
Setelah puas mengunjungi keponakan barunya, Keyla dan Ardhan pun segera pamit.
Di perjalanan menuju hotel berbintang, dimana Keyla dan Ardhan akan menghabiskan malam pertamanya.
Beberapa kali Ardhan memperhatikan Keyla yang terus terdiam sambil menatap pinggir jalan yang ramai dengan lalu lalang kendaraan bermotor. Sejak berada di Rumah Sakit, Keyla lebih banyak diam dan Ardhan tidak tahu apa yang terjadi pada istri tomboynya itu.
Perlahan Ardhan meraih tangan Keyla kemudian menggenggamnya dengan erat. Keyla yang baru tersadar dari lamunannya, segera menoleh ke arah Ardhan kemudian tersenyum kepada lelaki itu.
"Kamu kenapa, Keyla sayang? Kok, dari tadi diem aja. Ada masalah, ya?"
Keyla tersenyum getir. Ia menggelengkan kepalanya perlahan dengan tatapan yang masih fokus pada suaminya.
"Key masih kepikiran ucapan Kak Danish dan Danisha."
"Memangnya mereka bilang apa, Key?" tanya Ardhan kebingungan.
"Ehm, mereka bilang MP itu sakit dan sangat mengerikan. Aku kan jadi takut," lirih Keyla.
Ardhan tertawa lepas setelah mendengar ucapan Keyla.
"Ya Tuhan, Key! Ternyata kamu masih memikirkan hal itu. Sudahlah, Sayang. Mereka hanya menggodamu saja. Percayalah padaku, rasanya tidak akan sesakit dan se-mengerikan yang kamu bayangkan."
Keyla mengerutkan kedua alisnya sambil menatap heran kepada Ardhan.
"Idih, sok tahu. Emangnya kamu sudah pernah melakukannya, ya?"
Ardhan terkekeh pelan. "Enak saja, begini-begini aku masih perjaka tulen, loh!" kilah Ardhan.
"Begini saja, coba kamu pikirkan baik-baik. Jika seandainya apa yang dikatakan oleh kedua Kakakmu itu benar, bagaimana mungkin mereka masih betah bersama. Apalagi Kak Danish, Nazia aja sampai hamil begitu. Yang ada mereka ketagihan, tiap malam cetak gol terus. Kamu juga pasti begitu nantinya, hari ini aja kamu ngeluh dan bilang takut. Malam berikutnya pasti kamu yang ngajakin aku bergelut," lanjut Ardhan.
Keyla terdiam sejenak sambil memikirkan apa yang dikatakan oleh Ardhan.
"Benar juga, ya. Kenapa aku tidak kepikiran sampai situ?"
__ADS_1
"Nah, 'kan?!"
. . .
Setibanya di hotel, Ardhan segera menuntun Keyla menuju kamar VIP mereka. Ketika berada di depan pintu kamar, Ardhan mengangkat tubuh Keyla kemudian membawanya memasuki kamar mereka. Suasana kamar itu begitu romantis. Kelopak bunga mawar merah berhamburan di atas tempat tidur berukuran King Size tersebut.
Perlahan Ardhan meletakkan tubuh Keyla ke atas tempat tidur.
"Kamu sudah siap, 'kan?"
"Sebaiknya kita mandi dulu, soalnya kan kita baru dari Rumah Sakit."
"Baiklah kalau begitu."
Ardhan melepaskan Keyla dari pelukannya dan membiarkan gadis itu menuju kamar mandi. Di dalam kamar mandi, Keyla malah mencoba menghubungi Adriela.
Adriela yang sedang asik bermesraan bersama Sang Suami, malah dikagetkan oleh panggilan Keyla.
"Ya, Key?"
"Driel, kamu takut tidak sih? Kok aku jadi parno begini, ya?" ucap Keyla.
"Takut apaan? Aku gak ngerti, Key."
"Malam pertama, Driel! Aku parno sendiri ini. Lihat, tubuhku saja gemetar padahal kami belum ngapa-ngapain."
Sontak saja, Adriela tertawa lepas memdengar penuturan gadis tomboy itu.
"Ya ampun, Key. Kamu ini ada-ada saja. Aku malah sudah tidak sabar ingin melewati malam pertama kami."
"Lah, kalau begitu kenapa ditahan?"
"Kami sedang pemanasan ini, tapi kamu malah gangguin," jawab Adriela.
__ADS_1
"Oups! Maaf," lirih Keyla yang baru sadar bahwa dirinya sudah mengganggu kegiatan pengantin baru itu.
"Tidak apa-apa. Eh, aku kasih tau ya ke kamu. Enjoy aja dan jangan terlalu di pikirkan rasa sakitnya. Lagipula MP tidak lebih mengerikan dari pada balapan, Key."
Adriela kembali tergelak apalagi ia mulai membayangkan bagaimana ekspresi wajah Keyla saat itu.
"Ya, sudah. Selamat MP deh kalau begitu."
"Ya, kamu juga. Semangat!"
Adriela mematikan ponselnya karena dia tidak ingin malam spesialnya bersama Aditya kembali terganggu.
"Kenapa, sih?" tanya Aditya
"Keyla takut MP, Mas. Lucu ya dia," sahut Adriela.
"Astaga, Keyla. Ternyata gadis tomboy itu masih punya rasa takut. Tapi sayangnya takutnya malah sama rudalnya Ardhan," ucap Aditya sambil tergelak.
"Hush, kamu ini kalo ngomong suka bener sih, Mas."
"Lah, kan?!" Aditya kembali tergelak.
Aditya menengok juniornya dan ternyata si junior kembali lemas akibat pemanasan mereka di ganggu oleh panggilan Keyla.
"Hmm, sepertinya kita perlu pemanasan ulang ini, Driel. Junior ku bobo lagi," ucap Aditya sambil terkekeh pelan.
"Ayo kita mulai lagi, Mas. Aku harap tidak ada gangguan lagi setelah ini," jawab Adriela.
"Beruntung kamu tidak seperti Keyla, kalau kamu seperti Keyla kan bisa gawat. Jangan-jangan MP-ku tertunda lagi."
Aditya kembali memulai pemanasan dengan menciumi tubuh Adriela yang masih setengah polos. Sentuhan lembut Aditya membuat Adriela beberapa kali mendesahh.
...***...
__ADS_1
Tungguin unboxing kedua pasangan ini ya, di bab selanjutnya 😘😘😘