Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Bab 67


__ADS_3

Setelah acara pertunangan itu selesai, seluruh keluarga besar Adnan dan Keanu menikmati berbagai hidangan yang memang sudah dipersiapkan oleh keluarga Keanu sebelumnya.


Sementara semua orang sedang menikmati hidangan sambil berbincang di ruangan itu, Ardhan malah mengajak Keyla bersantai di teras depan rumah Tuan Keanu.


"Terima kasih, Key, karena sudah memberikan aku kesempatan untuk memulai hubungan yang lebih serius denganmu."


Perlahan Ardhan meraih tangan Keyla kemudian menggandengnya. Keyla sempat terkejut dan ingin menarik tangannya kembali, tetapi Ardhan tidak membiarkannya. Ia menahan tangan Keyla agar tetap berada di dalam genggamannya.


Ardhan melemparkan sebuah senyuman saat itu sedangkan Keyla hanya bisa membalas tatapan lelaki itu tanpa berkeinginan membalas senyumannya.


"Ardhan, aku harap pilihanku kali ini adalah pilihan yang tepat dan aku juga berharap kamu tidak akan mengecewakan aku untuk yang kedua kalinya. Cukup satu kali, Ardhan. Aku tidak ingin jatuh di lubang penyesalan yang sama untuk kedua kalinya."


"Ya, Keyla. Aku berjanji padamu bahwa aku tidak akan mengecewakan dirimu lagi."


Tersungging sebuah senyuman tipis di wajah Keyla. "Semoga saja."


"Hei, Ardhan! Apa kamu mau menginap disini? Tapi sayangnya Tuan Keanu tidak akan mengizinkanmu karena kamu belum sah menjadi suami Keyla," goda Adnan.


Ternyata Adnan, Arumi dan Adriela sudah berada di teras bersama keluarga besar Keanu. Mereka bersiap untuk kembali ke kediaman mereka. Ardhan dan Keyla nampak tersipu malu. Wajah mereka memerah setelah mendengar ucapan Adnan saat itu.


"Tentu saja aku tidak mengizinkannya. Kecuali ia sudah sah menjadi suami dari putri bontotku, Keyla," timpal Keanu sambil terkekeh pelan.


"Kau dengar itu Ardhan? Sebaiknya kita pulang dan mulai mempersiapkan banyak dana serta tenaga untuk menyambut hari pernikahan kalian," sambung Adnan.


Ardhan tersenyum tipis sembari menghampiri Ayah dan Ibunya. Setelah berpamitan kepada keluarga besar Keanu, mereka pun segera meluncur meninggalkan kediaman megah milik Tuan Keanu.


"Ciee ... si bontot sudah dilamar! Tidak lama lagi kita mengadakan acara makan-makan lagi, nih!" goda Danish sembari mencubit pipi Keyla.


Keyla menepis tangan Danish sambil tersenyum tipis. "Ih, Kakak apa-apaan, sih?!"

__ADS_1


"Tuh lihat Tante Keyla-mu, Nak. Tidak lama lagi Tante tomboy-mu itu akan berubah menjadi wanita yang sebenarnya. Setelah menikah, hamil kemudian melahirkan anak-anaknya bersama Om Ardhan," sambung Danish.


Keyla benar-benar malu saat digoda seperti itu dan ia pun mempercepat langkahnya menuju kamar. Keyla sudah lelah karena kemarin malam ia tidak tidur semalaman hanya gara-gara memikirkan tentang acara lamaran mendadak ini.


Beberapa hari kemudian.


"Key, mau kemana?" tanya Naila dengan wajah heran menatap Keyla yang sudah bersiap di atas motor sportnya.


"Cuma sebentar, Mih. Ngajak si Merah jalan-jalan," sahutnya tanpa menoleh sedikitpun kepada sang Ibu.


"Janji tidak akan lama, ya! Awas, kalau lama!" ancam Naila dengan wajah menekuk.


"Ya, ya!"


Keyla segera melaju menuju tempat berkumpulnya para pecinta motor sport. Saat di pertengahan jalan sebuah mobil berwarna hitam mengganggu perjalanannya. Mobil itu terus saja membunyikan klakson dan membuat Keyla begitu kesal.


"Siapa sih, rese amat!" gumamnya.


"Mike, kamu?!"


Mike terkekeh pelan. "Maafkan aku karena sudah mengganggu perjalananmu. Bisa kita bicara sebentar?"


"Baiklah." Keyla memperhatikan sekelilingnya dan ia menemukan sebuah kafe yang berada tak jauh dari tempat itu.


"Disana," lanjut Keyla sembari menunjuk kafe tersebut.


"Ok!" sahut Mike sembari mengikuti motor Keyla dari belakang.


Setelah Keyla memarkirkan motornya di depan kafe tersebut, Mike pun segera menyusulnya. Keyla menghampiri sebuah meja kosong kemudian duduk disana. Sedangkan Mike memesan makanan dan minuman untuk mereka sebelum ia menghampiri Keyla.

__ADS_1


"Ada apa 'sih, Mike? Aku kira kamu sudah pulang ke negaramu,"


"Belum, mungkin lusa. Key, kamu tidak sedang sibuk 'kan?" tanya Mike balik.


Keyla menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, memangnya kenapa?"


"Syukurlah." Mike menghembuskan napas lega. "Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan padamu Key, ini soal-- perasaanku padamu," lanjutnya.


Keyla tersenyum tipis. "Apaan, sih?"


"Aku serius, Key."


Mike memasukkan tangannya ke dalam saku kemeja yang sedang ia kenakan. Ia meraih sebuah benda kecil berbentuk lingkaran berwarna gold. Keyla terus memperhatikan lelaki itu sambil menautkan kedua alisnya.


"Key, maukah kamu menikah denganku?" tanya Mike sembari memperlihatkan sebuah cincin yang sedang ia pegang ke hadapan Keyla.


Keyla membulatkan matanya kemudian terkekeh pelan. "Kamu jangan main-main denganku, Mike. Aku takut kamu beneran jatuh cinta padaku dan akhirnya tidak bisa move on, 'kan gawat!" ucap Keyla.


Mike tersenyum tipis. "Tetapi itu sudah terjadi padaku, Key. Aku benar-benar jatuh cinta padamu dan sekarang aku bertanya padamu, maukah kamu menikah denganku?" tanya Mike lagi.


Keyla memperhatikan wajah Mike dan sekarang ia sadar bahwa lelaki itu benar-benar serius dan tidak sedang bercanda.


"Mike, aku--"


Keyla meletakkan tangannya ke atas meja dan memperlihatkan jari manisnya yang kini melingkar sebuah cincin. Mike melihat ke tangan Keyla dan setelah itu ekspresi wajahnya pun berubah menjadi sendu.


"Siapa lelaki beruntung itu?" tanya Mike


Keyla menghembuskan napas berat. "Ardhan."

__ADS_1


Mike tersenyum kecut sembari menggelengkan kepalanya. "Lelaki itu curang. Dia sudah mencuri start dariku ternyata," ucap Mike.


...***...


__ADS_2