
Setelah lama duduk di sana sambil memperhatikan kedekatan Keyla dan lelaki itu, akhirnya Ardhan merasa sangat penasaran dan memilih menghampiri mereka. Dengan tertatih-tatih, Ardhan berjalan menghampiri Keyla sembari menyapanya.
"Hai, Key! Apa kabar?"
Keyla dan lelaki itupun menoleh kapada Ardhan kemudian melemparkan senyum mereka.
"Ardhan. Bagaimana kakimu, masih sakit?" tanya Keyla sambil melirik kaki Ardhan yang jalannya masih terpincang-pincang.
"Ya, begitulah."
"Ehm, sebaiknya kita duduk saja," Keyla menuntun Ardhan ke sebuah meja kosong dan kemudian mempersilakan Ardhan dan teman lelakinya untuk duduk di sana.
"Ardhan, kenalkan. Namanya Mike, dia salah satu keponakan Daddy-ku." Keyla memperkenalkan teman lelakinya kepada Ardhan.
Ardhan tersenyum kemudian mengulurkan tangannya kepada lelaki itu.
"Ardhan."
"Mike."
"Oh, ya. Aku tinggal dulu sebentar, ada sesuatu yang harus aku ambil. Kalian ngobrol aja dulu," ucap Keyla.
Keyla pun melenggang pergi meninggalkan kedua lelaki itu di sana. Mike menatap Keyla bahkan hingga gadis itu menghilang dari pandangannya. Tersungging sebuah senyuman tipis di wajah tampan Mike saat itu.
"Keyla terlihat sangat cantik, benar 'kan?"
Mike menoleh ke arah Ardhan sambil melemparkan senyumnya. "Ya, dia terlihat lebih cantik dari biasanya," jawab Mike semringah.
__ADS_1
"Apa kamu menyukainya?" tanya Ardhan tanpa basa-basi.
Mike nampak tersipu dan tanpa dijawab pun Ardhan sudah tahu isi hati lelaki itu.
"Ya, aku menyukainya."
"Sejak kapan?"
"Sudah lama. Hanya saja mendapatkan perhatian dari seorang Keyla itu sangatlah sulit. Aku bahkan sudah berjuang dengan berbagai cara agar bisa meluluhkan hatinya. Tetapi rasanya hanya sia-sia saja," tutur Mike sambil tersenyum kecut.
"Kenapa bisa begitu?" Ardhan semakin penasaran dengan lelaki yang bernama Mike tersebut.
"Entahlah, katanya dia menyukai seseorang tapi dia tidak pernah memberitahuku siapa lelaki beruntung itu."
Ardhan terdiam sejenak dan sekarang ia sadar betapa bodoh dirinya selama ini. Keyla bahkan mengabaikan seorang Mike demi dirinya dan dengan sombongnya, ia mengacuhkan seorang Keyla hanya demi obsesinya terhadap karier.
Tidak berselang lama, Keyla pun tiba di sana dengan membawa minuman untuk para lelaki itu.
"Untuk kalian," ucap Keyla sembari meletakkan gelas berisi minuman di hadapan kedua lelaki itu.
"Minuman ini pasti terasa lebih nikmat karena dibawakan langsung oleh seorang Nona Muda, anak gadis Tuan Keanu Armani Putra," goda Mike sambil terus menatap wajah cantik Keyla saat itu.
Ardhan hanya bisa tersenyum kecut sambil menyeruput minuman yang baru saja diberikan oleh Keyla kepadanya. Sedangkan gadis tomboy itu tetap pada sikapnya, tidak menganggap serius apa yang diucapkan oleh Mike saat itu.
"Biasakan telingamu, Ardhan. Mike adalah seorang lelaki penggoda. Bibirnya tidak akan pernah berhenti mengeluarkan kata-kata manis. Jika seandainya kamu adalah seorang wanita, aku yakin kamu pasti akan luluh dibuatnya," tutur Keyla.
Bibir Ardhan tetap tidak mengeluarkan sepatah katapun, tetapi senyumnya masih terus mengambang.
__ADS_1
"Aku tidak sedang menggodamu, Key. Tetapi apa yang aku ucapkan berasal dari lubuk hatiku yang paling dalam," sambung Mike.
Kedua bola mata keyla berputar setelah Mike selesai mengucapkan hal itu. Ia tidak pernah menyadari bahwa perasaan Mike begitu tulus padanya. Bagi Keyla, Mike itu tidak lebih dari seorang penggoda yang suka menebar pesona kepada para gadis-gadis.
"Sial! Mana sedotannya?!" gumam Keyla sembari memperhatikan gelas jus buah kesukaannya.
"Biar aku ambilkan," ucap Mike seraya bangkit dari tempat duduk. Namun, Keyla menahannya.
"Tidak usah, Mike. Sebaiknya aku seruput saja," ucap Keyla sembari menarik tangan Mike dan menuntun lelaki itu kembali ke tempat duduknya.
"Kamu yakin?" tanya Mike.
"Ya. Sebaiknya kamu duduk lagi aja," titah Keyla.
Ardhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Duduk disatu meja bersama Keyla dan Mike membuat dia seperti sebuah bayangan. Ada tetapi tak di anggap.
Keyla menyeruput minumannya dan setelah puas, ia kembali meletakkan gelas tersebut ke atas meja.
"Ya ampun, Key. Wajahmu belepotan," ucap Mike dan lelaki itu refleks menyentuh bibir Keyla yang terdapat noda bekas minuman.
Mike membersihkan noda tersebut dengan ibu jarinya dan hal itu sempat membuat Keyla terperanjat. Namun, hanya sebentar dan ia pun membiarkan Mike melakukannya.
Tubuh Ardhan terasa terbakar saat itu. Ia bahkan tidak bisa melepaskan pandangannya dari Ibu jari Mike yang sedang menyentuh bibir Keyla.
Ingin rasanya Ardhan berteriak dan menepis jari tersebut dari bibir Keyla. Jangankan benar-benar menyentuh bibir gadis itu, bermimpi pun ia tidak berani. Namun sekarang, seseorang sudah berani menyentuhnya.
...***...
__ADS_1
Sebenarnya Author ini bukannya malas pengen up dua bab. Cuman kadang mengetiknya gak sempet. Harus kejar-kejaran sama novel satunya 😅🙏 Jadi, Author minta maaf yang sebesar-besarnya, ya.