Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Operasi Cesar


__ADS_3

"Diminum dulu, yuk!" Arumi menyerahkan gelas minuman kepada Naila dan Keanu dan satu untuk Adnan yang masih memasang wajah malas.


"Kandunganmu sudah berapa bulan, Nai?" tanya Arumi sembari memperhatikan perut Naila yang sudah membesar.


"Udah tujuh bulan, tinggal nunggu dua bulan lagi," jawab Naila, ia tersenyum sambil mengelus perutnya.


"Wah! Bakal tambah rame, ya keluarga kecil kalian," ucap Arumi.


Arumi memperhatikan Adnan yang hanya terdiam dan sesekali mengajak si kembar bicara tanpa ingin ikut berbincang bersama Keanu dan Naila.


"Begitulah dan aku sangat bahagia akhirnya aku bisa memiliki sebuah keluarga yang utuh. Aku, Naila dan anak-anakku," sela Keanu.


Beberapa jam kemudian,


"Kami pamit dulu, ya. Maaf karena sudah mengganggu waktu kalian," ucap Naila.


"Tidak apa, malah sebaliknya. Aku senang karena kalian sudah bersedia mengunjungi kami. Sering-sering jengukin Tante sama Om, ya!" ucap Arumi sembari mencium pipi si Kembar secara bergantian.


"Oke, Tante," sahut si Kembar secara bersamaan.


Setelah keluarga kecil Keanu pulang, Arumi segera menghampiri Adnan yang masih terdiam diruang utama sambil menatap kedua kakinya.


"Mas ... Mas, kenapa?" tanya Arumi sembari duduk disamping Adnan.


"Tidak apa-apa," sahut Adnan, singkat dan jelas.


"Lalu, kenapa Mas diam saja? Kasihan Keanu dan Naila, mereka sudah bersedia berkunjung kesini hanya untuk mengunjungi Mas, tetapi Mas malah tidak mempedulikan mereka."


Adnan menghembuskan napas berat kemudian menatap Arumi lekat.


"Sebagai seorang Suami, aku merasa benar-benar tidak berguna, Arumi. Kamu lihat, disaat kamu dalam kesusahan, aku bahkan tidak bisa berbuat apa-apa untukmu," tutur Adnan.


"Kenapa Mas Adnan berkata seperti itu?" tanya Arumi heran, karena sudah lama Adnan tidak pernah lagi mengeluhkan kekurangannya. Namun, hari ini keluhan itu kembali mencuat dari bibirnya.


"Tadi, ketika kamu jatuh, malah Keanu yang membantumu. Sedangkan aku? Aku hanya bisa diam sambil memperhatikan kalian," sahut Adnan sembari membuang muka dari Arumi.


Arumi terkekeh mendengar penuturan Suaminya itu. "Mas Adnan cemburu, ya?!" goda Arumi.

__ADS_1


Adnan salah tingkah ketika Arumi menggodanya. "Tidak! Siapa yang bilang aku cemburu. Aku hanya merasa sedih dengan keadaanku yang cacat ini," sahut lelaki itu.


"Mas, kalau kamu cemburu, katakan saja yang sebenarnya. Aku malah bahagia kok, kalau Mas Adnan cemburu kepadaku," tutur Arumi sambil tersenyum hangat kepada Adnan.


"Kenapa begitu?" tanya Adnan.


"Kalau Mas Adnan cemburu, itu artinya Mas Adnan benar-benar mencintaiku. Dan hal itu membuat aku benar-benar bahagia, Mas!" seru Arumi sembari memeluk tubuh Adnan dari samping.


Akhirnya Adnan luluh. Ia tersenyum sembari mengelus lengan Arumi yang sedang memeluk tubuhnya.


"Ya, Arumi. Aku cemburu ketika melihat dirimu begitu dekat dengan Keanu. Aku sangat kesal dan ingin sekali menghampiri lelaki itu lalu memakinya karena sudah berani menyentuh tubuhmu," tutur Adnan.


"Aku mencintaimu, Arumi sayang!" ucap Adnan sembari melabuhkan sebuah ciuman hangat di pipi Arumi.


"Aku juga, Mas! Aku tidak akan pernah berhenti untuk mencintaimu," sahut Arumi.


. . .


Dua bulan kemudian, di Rumah Sakit XX.


Naila memperhatikan Suaminya dengan wajah heran. Sikap cemas yang ditampakkan oleh Keanu seolah Naila sedang mengalami pembukaan seperti saat pertama kali ia melahirkan.


"Kamu kenapa, Hubby?" tanya Naila dengan kedua alis yang saling bertaut.


"Mengajarimu cara menghembuskan napas dengan baik, agar kamu tidak panik seperti dulu. Aku takut, Sayang. Aku agak trauma dengan kejadian beberapa tahun yang lalu," sahut Keanu dengan wajah cemas menatap istrinya.


Naila terkekeh pelan sembari mengelus lembut wajah Keanu. "Kamu tenang saja, Hubby. Kali ini tidak akan terjadi apa-apa kepada Naila, percayalah!" sahut Naila.


Keanu menatap lekat kedua bola mata nan indah itu. Tak ada sedikitpun kecemasan yang terpancar dari matanya. "Seandainya aku bisa berpura-pura untuk tidak cemas, maka aku akan melakukannya, Beb. Tapi kali ini, aku benar-benar tidak bisa untuk berpura-pura bahwa aku tidak cemas," tutur Keanu.


"Oh, Hubby. Aku benar-benar jatuh cinta padamu," seru Naila sambil memonyongkan bibirnya.


"Jangan macam-macam, Sayang! Jangan sampai aku melahapmu disini. Apalagi setelah ini, aku akan berpuasa untuk beberapa beberapa minggu kedepan," kesal Keanu.


Naila pun terkekeh mendengar ucapan Suaminya. Dan tepat disaat itu, Dokter yang akan menangani operasi Naila kali ini tiba di ruangannya.


"Bagaimana, Nona Naila, sudah siap?" tanya Dokter seraya menghampiri Naila.

__ADS_1


"Tentu saja, Dok. Saya sudah siap! Sangat siap," sahut Naila yakin.


"Dok, saya mohon dengan sangat, tolong utamakan keselamatan Istri saya," lirih Keanu dengan tatapan sendu menatap Dokter.


Dokter itu tersenyum sembari menepuk pundak Keanu dengan lembut. "Tentu saja, Tuan. Keselamatan Pasien adalah prioritas utama kami," sahut Dokter.


"Sayang, kamu tenang saja, ya! Jangan cemas, cukup doakan keselamatan aku dan bayi mungil kita," tutur Naila.


Naila pun akan segera dibawa ke ruang Operasi. Ketika Naila masih di lorong menuju ruangan itu, Tante Mira baru saja tiba disana sembari berlari kecil dengan wajah panik.


"Keanu, maaf Tante terlambat. Tante terjebak macet dan sampai sekarang pun mobil Tante masih terjebak disana," ucap Tante Mira sambil berjalan disamping Keanu.


"Tidak masalah, Tante. Yang penting Tante sudah bisa hadir disini untuk memberikan support untuk Naila," sahut Keanu.


"Ehm, ngomong-ngomong Tante naik apa kesini, bukankah mobil Tante sedang terjebak macet?!" tanya Keanu.


"Tante naik ojek, hhhh ..." sahut Tante Mira.


Akhirnya mereka tiba didepan ruang operasi. Dokter dan beberapa Perawat mendorong Bed Naila masuk kedalam ruangan.


"Naila sayang, semangat ya!" ucap Tante Mira seraya melambaikan tangannya kepada Naila.


"Terima kasih banyak, Tante," sahut Naila, ia tersenyum sambil melambaikan tangannya kepada Tante Mira.


"Tante, aku masuk dulu, ya. Doakan Naila dan bayi mungilku selamat," ucap Keanu dengan mata berkaca-kaca menatap Tante Mira.


"Tentu saja, Keanu. Doa Tante selalu menyertainya," sahut Tante Mira.


Keanu pun segera menyusul Naila dan kini tinggallah Tante Mira sendirian disana. Namun, selang beberapa saat, datanglah beberapa orang Bule ke Rumah Sakit dengan wajah cemas. Mereka saling bicara dengan bahasa mereka.


Tante Mira memperhatikan Bule-bule tersebut dan ternyata diantara mereka ada si Kembar Danish dan Danisha. Setelah dilihat secara seksama, ternyata mereka adalah keluarga besar Keanu yang sengaja datang kesana untuk menyambut salah satu anggota keluarga baru mereka.


"Oma!" seru Danish dan Danisha sambil berlarian menuju Tante Mira.


"Oh, Sayang!" Tante Mira pun segera memeluk dan mencium kedua cucunya itu.


...***...

__ADS_1


__ADS_2