
"Aditya? Mari masuk," ajak Arumi, mempersilakan lelaki itu masuk ke dalam rumahnya.
Arumi menuntun Aditya menuju ruang utama dan mengajak Aditya untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
"Tunggu sebentar ya, Dit. Tante panggilin Adrielanya dulu."
"Ya, Tante. Terima kasih," jawab Aditya.
Arumi bergegas menuju kamar Adriela, dimana gadis itu masih bersiap-siap.
"Driel, Aditya sudah menunggumu di ruang utama," ucap Arumi di balik pintu kamar Adriela.
"Benarkah? Astaga, aku bahkan belum berpakaian!" pekik Adriela sambil memilih-milih dress mana yang akan ia kenakan malam ini.
Perlahan Arumi membuka pintu kamar Adriela dan masuk ke dalam ruangan itu. Ia memperhatikan Adriela yang terlihat sedang sibuk, sambil menggelengkan kepalanya.
"Memangnya kalian mau kemana, sih?" tanya Arumi.
"Kak Aditya mau ngajakin Adriela dinner, Mah," jawab Adriela yang masih fokus menatap deretan dress-dress cantik di dalam lemari pakaiannya.
"Ciee ... yang mau dinner, milih baju aja sampai berjam-jam, gak selesai-selesai," goda Arumi sambil terkekeh pelan.
"Ih, Mama. Bantuin Adriela milih dress yang cocok dong, Mah. Adriela bingung, nih!"
Arumi menghampiri Adriela kemudian meraih selembar dress berwarna cream kemudian menyerahkannya kepada gadis itu.
"Kenakan yang ini aja. Ini warnanya senada sama kemeja yang sedang dikenakan oleh Aditya," ucap Arumi sembari menyerahkan dress itu kepada Adriela.
"Benarkah?"
"Ya."
"Terima kasih, Mama!" ucap Adriela sembari memeluk tubuh Arumi dan menciumi wajah Ibunya itu.
__ADS_1
"Sama-sama. Cepetan deh, Driel. Kasian Aditya kalo kelamaan nungguin kamu."
"Ya, Ma. Tinggal dikit lagi, nih."
Tidak berselang lama, Adriela pun selesai. Ia bergegas turun dari kamarnya dan menemui Aditya di ruang utama. Aditya tersenyum ketika matanya tertuju pada seorang gadis cantik yang sedang menuruni anak tangga. Gadis yang kini mengenakan dress cantik berwarna cream, senada dengan warna kemeja yang sedang ia kenakan.
"Kamu cantik sekali, Driel," ucap Aditya ketika Adriela sudah berada di hadapannya.
"Terima kasih, Kak. Kak Aditya juga terlihat sangat tampan," balas Adriela.
Untuk beberapa saat, pasangan itu terdiam dengan mata yang saling bertautan. Hingga akhirnya Arumi tiba di ruangan itu dan menegur mereka.
"Kalian itu mau dinner atau mau tatap-tatapan aja di situ?"
"Maafkan saya, Tante," ucap Aditya dengan wajah memerah menahan malu.
Bukan hanya Aditya, Adriela pun tidak kalah malu karena aksinya bersama Aditya tertangkap basah oleh Ibunya sendiri.
"Ya, sudah. Sebaiknya kalian cepat berangkat, nanti kemaleman. Dan ingat, jangan lama-lama! Kalian tidak ingin kejadian malam itu terulang lagi, 'kan?"
Aditya segera pamit dengan membawa serta Adriela bersamanya.
Tepat di saat mobil Aditya keluar dari halaman rumah Tuan Adnan, ia berpapasan dengan mobil Ardhan yang baru saja tiba di sana.
"Mah, sepertinya baru saja ada tamu. Siapa dia?" tanya Ardhan ketika ia memasuki rumahnya dan disambut oleh Arumi.
"Oh, itu. Itu Aditya, dia ngajakin Adriela dinner katanya," jawab Arumi sembari melenggang pergi.
"Aditya?!" gumam Ardhan.
"Bukankah Aditya kekasih Keyla? Terus, kenapa ia malah ngajakin Adriela dinner? Wah, lelaki itu memang tidak beres! Apa dia ingin menduakan Adriela dan Keyla? Tidak bisa dibiarkan," batin Ardhan dengan wajah kesal.
Sementara itu.
__ADS_1
Tidak berselang lama, Aditya dan Adriela tiba di sebuah restoran dan mereka pun segera memasuki tempat itu.
"Kenapa tidak makan malam di Restoran Papaku saja, 'kan kita bisa makan gratis, sepuasnya lagi," ucap Adriela sambil terkekeh pelan.
"Artinya aku gak modal dong, Driel. Masa iya aku makan gratisan," jawab Aditya yang ikut terkekeh mendengar ucapan Adriela barusan.
Aditya menarik sebuah kursi dan mempersilakan Adriela untuk duduk disana.
"Terima kasih, Kak."
"Sama-sama."
Setelah Adriela duduk di kursi tersebut, Aditya pun segera menyusulnya. Ia duduk tepat berhadapan dengan gadis itu.
"Driel, sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu," ucap Aditya dengan ragu-ragu.
"Apa, Kak? Katakan saja," sahut Adriela dengan wajah semringah.
Perlahan Aditya meraih tangan gadis itu kemudian menggenggamnya dengan erat. Adriela begitu terkejut saat Aditya menggenggam tangannya. Tangan Adriela gemetar dan tiba-tiba saja keringat dingin keluar dari pori-pori kulitnya.
"Maukah kamu menjadi kekasihku, Driel?"
Mata Adriela membulat sempurna. Ia tidak menyangka bahwa Aditya sedang menyatakan cinta kepada dirinya. Adriela sangat bahagia mendengarnya, tetapi hanya sebentar. Tiba-tiba saja ia teringat akan Keyla dan setahu Adriela, Aditya adalah kekasih Keyla.
Senyuman lebar yang tadi mengambang di wajah cantik Adriela, kini sirna. Ia menatap lelaki itu dengan wajah heran.
"Lalu bagaimana dengan Keyla? Bukankah Keyla kekasihmu, Kak?" tanya Adriela.
Aditya terkekeh mendengarnya. Ia sampai lupa menceritakan hubungannya bersama Keyla hanyalah kebohongan belaka.
"Astaga, Driel. Bodohnya aku, aku bahkan sampai lupa menceritakan hubunganku yang sebenarnya bersama Keyla. Sebenarnya aku dan Keyla tidak memiliki hubungan apapun. Apa yang kamu lihat saat di pesta saat itu, hanyalah sebuah sandiwara yang memang sengaja kami ciptakan untuk membuat seseorang cemburu," tutur Aditya sambil terkekeh.
"Benarkah?" tanya Adriela ragu.
__ADS_1
"Ya, Adriela. Aku serius,"
...***...