
Hari ini, di kediaman Tuan Keanu dan Naila terlihat sangat ramai dengan orang-orang yang sedang sibuk berlalu-lalang. Ada yang sedang menghias bangunan megah tersebut agar terlihat lebih cantik, ada yang sedang mengangkut berbagai macam bahan makanan dan banyak lagi yang lainnya.
Ardhan yang baru saja tiba di halaman rumah Keanu, begitu terkejut setelah sadar bahwa orang-orang di kediaman mewah itu tengah bersiap-siap menyambut hari pernikahan Danisha dan sang Dokter.
"Astaga, aku lupa. Padahal Mama dan Papa sudah membahas masalah pernikahan Danisha berkali-kali," gumam Ardhan.
Ardhan mengedarkan pandangannya ke sekeliling bangunan megah tersebut dan akhirnya, kedua bola mata lelaki itu berfokus pada seorang gadis yang sedang membersihkan motor kesayangannya disalah satu sudut halaman.
Perlahan Ardhan melangkahkan kakinya menghampiri gadis itu sambil mengulum senyum. Keyla yang masih tidak menyadari keberadaan Ardhan terus bergumam, mengajak motor kesayangannya bicara.
"Kamu itu sudah sering Mami ajak jalan 'kan? Tapi sayangnya kamu itu suka bikin Mami sial. Ya, ban meleduk lah, bahan bakar tiba-tiba habis lah, rante putus lah! Hah, pokoknya bikin sial! Beruntung Mami masih sayang, jika tidak! Sudah Mami kasih ke Show Room kamu!" gumamnya sambil mengelap body motor tersebut dengan sepenuh hati.
Ardhan hanya bisa terkekeh pelan, tetapi Keyla tidak juga menyadari keberadaan lelaki itu.
Keyla yang sudah putus asa dengan kisah cintanya terhadap Ardhan, kembali pada dirinya yang sesungguhnya. Tanpa dress, tanpa make up, dan rambut pun cuma dikuncir secara sembarang.
Setelah puas memoles body motor sportnya, Keyla menaiki motor tersebut kemudian mencoba menghidupkan mesinnya dengan cara menginjak kick starter.
Ardhan terus memperhatikan Keyla dari belakang. Ia benar-benar merindukan sosok gadis tomboy itu. Gadis tomboy yang kemampuannya melebihi dari gadis pada umumnya.
Brummm ... brumm ....
Suara berisik motor Keyla terdengar hingga memenuhi halaman rumahnya. Naila yang saat itu tidak sengaja melewatinya segera berteriak.
__ADS_1
"Ya ampun, Key! Hentikan! Apa kamu tidak lihat semua orang sedang sibuk mempersiapkan pernikahan Kakakmu, kamu malah asik dengan benda kesayanganmu itu! Atau kamu juga tidak sadar bahwa ada Ardhan di belakangmu?" teriak Naila sambil menautkan kedua alisnya.
"Hah? Apa?!"
Samar-samar, Keyla mendengar Maminya menyebutkan nama Ardhan. Ia mematikan mesin motornya kemudian berbalik.
"Ardhan?"
Ardhan tersenyum hangat kepada Keyla, tetapi gadis itu tidak menghiraukannya.
"Mau apa kamu kesini? Nyariin Kak Danish? Kak Danish tadi pagi sudah berangkat ke kantor," ucap Keyla sembari melangkah melewati Ardhan yang masih mematung di tempatnya.
"Sebenarnya aku kesini untuk menemuimu, Key."
"Menemuiku? Buat apa? Ehm, jangan bilang kamu ingin menyentil hatiku lagi, ya! Karena hatiku sudah cukup tersentil oleh sikap dinginmu selama ini padaku," ucap Keyla sembari melipat kedua tangannya ke dada.
Ardhan kembali melemparkan senyumannya kepada gadis tomboy yang sedang memasang wajah malas kepadanya.
"Bolehkah kita bicara disana, sebentar saja?"
Ardhan menunjuk kesebuah kursi yang ada disalah satu sudut halaman rumah Keyla. Keyla menganggukkan kepalanya pelan dan segera melangkah menuju kursi tersebut.
Keyla yang sudah malas kepada lelaki itu, bahkan tidak mempedulikan cara duduknya. Ia duduk dengan mengangkat sebelah kakinya ke kursi, sedangkan yang sebelahnya, ia biarkan menjuntai ke tanah. Ia tidak peduli mau Ardhan suka ataupun tidak.
__ADS_1
"Key, sebenarnya aku ingin minta maaf padamu," ucap Ardhan setelah ia duduk di kursi yang letaknya berseberangan dengan Keyla.
"Minta maaf? Untuk apa? Bukankah selama ini kamu tidak memiliki kesalahan apapun padaku?"
"Maafkan aku yang selama ini sudah mengacuhkan perhatian yang kamu berikan kepadaku, Key."
Keyla tergelak. Ia tidak menyangka bahwa lelaki itu akhirnya sadar bahwa ia sudah mengacuhkan dirinya dan juga perhatian yang selalu di berikan olehnya selama ini.
"Syukurlah kamu sadar."
"Key-- maukah kamu memberikan aku kesempatan itu sekali lagi?" tanya Ardhan dengan ekspresi wajah penuh harap.
"Apa? Apa aku tidak salah dengar?" Keyla mengucek telinganya.
"Ya, itu benar, Key! Aku merindukan dirimu, dirimu yang selama ini terus menggangguku dengan sikap-sikap konyolmu. Dirimu yang selalu membuat aku kesal dengan suara tawamu yang memekakkan telinga dan senyuman manismu, yang hampir tiap hari kamu lemparkan padaku, tetapi tidak pernah aku balas sekalipun."
Keyla terkekeh sambil memijit pelipisnya.
"Ya, Tuhan. Aku sangat memalukan, ya! Aku bahkan tidak sadar bahwa diriku benar-benar menyedihkan saat berada di sampingmu," sahut Keyla.
"Tapi tanpa sadar kamu berhasil mencuri perhatianku, Key! Hanya saja gengsiku terlalu tinggi untuk mengakuinya padamu," sambung Ardhan dengan wajah serius menatap Keyla.
...***...
__ADS_1
Doain semoga author sempat ngetik dua bab ya ...