Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Bab 81


__ADS_3

Perlahan Ardhan meletakkan tubuh Keyla yang masih tertutup handuk ke atas tempat tidur. Ia tersenyum kemudian meraih handuk itu dan melemparkannya ke sembarang arah.


"Pelan-pelan ya, Mas," lirih Keyla sambil menggigit bibir bawahnya.


"Ya, aku berjanji akan melakukannya dengan perlahan. Percayalah padaku," sahut Ardhan.


Ardhan kembali melakukan pemanasan. Lelaki itu kembali bermain di spot favoritnya. Dua buah bulatan kenyal dan padat berisi milik Keyla. Bulatan kenyal yang tadinya putih mulus tanpa noda itu sekarang penuh dengan tanda-tanda merah  yang menjadi tanda kepemilikan Ardhan.


Tidak puas hanya sampai disitu, Ardhan mulai menjamah seluruh tubuh gadis itu dengan ciuman-ciumannya. Ia juga sempat bermain di bawah pusar Keyla sembari meninggalkan jejak kepemilikannya lagi.


Respons yang di berikan oleh tubuh Keyla membuat Ardhan sangat bersemangat. Tubuh gadis itu mulai menggeliat-geliat merasakan sensasi sentuhan yang di berikan oleh Ardhan.


Walaupun sebenarnya Keyla masih takut membayangkan benda besar dan panjang tersebut memasuki area sempitnya. Apalagi ia merasakan senjata milik Ardhan bergerak-gerak di bawah sana dan terus mengenai pahanya.


"Kamu sudah siap, Key?" bisik Ardhan.


Keyla bingung harus menjawab apa. Disatu sisi, ia juga ingin merasakan kenikmatan itu. Namun, di sisi lainnya ia masih sangat takut. Ardhan masih menatapnya dan menunggu jawaban dari Keyla. Hingga akhirnya Keyla pun memberanikan diri untuk menjawab 'YA' dengan cara menganggukkan kepalanya.


Keyla sudah bersiap dengan posisinya, begitupula Ardhan. Lelaki itu sudah berada di atas tubuh Keyla. Perlahan Ardhan mengarahkan senjatanya ke area pribadi Keyla.


"Pelan-pelan," lirih Keyla sambil menggigit bibir bawahnya.


"Iya, Keyla sayang. Tahan sedikit, ya!"


Ardhan mendorong tubuhnya perlahan-lahan dan ...


"Aakkhh!!!" pekik Keyla dengan keras.


Bug!


Keyla yang sangat keyakutan, refleks mengeluarkan jurusnya. Ia menendang Ardhan hingga lelaki itu terjengkang ke bawah tempat tidur.


Gdubrakk!


"Aw, Keyla!" pekik Ardhan sambil mengelus bokongnya.

__ADS_1


Bukan hanya bokongnya yang sakit, dadanya pun terasa sakit akibat tendangan gadis tomboy itu.


Melihat suaminya terjengkang, Keyla segera bangkit dari tempat tidur kemudian menghampiri Ardhan yang duduk di lantai kamar sambil menekuk wajahnya. Padahal saat itu Keyla sudah merasakan perih pada area pribadinya.


"Maaf, Mas. Maafkan aku," lirih Keyla sambil menangkupkan kedua tangannya di hadapan Ardhan.


"Benar 'kan. Inilah yang aku takutkan, Mas. Aku sering refleks jika merasa ketakutan. Dulu aku juga pernah menendang seorang Dokter karena Dokter itu ingin menyuntikku padahal aku sudah bilang tidak mau," ucap Keyla sambil menggaruk tengkuknya.


Ardhan masih kesal dan dia hanya diam seribu bahasa. Melihat Ardhan yang sedang kesal, Keyla pun mulai membujuknya lagi.


"Kita ulangi lagi, ya?! ya, ya ..."


"Juniorku langsung mengkerut akibat tendanganmu. Kamu lihat!"


Ardhan memperlihatkan juniornya kepada Keyla dan Keyla pun semakin merasa bersalah.


"Ayolah, Mas. Ya, ya!"


Keyla menarik tangan Ardhan hingga lelaki itu bangkit dari posisi duduknya.


"Ya, aku janji!" ucap Keyla sambil mengacungkan dua jarinya di hadapan Ardhan.


Keyla mengajak Ardhan ke tempat tidur mewah mereka dan ia pun berbaring dengan posisi sama seperti sebelumnya. Akhirnya Ardhan pun luluh. Dengan semangat yang menggebu-gebu, Ardhan kembali melakukan pemanasan ulang hingga juniornya bangkit lagi.


"Siap?"


"Ya!" jawab Keyla sambil menganggukkan kepalanya.


Walaupun sebenarnya Ardhan masih ragu dan takut mendapatkan tendangan susulan dari Keyla, tetapi demi malam pertamanya, ia pun memberanikan diri untuk melanjutkannya.


"Tahanlah, Key. Ku mohon!" lirih Ardhan.


Keyla sempat terkekeh karena melihat wajah cemas Ardhan. "Ya, baiklah. Aku janji tidak akan menendangmu lagi."


Ardhan menghembuskan napas panjang sebelum ia kembali mendorong juniornya kembali menuju area pribadi Keyla yang masih sempit itu.

__ADS_1


Setelah merasa yakin, Ardhan pun mencoba mendorong juniornya sekali lagi dan ya, Keyla kembali meringis karena merasakan perih di area pribadinya.


"Sakit!" lirih Keyla sambil menggigit selimut dan menahan kaki tangannya agar tidak memukul atau menendang suaminya lagi.


"Sedikit lagi, Key. Baru juga separuhnya ini."


Setelah Keyla mulai tenang, Ardhan kembali mencoba mendorong juniornya lagi. Namun, kali ini ia melakukannya dengan cepat dan sekali hentak. Gerakan Ardhan yang begitu tiba-tiba membuat tubuh Keyla berontak, tapi sebisa mungkin Ardhan menahan kaki dan tangan Keyla agar tidak mengeluarkan jurusnya lagi.


"Maafkan aku, Key. Tapi, juniorku sudah berhasil masuk," ucap Ardhan sambil tersenyum kecut. "sekarang bagaimana, lanjutkan atau tidak?"


Keyla masih merasakan perih yang amat sangat pada area pribadinya kembali meringis. "Sudah terlanjur sakit, Mas. Lanjutkan saja," jawabnya.


"Baiklah."


Ardhan mulai menarik kembali juniornya yang sejak tadi begitu betah berada di goa sempit milik Keyla dan mendorongnya lagi secara perlahan. Tidak ada perlawanan dari Keyla, tetapi Ardhan tahu bahwa saat ini Keyla masih menahan rasa sakitnya.


Darah segar yang keluar dari area pribadi si gadis tomboy meninggalkan noda merah di atas seprei tempat tidur mereka. Setelah beberapa saat, pergulatan yang terasa menyakitkan itu berubah menjadi kenikmatan yang tidak pernah dirasakan oleh kedua insan tersebut.


Suasana di kamar VIP itu terasa semakin panas seiring panasnya pergulatan Keyla dan Ardhan. Keringat menghiasi tubuh keduanya hingga akhirnya Ardhan mulai mengerang di atas tubuh Keyla. Begitupula Keyla, ia pun akhirnya berada di puncak kenikmatannya.


"Aakhhh ...."


Akhirnya Ardhan melepaskan bibit-bibit juniornya ke dalam rahim Keyla dengan tubuh menegang. Setelah beberapa detik berikutnya, Ardhan pun jatuh di atas tubuh Keyla dengan napas terengah-engah.


"Akhirnya!" ucap Ardhan.


"Aku yakin setelah ini kamu tidak akan menendangku lagi, tapi malah kamu yang akan mengajakku bergelut, ya kan, Key?"


"Hmmm," gumam Keyla.


Ardhan melirik Keyla dan ternyata gadis itu sudah memejamkan matanya.


"Keyla, keyla."


...***...

__ADS_1


__ADS_2