Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Hadiah Untuk Arumi


__ADS_3

Adnan duduk sendirian didalam kamarnya sambil menatap foto pernikahannya bersama Arumi. Ia menyunggingkan sebuah senyuman ketika memperhatikan wajah bahagia Arumi saat itu. Wanita itu terlihat sangat bahagia dihari pernikahan mereka. Berbanding terbalik dengan Arumi, ekspresi wajah Adnan sangat dingin kala itu.


"Maafkan aku, Arumi. Seandainya waktu itu perasaan yang kurasakan seperti sekarang ini, mungkin kita sudah hidup bahagia." ucapnya.


Tiba-tiba saja ia teringat sesuatu. Adnan mengambil berkas-berkas penting didalam lemarinya kemudian mencari sesuatu diantara tumpukan berkas-berkas penting itu.


"Ah, ini dia!"


Adnan meraih data diri Arumi. Ia benar-benar tidak tahu kapan ulang tahun istrinya itu. Walaupun ia pernah sepintas melihat tanggal lahir Wanita itu. Namun, hanya sekedar melihat saja tanpa ada keinginan untuk mengingatnya.


Adnan menbaca dengan detail data diri Arumi sambil berpikir. "Astaga! Besok adalah ulang tahun Arumi!!!" pekik Adnan.


"Ya Tuhan, beruntung sekali aku mengetahuinya sekarang. Seandainya tidak, aku tidak akan tahu jika besok adalah ulang tahun istriku," gumam Adnan sembari memikirkan hadiah apa yang akan dia berikan untuk wanita itu.


"Hadiah apa yang harus aku berikan untuk Arumi? Ya, Tuhan ... aku bingung!"


Adnan kembali memikirkan sesuatu. Ia ingin minta pendapat seseorang, tetapi ia tidak tahu harus meminta pendapat sama siapa. "Keanu? Ah, aku malu jika harus bertanya pada lelaki itu!" gumam Adnan.


Setelah berpikir lama, akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Keanu. "Ya sudahlah, biarlah Keanu menertawakan aku." Adnan menekan nomor ponsel Keanu kemudian menghubungi lelaki itu.


Di kediaman Keanu.


Keanu sedang bersandar di sandaran tempat tidurnya sambil memijit kepala Naila yang berbaring di pangkuannya.


"Bagaimana, begini enakan?" tanya Keanu sambil memperhatikan wajah Naila yang sedang memejamkan matanya, menikmati pijatan yang Keanu berikan.


"Ya, nikmat sekali!" seru Wanita itu tanpa membuka matanya.


Tiba-tiba saja ponsel yang ia letakkan diatas meja disamping tempat tidurnya, bergetar. Keanu sempat mengerutkan keningnya ketika mengetahui siapa yang mencoba menghubunginya.


"Adnan?!" gumam Keanu

__ADS_1


Perlahan Naila membuka matanya setelah mendengar Keanu mengucapkan nama Adnan. "Kenapa, Hubby?" tanya Naila.


"Adnan mencoba menghubungiku. Aku tidak tahu untuk apa dia memanggilku. Ehm, sebentar ya, Sayang!"


Keanu meletakkan ponsel itu ke samping telinganya. "Hallo, Adnan?"


"Ehm, Hallo juga Keanu. Keanu, jika esok adalah hari ulang tahun Naila, apa yang akan kamu berikan untuknya?" tanya Adnan


"Apa?!" pekik Keanu. "Apa kamu ingin membelikan hadiah untuk istriku?!" kesal Keanu karena termakan emosi setelah Adnan menyebut-nyebut nama istrinya.


Naila kebingungan ketika melihat ekspresi Suaminya saat itu. Perlahan ia bangkit kemudian duduk bersandar disamping Keanu. "Ada apa sih, Hubby? Kok, marah-marah begitu?" tanya Naila sambil menatap heran kepada Keanu.


"Ini, sepupu kesayangan kamu! Sepertinya dia ingin membelikan kamu sesuatu dihari ulang tahunmu nanti!" kesal Keanu.


"Bukan, bukan seperti itu, Keanu! Kamu salah paham. Aku menanyakan hal itu padamu karena besok adalah ulang tahun Arumi dan aku tidak tahu harus memberikah hadiah apa untuk ulang tahun isteriku besok!" ucap Adnan mencoba menjelaskan maksud dari pertanyaannya dan menenangkan Keanu yang sedang terbawa emosi.


Tadinya Keanu terbakar rasa cemburu, sekarang ia malah tergelak setelah mendengar penjelasan dari lelaki itu. "Benarkah?! Kenapa tidak bilang dari tadi!" seru Keanu.


"Naila Sayang, Adnan cuma bertanya jika seandainya besok adalah hari ulang tahunmu. Apa yang kamu inginkan sebagai hadiah ulang tahunmu?!" tanya Keanu kepada Naila.


Naila nampak berpikir sambil tersenyum licik. "Banyak, Hubby! Aku ingin mobil mewah, rumah mewah, perhiasan mahal, tas dan sepatu branded, dan ..."


Belum habis Naila mengucapkan keinginannya, Keanu sudah menutup mulut Naila dengan tangannya. "Itu bukan solusi yang tepat! Apa kamu ingin melihat Adnan bangkrut!" kesal Keanu.


"Mana mungkin Kak Adnan bangkrut cuma gara-gara hadiah kecil seperti itu?" jawab Naila tanpa rasa bersalah.


Adnan hanya bisa terkekeh pelan mendengar perdebatan kecil pasangan itu.


"Sudahlah Adnan, sebaiknya pikirkan saja sendiri! Jangan minta pendapat sama kami, yang ada kami malah menyesatkan dirimu nantinya!" ucap Keanu sembari mematikan ponselnya.


Adnan mengerutkan keningnya sambil memperhatikan layar ponsel. "Dasar pasangan aneh!" gumam Adnan.

__ADS_1


Adnan kembali kebingungan memikirkan hadiah apa yang akan dia berikan untuk Arumi besok. Setelah berpikir terlalu lama, akhirnya rasa kantuk mulai menyerangnya dan iapun tertidur.


Keesokan harinya,


Adnan masih belum tahu hadiah apa yang akan dia berikan kepada Arumi hari ini. Ia gugup karena ia tidak pernah memberikan hadiah kepada Arumi sebelumnya.


"Aku pernah berpacaran dengannya selama dua tahun, tetapi aku tidak pernah tau kapan dia berulang tahun. Ya Tuhan, bagaimana perasaannya saat itu, ya? Tapi dia tidak pernah komplain sedikitpun kepadaku. Ia bahkan tidak pernah berkeluh kesah terhadap prilaku ku selama ini kepadanya. Huft! Kurang apa sebenarnya Arumi kepadaku selama ini. Hanya akunya saja yang terlalu menutup mata, telinga dan hatiku terhadapnya," gumam Adnan dengan mata berkaca-kaca sembari menatap bayangannya di cermin.


Beberapa jam kemudian,


Adnan sudah berdiri didepan gerbang rumah Nyonya Rahma dengan membawa bunga dan sepasang teddy bear lucu yang bertuliskan nama mereka, Arumi dan Adnan.


Tiba-tiba saja dari dalam rumah, keluarlah Arumi, Nyonya Rahma dan Dokter Fahri. Saat itu Arumi dan Nyonya Rahma mengantarkan kepulangan Dokter Fahri yang baru saja selesai mengecek kondisi terkini Arumi.


"Terima kasih ya, Dok. Aku suka hadiahnya," ucap Arumi sembari memeluk sebuah boneka beruang besar berwarna Pink yang merupakan pemberian Dokter Fahri untuk ulang tahun Arumi.


"Sama-sama," sahut Dokter Fahri sambil tersenyum hangat menatap Arumi.


Bukan hanya Arumi, Nyonya Rahma pun terlihat sangat bahagia saat itu. "Oh ya, Nak Fahri. Bagaimana rencana pernikahan kalian?" tanya Nyonya Rahma dengan wajah berseri-seri menatap Dokter Fahri.


"Masih dalam proses, Bu. Soalnya 'kan ..."


Ucapan Dokter Fahri terhenti ketika mendengar suara pintu mobil yang dibanting dengan keras dari depan pintu gerbang. Sontak ketiga orang itu menoleh kearah asal suara. Arumi tahu mobil siapa yang sedang terparkir diluar sana.


"Mas Adnan?" gumam Arumi


Adnan menghidupkan mesih mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan kediaman Nyonya Rahma. Setelah menyadari bahwa lelaki itu adalah Adnan, Arumi berlari kecil menuju gerbang. Ia menemukan sebuah bunga dan sepasang boneka Teddy bear mungil tergeletak didepan gerbang.


Arumi meraih bunga dan sepasang boneka Teddy bear yang bertuliskan namanya dan Adnan. Ia juga menemukan sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun untuknya.


"Mas Adnan ..." lirih Arumi

__ADS_1


...***...


__ADS_2