempat itu. Tante Mira dan Tante Rahma saling tatap setelah melihat ekspresi Arumi, mereka terlihat kebingungan. Dan akhirnya Tante Rahma pun menurut saja.


...


Ditempat lain,


"Silakan masuk, maaf rumah saya berantakan." Andre mempersilakan Sid dan Keanu masuk kedalam rumahnya.


Keanu dan Sid pun masuk kemudian duduk di sofa yang sempat diduduki oleh Melisa sebelumnya.

__ADS_1


"Andre, aku ingin bertanya sesuatu padamu dan kuharap kamu berkata jujur," ucap Keanu tanpa berbasa-basi lagi.


Andre sama sekali tidak terkejut mendengar ucapan Keanu. Ia sudah menduga hal itu sebelumnya. Dan ia yakin sekali, ini pasti ada hubungannya dengan Melisa.


"Tentu saja, Tuan Keanu. Tanyakan saja," sahut Andre sembari tersenyum hangat.


"Baiklah ..." Keanu menghembuskan napas berat, "Sebenarnya apa hubungan mu dengan Melisa? Apakah dia mantan kekasihmu? Atau ... dia adalah kekasihmu?" sambung Keanu dengan wajah dingin menatap Andre.


Andre kembali tersenyum. "Kami tidak memiliki hubungan apapun, Tuan. Hubungan kami hanya sebatas teman. Itu saja, tidak lebih."


Ekspresi wajah Keanu mendadak berubah. Ia terlihat kecewa setelah mendengar jawaban yang keluar dari mulut Andre. "Apa kamu yakin dengan jawabanmu?" ketus Keanu.


"Saya sangat yakin, Tuan." sahut Andre dengan begitu tenang, seolah tidak ada beban apapun.


Keanu menghembuskan napas kasar dan mulai menaikkan nada bicaranya kepada lelaki itu. "Jika kalian tidak memiliki hubungan apapun, jadi untuk apa dia datang ketempat mu ini, heh?!" ucap Keanu dengan setengah berteriak.


"Jujur saja, kalian pasti memiliki hubungan, 'kan? Dan anak yang ada di kandungan Melisa pasti adalah anakmu!!!" geram Keanu yang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.


Keanu tergelak, ia puas setelah mendengar jawaban dari Andre. "Baguslah, akhirnya kamu mengakui bahwa anak itu adalah anakmu. Dan aku tidak peduli dengan hubungan kalian. Walaupun hingga saat ini kalian masih berhubungan," ucap Keanu sambil tersenyum puas.


"Saya tidak bohong, Tuan. Antara aku dan Melisa tidak punya hubungan apapun. Kami hanya dijebak saat itu. Hingga akhirnya Melisa hamil," sahut Andre.


Keanu bangkit kemudian menghampiri Andre sembari menepuk pundaknya. "Aku sudah tidak peduli dengannya. Karena dia sudah menghancurkan kepercayaan yang kuberikan selama ini. Dan aku benar-benar berterimakasih atas kejujuranmu karena aku sangat membutuhkannya sekarang," ucap Keanu sembari tersenyum kepada Andre.


Andre sempat terdiam dan teringat akan permintaan aneh Melisa kepadanya. "Ehm, Tuan. Aku minta anda lebih berhati-hati terhadap Melisa. Dia wanita yang licik dan bisa melakukan apapun. Kemarin saja, ia meminta saya membantunya melakukan manipulasi hasil tes DNA yang ingin anda lakukan nanti. Tapi dengan tegas, saya menolaknya. Biar bagaimanapun, anak itu adalah anak saya, Tuan. Dan saya bersedia merawat anak itu jika memang Melisa tidak menginginkannya," tutur Andre dengan wajah sendu.


"Kamu tenang saja, Andre. Aku tidak akan pernah membiarkan Melisa melakukan hal itu. Dan semoga saja setelah ini dia sadar dan tidak akan mengulangi kesalahannya," ucap Keanu.


Andre pun mengangguk pelan, "Semoga saja, Tuan."

__ADS_1


Setelah semuanya jelas, Sid dan Keanu pun berpamitan. Keanu bahkan berkali-kali mengucapkan terimakasih kepada Andre yang sudah berkata jujur padanya.


"Ingat, Andre! Jangan sungkan padaku. Jika kamu butuh bantuan, hubungi saja aku atau Sid. Kami pasti siap membantumu," ucap Keanu sembari mengulurkan tangannya kepada Andre sebelum ia masuk kedalam mobilnya.


"Tentu saja, Tuan. Terimakasih," sahut Andre.


Setelah Keanu masuk kedalam mobilnya, Sid pun segera melajukan mobilnya menuju kediaman Tuan Rendra. Karena saat ini Melisa masih berada disana.


"Bagaimana hasil rekamannya, Sid?" tanya Keanu kepada Sid yang masih fokus pada kemudinya.


"Sempurna, Tuan."


"Bagus! Sekarang kita lihat bagaiman cara dia berkilah setelah ini. Aku sangat yakin, setelah ini dia tidak akan bisa berkutik lagi," ucap Keanu.


Setelah beberapa saat, akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Sid tiba di halaman depan kediaman Tuan Rendra. Mereka segera keluar dari mobil kemudian melangkah masuk kedalam rumah itu.


Jika biasanya banyak para penjaga yang bertugas di halaman depan, kali ini yang berjaga hanya tinggal satu orang saja.


Begitupula keadaan rumah mewah itu, terlihat berbeda dari sebelumnya. Barang-barang mewah dengan harga fantastis biasanya terpajang disetiap ruangan, kini tak terlihat satupun. Bahkan para Pelayan yang sering mondar mandir melakukan tugas mereka, tak satupun terlihat batang hidungnya.


"Ternyata apa yang dikatakan oleh Melisa benar. Perusahaan milik Tuan Rendra benar-benar mengalami kerugian besar hingga mengakibatkan kebangkrutan," batin Keanu sembari memperhatikan setiap ruangan yang ia lewati.


Akhirnya mereka tiba di ruang tangah, dimana Melisa dan Nyonya Rita masih duduk di sofanya. Nyonya Rita masih terisak sedangkan Melisa hanya diam dan tak sepatah katapun keluar dari mulutnya.


"Ehem," Keanu berdehem ketika sudah berdiri didepan mereka.


Melisa mendongak. Ia sangat terkejut karena kedatangan Keanu yang begitu tiba-tiba. Ia kira Keanu ingin menjemputnya dan membawanya pulang bersamanya.


"Keanu sayang ... Terimakasih sudah bersedia menjemputku," ucap Melisa semringah.

__ADS_1


...***...


__ADS_2