
"Ayo, Sayang! Kamu sudah siap?" tanya Adnan kepada Arumi yang sedang menggendong Baby Ardhan.
"Ya, sebentar lagi," sahut Arumi.
Arumi sedang mencari posisi enak untuk dia dan juga si Kecil yang sedang tertidur dipelukannya. Adnan menghampiri istrinya kemudian meraih tas serta peralatan bayi mereka.
"Aku sudah siap," ucap Arumi sambil tersenyum hangat kepada Adnan.
Arumi dan Adnan berencana menjenguk Tante Mira dengan membawa si Kecil Ardhan bersama mereka. Setibanya didepan mobilnya, Adnan segera membukakan pintu mobilnya untuk Arumi dan si Kecil.
"Mas sudah coba menghubungi Tante Mira, belum? Takutnya kita kesana, Tante malah di tempat kerja," ucap Arumi sembari duduk didalam mobil.
"Oh, iya. Aku lupa," sahut Adnan.
Setelah Arumi masuk dan duduk didalam mobilnya, Adnan pun segera menyusulnya. Ia duduk di jok depan, tepatnya di depan setir mobil. Kali ini Adnan memilih mengemudikan mobilnya sendiri tanpa Pak Budi.
"Sebaiknya aku hubungi sekarang," sambung Adnan sembari meraih ponsel dari saku celana yang sedang ia kenakan. Ia mencari nomor kontak Tante Mira kemudian menghubunginya.
"Sini, biar Arumi saja yang bicara sama Tante Mira, Mas. Mas fokus nyetir aja, ya!" ucap Arumi.
Adnan tersenyum kemudian menyerahkan ponselnya kepada Arumi. "Kamu benar," sahut Adnan.
Setelah meraih ponsel itu dari tangan Adnan, Arumi segera meletakkan ponsel tersebut ke samping telinganya. Sedangkan Adnan memilih fokus mengemudikan mobil mereka.
Sementara itu Tante Mira masih berada di kediaman Naila, ia masih bermain bersama Baby Keyla yang sudah bisa tersenyum karena angin jahat yang ada di perutnya sudah keluar semua.
Dreettt ... dreettt ...
"Eh, ponsel Oma bunyi!" seru Tante Mira sambil menggoda Baby Keyla.
"Angkat donk, Oma!" sahut Naila seraya menirukan suara bayi.
Tante Mira mengecek nama siapa yang tertera didepan layar ponselnya. Ia kemudian tersenyum setelah mengetahui bahwa Adnan lah yang mencoba menghubungi nomornya. "Bentar ya, Keyla sayang! Oma mau angkat panggilan dari Om Adnan dulu, ya!"
"Ya, Adnan. Ada apa, Nak."
"Ini Arumi, Tante. Sebenarnya hari Ini kami ingin berkunjung ke rumah Tante, Tante sekarang ada dimana?" tanya Arumi.
__ADS_1
"Nah, loh. Tante lagi di kediaman Naila ini. Begini saja, kalian kemari gih, biar kita ngumpul. Biar rumah Keanu semakin ramai," sahut Tante Mira sambil tergelak.
Arumi menjauhkan ponselnya kemudian menatap Adnan yang masih fokus pada mobilnya. "Mas, Tante Mira sedang berada di kediaman Keanu dan Naila. Tante Mira menyarankan agar kita ngumpul disana, bagaimana? Kalau Arumi, sih terserah Mas aja," ucap Arumi.
Untuk sejenak, Adnan nampak menimbang-nimbang. Namun, setelah itu iapun tersenyum. "Baiklah kalau begitu. Kita serbu kediaman Keanu dan Naila!" seru Adnan.
"Baiklah, Tante. Kami akan segera kesana," ucap Arumi kepada Tante Mira.
Tante Mira semringah. Ia benar-benar bahagia karena keluarga besarnya akan segera berkumpul. "Baiklah, Sayang! Tante tunggu loh," sahutnya.
"Kenapa, Tante?" tanya Naila setelah Tante Mira mematikan panggilan dari Arumi.
"Itu, Adnan dan Arumi akan segera berkunjung kesini dengan mambawa Dede Ardhan," ucap Tante Mira sembari memasukkan ponselnya kedalam tas.
"Wah! Seru donk, Keyla! Sebentar lagi Dede Ardhan akan berkunjung kesini!" seru Naila.
Sementara itu didalam kamar si Kembar.
"Udah donk, Nisha. Daddy sudah cantik, loh ini!" ucap Keanu yang sedang berbaring diatas karpet didalam kamar tersebut.
Keanu memutarkan bola matanya, tetapi tidak kuasa menolak keinginan gadis kecilnya tersebut. Setelah selesai memoles Blush on, Danisha meraih lipstik kemudian memoleskannya ke bibir Keanu yang seksi. Danisha tergelak setelah melihat wajah Daddynya yang terlihat sangat cantik baginya, padahal aslinya persis seperti badut.
"Sudah selesai?!" tanya Keanu lagi. Ia sudah tidak sabar ingin mencuci mukanya yang sudah penuh dengan berbagai warna.
"Belum, Dad! Masih ada satu lagi!" seru Danisha.
Gadis mungil itu meraih beberapa ikat rambut kecil dan sebuah sisir. "Nah, sekarang kita hias rambut Daddy biar semakin cantik!" serunya dengan suara cadel.
Lagi-lagi, Keanu hanya bisa pasrah ketika tangan mungil Danisha bermain diatas kepalanya. Rambut Keanu di ikat kecil-kecil oleh gadis kecil tersebut. Dan setelah beberapa saat, iapun selesai didandani.
"Selesai!" seru Danisha sambil tersenyum puas.
Ia puas dengan hasil karyanya dan puas karena menurutnya sang Daddy terlihat cantik, melebihi cantiknya sang Mami.
"Sekarang Daddy boleh cuci muka, ya?!" bujuk Keanu.
Danisha menekuk wajahnya sambil menatap Keanu. Keanu tahu itu artinya tidak dan iapun kembali mengalah untuk sang putri kesayangan.
__ADS_1
"Ok, ok, Fine! Trus, sekarang apalagi?" tanya Keanu.
"Kita perlihatkan sama Mami ya, Dad! Boleh ya!" rengek Danisha.
"Tidak!" tolak Keanu dengan mata melotot.
Bibir mungil Danisha bergetar, wajahnya mulai memerah dan matanya sudah berkaca-kaca pertanda hujan dan petir akan segera meluncur dari mata dan mulut kecilnya.
"Owh, Sayang! Maafkan Daddy, ya!" Keanu meraih tubuh mungil Danisha kemudian menggendongnya. "Baiklah, kita segera turun kebawah, kemudian perlihatkan hasil karyamu kepada Mami, bagaimana?" bujuk Keanu.
Akhirnya Danisha menyunggingkan sebuah senyuman dan melupakan hujan petir yang hampir saja ia luncurkan. "Oke, Daddy! Nisha sayang Daddy!" ucap Danisha.
"Hilang sudah harga diri Daddy didepan Mami-mu, Danisha!" gumam Keanu sembari membawa Danisha kecil keluar dari kamarnya dan menuju ruang utama, dimana Naila dan Tante Mira masih menemani Baby Keyla yang masih belum ingin tidur.
"Mami, lihatlah! Daddy cantik, 'kan?!" ucap Danisha sembari mencium pipi Keanu yang sedang menggendong tubuh mungilnya.
Sontak saja, Naila dan Tante Mira tergelak, menertawakan penampilan Keanu saat itu. Bahkan Danish yang sedang asik dengan bolanya pun ikut tergelak menyaksikan penampilan Daddynya.
"Daddy seperti badut!" celetuk Danish.
Apes nasib Keanu, tepat disaat itu Adnan dan Arumi baru saja tiba dan menyaksikan moment langka itu.
Arumi dan Adnan pun tidak sanggup untuk tidak tertawa. Sedangkan Keanu sudah tidak dapat menghindar dan terpaksa membiarkan orang-orang di ruangan itu menertawakan dirinya.
"Heh, hentikan tertawaan kalian. Apa kalian tidak lihat bahwa sekarang aku sangat cantik?!" kesal Keanu.
"Iya, Dad! Kamu cantik sekali!" sahut Naila seraya menghampiri Keanu dan memeluknya dari samping. Namun, tawa istrinya itu semakin seru saja.
"Dasar!" gerutu Keanu.
"Aha! Nisha sayang, Daddy punya ide cemerlang! Bagaimana kalau sekarang kita dandani Om Adnan, biar dia cantik seperti Daddy?!" ucap Keanu sambil menyeringai menatap Adnan yang masih menertawakan dirinya.
"Iya, ide bagus!" seru Danisha.
"Jangan-jangan, Om tidak mau! Cukup Daddy mu saja yang seperti itu!" sahut Adnan sambil menggelengkan kepalanya.
...***...
__ADS_1