
Keanu masih penasaran dengan sosok wanita muda yang tengah berjalan bersama Adnan. Ia terus memperhatikan pasangan itu hingga akhirnya, Naila dan Adnan berbelok kearah kanan menuju halaman depan tempat Praktek Dokter itu.
Keanu sempat melihat wajah Naila walaupun hanya dari samping. Namun, ia yakin sekali bahwa wanita itu adalah Naila, istri sirinya.
"Mel, tunggu disini. Aku ingin ke toilet sebentar," ucap Keanu seraya melangkah meninggalkan Melisa tanpa mendengar jawaban dari wanita itu.
"Toilet? Tapi kenapa dia larinya kesana, bukankah Toiletnya ada disebelah sini?" gumam Melisa seraya memperlihatkan Keanu yang semakin menjauh.
Tante Mira mulai curiga. Ia yakin Keanu berlari untuk menyusul Naila dan Adnan. "Sepertinya Keanu tahu bahwa dia adalah Naila! Gawat, ini tidak bisa dibiarkan! Aku takkan pernah membiarkan ia merebut Naila ku lagi!" batin Tante Mira.
"Ehm, Nona Melisa, sebaiknya aku segera menyusul Adnan dan Istrinya. Kasihan kalau mereka kelamaan menunggu," ucap Tante Mira pamit kepada Melisa.
"Baiklah, Nyonya Mira." sahut Melisa sembari duduk di kursi tunggu.
Sementara itu,
Keanu berlari menuju halaman depan dan tepat disaat itu, Adnan sedang menuntun Naila memasuki mobilnya.
"Aku yakin sekali, itu Naila!" gumamnya.
"Nai, Naila, tunggu!" teriak Keanu sembari menghampiri Adnan yang sudah menutup pintu mobilnya.
Adnan menyambut kedatangan Keanu dengan wajah masam. Ia sangat kesal ternyata Keanu menyadari bahwa gadis itu adalah Naila.
"Naila, dia Naila, kan?!" tanya Keanu dengan napas terengah-engah kepada Adnan.
Adnan melipat tangannya ke dada sambil bersandar di pintu mobilnya untuk melindungi Naila dari Keanu. "Naila? Siapa Naila?" Adnan malah balik bertanya seolah-olah dia tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Keanu.
"Wanita muda yang tadi bersamamu adalah Naila, istriku!" sahut Keanu yakin.
__ADS_1
"Heh," Adnan tersenyum sinis, kemudian ia memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.
"Maafkan saya, Tuan Keanu. Tapi saya rasa anda salah orang. Wanita yang tadi bersamaku adalah istriku," sahut Adnan dengan santainya sembari melemparkan senyuman khasnya kepada Keanu.
Keanu menggelengkan kepalanya. "Bukan! Aku yakin sekali dia adalah Naila, istriku!" ucap Keanu seraya menarik tubuh Adnan dengan kasar hingga akhirnya lelaki itu tersingkir dari mobilnya.
"Naila, Naila! Aku yakin itu kamu, Naila. Keluarlah, Naila ... ku mohon! Ikutlah bersamaku dan aku berjanji akan membahagiakanmu. Dan jika kamu ingin aku menceraikan Melisa, aku bersedia melakukannya untukmu! Tapi ku mohon, ikutlah bersamaku," ucap Keanu seraya menggedor-gedor pintu mobil Adnan dengan keras.
Naila menutup telinga dan membuang pandangannya. Ia tidak ingin melihat ataupun mendengar suara Keanu lagi. Entah kenapa, kejadian-kejadian menyakitkan yang terjadi kepadanya, kembali terlintas di kepalanya.
Adnan meradang melihat tingkah Keanu. Ia kembali menghampiri lelaku itu kemudian membalik tubuhnya hingga mereka berdiri dengan posisi saling berhadapan. Adnan mencengkeram kerah kemeja Keanu sembari mengepalkan tangannya dan bersiap meluncurkannya ke wajah Keanu.
Namun, sebelum Adnan melakukannya, Tante Mira berteriak seraya berlari kecil menghampiri Adnan dan Keanu yang siap adu jotos di halaman Klinik Dokter Kandungan tersebut.
"Adnan, hentikan!"
Tante Mira menarik tubuh Adnan hingga ia menjauh dari Keanu. Dan hal itu membuat Adnan sangat kesal. Ia menghembuskan napas kasar sambil terus menatap lelaki menyedihkan di hadapannya.
Keanu terdiam tetapi ia masih yakin bahwa wanita itu adalah Naila. Walaupun Tante Mira dan Adnan bersikeras mengatakan bahwa dia bukanlah Naila seperti yang ia pikirkan.
"Baiklah, Nyonya. Maafkan prilaku saya yang kurang sopan," sahut Keanu.
Tante Mira tersenyum kemudian menepuk pundak Adnan. Adnan mengerti apa yang dimaksud oleh Tantenya. Ia segera masuk kedalam mobilnya kemudian disusul oleh Tante Mira. Setelah Tante Mira masuk, Adnan pun bergegas meninggalkan tempat itu.
Kini tinggal Keanu yang masih berdiri ditempat itu sambil menatap kepergian Adnan. "Aku yakin sekali wanita itu adalah Naila. Dan aku akan memerintahkan Sid untuk menyelidiki kediaman Nyonya Mira," batin Keanu.
Setelah mobil Adnan menghilang dari pandangannya, Keanu kembali menemui Melisa yang masih menunggunya.
"Keanu sayang, kamu dari mana saja? Kamu bilang ingin ke Toilet, tapi kok kamu malah berlari kearah yang salah? Bukankah Toilet nya ada disebelah sini?" tanya Melisa terheran-heran sambil menunjuk arah Toilet.
__ADS_1
Keanu menghembuskan napas berat. "Ya, aku kesasar, Mel. Aku lupa dimana letak Toiletnya." ucap Keanu seraya menjatuhkan dirinya disamping Melisa.
"Lalu, apa kamu sudah selesai?" tanya Melisa lagi.
"Sudah, aku menemukan Toilet di seberang jalan." sahut Keanu.
"Nyonya Melisa," panggil tangan kanan Dokter kandungan.
"Ah ya, saya! Kamu tunggu disini sebentar ya, Sayang. Aku sudah dipanggil," ucap Melisa tersenyum seraya bangkit dari posisi duduknya dan bersiap menuju ruang praktek Dokter itu.
Keanu turut bangkit, ia ingin menemani Melisa hingga kedalam ruang praktek sama seperti suami-suami pasien lainnya. Karena sudah beberapa kali ia menemani Melisa memeriksakan kehamilannya, tak pernah sekalipun ia melihat Istrinya diperiksa oleh Dokter secara langsung didepan matanya.
"Eh Sayang, kamu mau kemana?" tanya Melisa seraya menahan tubuh Keanu.
"Ikut denganmu! Aku ingin melihat langsung bagaimana Dokter itu memeriksa mu. Aku ingin melihat anakku ketika kamu melakukan USG," sahut Keanu.
Melisa panik kemudian mendorong tubuh Keanu pelan hingga lelaki itu kembali duduk ditempat duduknya. "Tidak usah, Sayang! Tunggu saja disini, sama seperti Chef Adnan, ia tidak ikut masuk kedalam saat istrinya diperiksa, ya kan? Lagipula kamu akan bosan ketika berada didalam, soalnya yang dibahas Dokter hanya tentang alat reproduksi wanita dan segala hal yang seperti itulah," jelas Melisa.
Keanu menghembuskan napas dalam. "Baiklah, terserah kamu!"
Akhirnya Melisa bisa bernapas lega. Ia kembali tersenyum kepada Keanu kemudian bergegas memasuki ruangan Dokter langganannya.
Keanu meraih ponselnya dan memainkannya sambil menunggu Melisa selesai melakukan pemeriksaan rutin. Sebenarnya Keanu bingung, kenapa Melisa selalu melarangnya ikut masuk kedalam ruangan praktek Dokter. Padahal rata-rata suami pasien lain selalu menemani istrinya hingga masuk kedalam ruang praktek.
Namun, hal itu bukanlah masalah besar bagi Keanu. Hingga ia tidak terlalu mempermasalahkannya. Dan setelah beberapa saat, akhirnya Melisa keluar dari ruangan praktek Dokter itu dengan wajah semringah.
"Ayo, Sayang! Mari kita pulang, aku sudah lapar dan ingin makan sesuatu yang manis-manis, biar anak kita ikut manis dan cantik seperti Ibunya," ajak Melisa seraya menarik tangan Keanu.
Keanu mengerutkan alisnya, "Memangnya anak kita perempuan?" tanya Keanu seraya bangkit dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Sepertinya sih begitu," sahut Melisa seraya tersenyum manja kepada Keanu.