
Tidak berselang lama, Dokter yang sedang menangani Naila, keluar dari ruangan itu dengan wajah cemas.
"Keluarga Nona Naila?"
Keanu pun bergegas menghampiri Dokter itu. "Ya, Dok! Saya suaminya," ucap Keanu,
"Maafkan kami, Tuan. Kami harus segera melakukan operasi cesar kepada Nona Naila. Karena saat ini kondisi Nona Naila tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan secara normal. Sebab itu kami membutuhkan persetujuan dari Tuan sebagai Suami dari Nona Naila," tutur Dokter,
"Lakukanlah, Dok! Lakukan yang terbaik, yang penting Istri dan kedua bayi saya selamat," sahut Keanu.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu."
Setelah mendapatkan persetujuan dari keluarga pihak Naila, Dokter itupun kembali ke ruangan itu untuk melanjutkan tugasnya.
"Semoga Naila dan kedua bayinya selamat," gumam Tante Mira yang masih berada di pelukan Adnan.
"Aamiin," sahut Adnan.
***
Waktu terus berputar, Detik berubah menjadi menit dan begitupun seterusnya. Hingga berjam-jam mereka menunggu diluar ruangan tanpa tahu bagaimana kondisi Naila didalam ruangan operasi.
Ceklek, pintu ruangan itupun akhirnya terbuka.
Seorang Dokter kembali menghampiri Keanu, Sid, Tante Mira dan Adnan yang masih setia menunggu diruangan itu. Kebetulan Sid baru saja tiba dan segera bergabung bersama mereka.
"Selamat ya, Tuan. Bayi kembar anda lahir dengan selamat. Laki-laki dan perempuan. Namun," Dokter itu menghembuskan napas berat sambil menatap Keanu dan yang lainnya secara bergantian. Wajah Dokter itu terlihat sendu, seolah mengatakan bagaimana kondisi Naila saat ini.
__ADS_1
"Kondisi Nona Naila masih kritis. Ia mengalami pendarahan hebat dan sempat mengalami kejang-kejang. Hal itu disebabkan oleh tekanan darahnya yang terus meningkat dan juga usia Nona Naila yang masih dibawah umur," lanjut Dokter. Dokter itu tertunduk lesu, ia bahkan tidak mampu melanjutkan kata-katanya lagi.
Keanu semakin panik, airmata yang tadi sudah menumpuk di pelupuk mata, akhirnya tumpah. Keanu menjerit histeris setelah mendengar penuturan dari Dokter. "Apa maksudmu, Dok! Jangan pernah katakan yang tidak-tidak tentang istriku! Dia harus selamat, Dok! Harus!!!" Keanu mencengkeram jas Dokter sambil menangis histeris.
"Tuan, tenang lah!" Sid menghampiri Keanu dan mencoba menenangkan lelaki itu.
"Bagaimana aku bisa tenang, Sid! Istriku dalam kondisi antara hidup dan mati disana! Aarrgghhh! Ini semua salahku! Ini semua karena perbuatan bodohku!" Keanu terus menghardik dirinya sendiri dan ia bahkan mencoba melukai dirinya dengan cara meninju-ninju dinding diruangan itu dengan keras hingga jari-jarinya berdarah.
Sid memberi kode kepada Dokter itu agar segera menjauh dari Keanu yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya. Dokter itupun mengerti dan segera meninggalkan ruangan itu.
"Berhentilah bertindak konyol, Tuan. Apakah anda tidak dengar? Disana ada dua bayi mungil yang masih membutuhkan kasih sayang dan perhatian anda. Dan jangan sia-siakan kesempatan itu, Tuan. Bersemangatlah! Kita berdoa saja, semoga Nona Naila baik-baik saja," tutur Sid sembari mendudukkan Keanu kembali di kursi tunggu.
Bukan hanya Keanu, Tante Mira pun sama. Wanita itu begitu shok setelah mendengar penuturan dari Dokter. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Bibirnya terkunci rapat, pandangannya kosong menerawang. Namun, air matanya terus meluncur dari kedua sudut matanya. Tante Mira bahkan tidak mempedulikan Adnan yang terus mencoba mengajaknya berbicara.
Dua jam berlalu, kondisi Naila semakin memburuk. Dokter bahkan sudah angkat tangan. Mereka menyerah dan hanya berharap pada sebuah keajaiban. Dokter itu kembali lagi dengan wajah yang lebih memprihatinkan dari sebelumnya.
Tante Mira bahkan sudah curiga setelah melihat ekspresi wajah Dokter saat itu. Ia menjauh dan tidak ingin mendengar apa yang akan diberitahukan oleh Dokter kepada mereka.
Dokter itu menggelengkan kepalanya pelan. "Maafkan kami, Tuan. Kami sudah berusaha semampu kami. Namun, kondisi Nona Naila tetap terus menurun. Dan sekarang, kesempatannya untuk bertahan sangat tipis," tutur Dokter.
Tante Mira yang sudah berada jauh dari Dokter, masih bisa mendengar ucapan Dokter itu samar-samar. Dan ia mengerti apa yang sedang terjadi kepada Naila. Tante Mira tidak mampu lagi membendung kesedihan yang ia rasakan hingga akhirnya iapun jatuh pingsan.
Adnan panik, ia bergegas menghampiri Tante Mira kemudian membawanya untuk beristirahat.
Dokter mempersilakan Keanu untuk menjenguk Naila. Keanu pun bergegas memasuki ruangan itu. Dan benar saja, Naila masih tidak sadarkan diri dan wajahnya sangat pucat.
Perlahan Keanu menghampiri Naila dan duduk disampingnya. Lelaki itu meraih tangan Naila kemudian menggenggamnya dengan erat sambil melabuhkan ciuman berkali-kali.
__ADS_1
"Maafkan aku, Naila! Seandainya aku tidak pernah melakukan perbuatan bodoh itu, mungkin saat ini kamu masih bisa hidup dengan tenang. Masih bisa menikmati masa muda mu dan mewujudkan cita-citamu. Namun, sekarang lihatlah dirimu! Kamu bahkan mempertaruhkan nyawamu hanya untuk melahirkan kedua bayiku. Kamu harus menjadi Ibu diusia yang masih sangat muda, Naila! Itu semua karena salahku, salahku ..."
Keanu tidak dapat membendung kesedihannya lagi. Ia kembali terisak diruangan itu sambil menciumi tangan Naila yang sudah terasa dinding.
"Naila, ku mohon ... bangunlah! Aku berjanji, jika setelah ini kamu ingin aku pergi darimu, aku akan pergi, Naila. Tapi ku mohon, bangunlah ..." lirih Keanu.
Sid yang ikut masuk kedalam ruangan itu hanya bisa menundukkan kepalanya. Ia tidak tega melihat kesedihan Keanu.
"Sid, apa yang akan terjadi padaku dan juga kedua bayiku tanpa Naila? Aku akan hancur, Sid. Hancur ..."
"Terus berdoa, Tuan. Percayalah pada keajaiban sebuah doa," ucap Sid sambil menepuk pundak Keanu dengan lembut.
Tidak berselang lama, Tante Mira tiba diruangan itu dan menggantikan posisi Keanu. Karena Dokter hanya mengizinkan dua orang saja yang boleh masuk, Keanu pun segera keluar dari ruangan Naila. Keanu melangkahkan kakinya menuju ruangan dimana kedua bayinya beristirahat.
"Tuan, anda ingin kemana?" tanya Sid khawatir.
"Aku ingin menjenguk kedua bayiku, Sid. Aku ingin melihat keadaan mereka." Keanu terus melangkahkan kakinya tanpa menoleh kepada Sid yang masih setia mengekor kepadanya.
Sid menghembuskan napas lega. Ia takut Keanu melakukan tindakan yang bisa mencelakai dirinya sendiri. Namun, setelah mendengar lelaki itu ke ruangan bayi, iapun kembali tenang.
Setibanya di ruangan bayi, Keanu mulai mencari keberadaan kedua bayinya. Dan akhirnya ia menemukan kedua bayinya yang sedang tertidur lelap disalah satu tempat tidur yang ada diruangan itu.
"Lihatlah Sid, mereka sangat lucu. Apalagi yang cewek, dia begitu mirip dengan Ibunya, Naila." Keanu kembali menangis ketika menyebut nama Naila.
"Semoga saja Mami kalian dapat melewati masa kritisnya ya, Nak." Keanu mengelus lembut kedua pipi mungil bayi kembarnya.
"Amin, ngomong-ngomong, siapa nama mereka, Tuan?" tanya Sid.
__ADS_1
Keanu nampak berpikir sejenak. Ia memikirkan nama yang cocok untuk bayi kembarnya. "Danish dan Danisha," sahut Keanu.
...***...