Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Bab 91


__ADS_3

Danisha tengah asik bersama Baby Raisha yang baru saja selesai mandi. Ia memakaikannya pakaian yang lucu kemudian memberikannya sufor.


"Mas, hari ini aku mau ajak Baby Raisha main ke rumah Daddy sama Mami, ya," ucap Danisha kepada Rey yang sedang mengenakan kemejanya.


"Ya, tapi jangan lama-lama, ya. Kemungkinan hari ini aku akan pulang lebih awal." Rey tersenyum sembari memasangkan kancing kemejanya satu-persatu.


"Benarkah? Kalau begitu Mas aja yang antar jemput kami, bagaimana? Nanti setelah pulang dari Rumah Sakit, Mas bisa langsung jemput Nisha sama Raisha di kediaman Daddy," usul Danisha.


"Ehm, boleh juga."


Setelah selesai berpakaian dan sarapan, Rey segera menuju halaman depan, dimana mobilnya terparkir. Sebelum berangkat menuju Rumah Sakit, Rey ingin mengantarkan Danisha dan Baby Raisha menuju  kediaman mertuanya.


"Silakan masuk." Rey tersenyum hangat sembari membukakan pintu mobilnya untuk Danisha.


Danisha pun segera masuk ke dalam mobil tersebut sambil menggendong Baby Raisha yang kini sudah terlelap karena kekenyangan.


"Tidak ada yang ketinggalan, 'kan?" tanya Rey seraya memeriksa barang bawaan Danisha. Terutama barang keperluan untuk si kecil Raisha.


"Tidak ada, Mas. Semuanya sudah lengkap."


Setelah memastikan tidak ada yang ketinggalan, Rey pun segera melajukan mobilnya menuju kediaman mertuanya.


"Orang tuamu pasti akan sangat terkejut melihatmu datang bersama Baby Raisha."


"Ya, aku tahu itu. Tapi, aku sangat yakin Mami dan Daddy tidak akan mempermasalahkannya," jawab Danisha sambil tersenyum hangat menatap Rey.


"Ya, kalau itu aku juga sangat yakin."


Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, akhirnya mereka pun tiba di kediaman Tuan Keanu dan Naila. Rey hanya mengantarkan Danisha hingga di depan gerbang dan ia pun segera berangkat ke Rumah Sakit.


Benar saja apa yang dikatakan oleh Rey, Naila membulatkan matanya ketika melihat Danisha membawa seorang bayi mungil dalam pelukannya.


"Nisha sayang, bayi siapa ini?" tanya Naila sembari meraih bayi mungil itu dari dekapan Danisha.


"Bayi Nisha, Mih. Cantik 'kan," sahut Danisha sambil tersenyum hangat kepada Naila.

__ADS_1


"Nisha, Mami serius." Mata Naila membesar saat menatap anak perempuannya itu.


"Nanti Nisha jelaskan, Mih."


Danisha merengkuh pundak Naila kemudian mengajaknya memasuki bangunan mewah tersebut. Setibanya di ruang utama, Danisha menuntun Naila yang masih menggendong Baby Raisha untuk duduk di sofa.


"Nah, Nisha. Sekarang jelaskan pada Mami, ini bayi siapa?" tanya Naila yang masih sangat penasaran.


"Sebenarnya ini--"


"Hai, hai, semuanya!"


Ternyata bukan hanya Danisha yang berkunjung ke kediaman orang tuanya. Adik bontotnya pun ternyata juga berada disana setelah diantar oleh sang suami, Ardhan.


"Keyla? Wah, Mami senang sekali karena hari ini kalian berkumpul lagi disini. Walaupun sebenarnya personil kita masih kurang," ucap Naila.


Ya, Danish dan Nazia sekarang sudah pindah. Mereka menempati kediaman baru mereka bersama Bibinya Nazia yang akan menemani keluarga kecil mereka.


Setelah Keyla menjatuhkan dirinya disamping Naila, Naila pun kembali fokus Danisha karena pertanyaannya yang belum di jawab oleh anak perempuannya itu.


"Sebenarnya begini, Mih--"


"Hah? Bukankah ini bayinya--" sela Keyla lagi.


"Key!"


Danisha kesal karena sejak tadi ia ingin bicara, Keyla terus menyela ucapannya. Ia melemparkan sebuah bantal kecil ke arah Keyla dan segera disambut oleh Keyla sambil terkekeh.


"Biarkan Kakak jelaskan dulu sama Mami. Kamu cukup diam dan dengarkan," titah Danisha dengan sedikit kesal.


"Ok, ok! Maaf."


Danisha membuang napas panjang sebelum memulai ucapannya lagi.


"Begini, Mih. Bayi ini adalah bayi yang dirawat oleh Aditya dan Adriela sebelumnya. Nisha berkunjung ke kediaman mereka dan setelah melihat bayi ini, entah mengapa Nisha ingin sekali merawatnya. Dan kebetulan sekali, Aditya dan Adriela mengijinkan Danisha untuk merawatnya," lirih Danisha dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Benarkah itu?" tanya Naila penuh selidik, begitupula adik bontotnya yang kini juga menatapnya dengan tajam.


"Ya, Nisha serius."


Naila terdiam sambil terus memperhatikan Danisha dengan seksama. Ia mulai curiga pada anak perempuannya itu. Naila yakin ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh Danisha darinya.


"Oh ya, Mih. Kenapa Mami tidak bertanya kepada Keyla, kenapa Keyla berkunjung hari ini?"


Naila menoleh kepada Keyla kemudian bertanya. "Kenapa memang?"


"Besok Keyla ingin berangkat ke negara tetangga," ucapnya sambil tersenyum lebar.


"Ngapain?"


"Mas Ardhan mau ngajakin nonton balapan motor yang terkenal di TV itu loh, Mih! Keyla ingin bertemu dengan salah satu Pembalap favorite Key!" seru Keyla sambil membulatkan matanya.


"Ih, Mami curiga deh. Sepertinya bukan Ardhan yang ngajakin kamu pergi ke sana, tetapi kamu yang minta 'kan?"


"Ih, kok Mami tau," sahut Keyla sambil tersipu malu.


"Ya, tahulah. Mana mungkin Ardhan mengajakmu nonton yang begituan. Yang ada dia ngajakin kamu ke acara masak-memasak, bukannya ke acara balapan motor."


"Hehe, tapi inikan permintaan dede kecilnya Mas Ardhan juga." Keyla mengelus lembut perutnya yang masih rata sambil tersenyum menatap Naila.


Naila hanya bisa menggelengkan kepalanya dan ia berharap jika calon cucunya itu perempuan, ia tidak ingin cucunya menuruni sifat tomboy Keyla. Sudah cukup satu Keyla, Naila tidak ingin melihat Keyla lainnya lagi.


"Oh ya, Nisha. Nanti Mami ingin bicara denganmu, berdua."


Sekarang perhatian Naila kembali ke Danisha. Danisha pun menganggukkan kepalanya walaupun ia tidak tahu apa yang ingin dibicarakan oleh Maminya.


"Keyla tidak boleh tau, ya? Kok, cuma berdua?" sela Keyla sambil menekuk wajahnya.


"Kamu masih bocil! Tidak usah tau," jawab Naila dengan mata membesar menatap Keyla.


"Ish."

__ADS_1


...***...


__ADS_2