Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Bab 22


__ADS_3

Perlahan, Danish meraih wajah gadis itu. "Aku mencintaimu, Nazia," bisiknya sebelum lelaki itu mendekatkan bibirnya ke bibir Nazia.


Nazia membulatkan matanya ketika Danish mulai meraih bibir merah mudanya kemudian melumaatt nya dengan lembut. Tidak cukup sampai disitu, Danish mulai menautkan lidahnya dengan lidah istrinya.


Ini pertama kalinya bagi Nazia melakukan ciuman se'ekstrim itu. Ia kelimpungan dan tidak tahu bagaimana cara membalasnya. Namun, seiring rasa, ia mulai bisa membalas kecupan demi kecupan yang diberikan oleh Danish.


Tangan Danish mulai menyusup ke dalam pakaian Nazia. Ia meletakkan tangannya pada sebuah bulatan besar milik Nazia yang masih terbungkus. Sambil meremass bulatan itu, Danish menjamah leher jenjang milik Nazia dengan bibirnya. Meninggalkan tanda-tanda merah disana.


"Ehmm ..."


Gadis itu mulai mengeluarkan suara desahann yang membuat Danish semakin bersemangat melakukan sesuatu yang lebih dari itu. Perlahan Danish merebahkan tubuh Nazia dan membenarkan posisinya.


Ia tersenyum kepada Nazia yang kini wajahnya terlihat merona. Danish melepaskan pakaian yang dikenakan oleh gadis itu dan nampaklah dua buah bulatan besar yang masih terbungkus kain berlapis busa dengan warna merah muda.


Danish sudah tidak sabar ingin melihat bulatan itu, ia melepaskan kain berlapis busa tersebut kemudian melemparkannya ke sembarang arah. Hingga akhirnya, bulatan itu terpampang jelas di hadapannya dan siap di mainkan.


Tanpa pikir panjang, Danish melumaatt puncak bulatan besar, berwarna merah muda tersebut secara bergantian sambil memainkannya dengan tangan.


Berkali-kali Nazia meronta bahkan kini tangannya tanpa sadar mengacak rambut Danish. Ia merasakan kenikmatan yang luar biasa, yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya dan ia sangat bersyukur karena ia melakukannya bersama Danish. Bukan bersama Aditya, lelaki yang tidak bertanggung jawab itu.


Tangan nakal Danish mulai menjamah ke bagian area pribadi gadis itu. Ia melepaskan rok dan kain tipis yang dikenakan oleh Nazia hingga akhirnya gadis itu polos. Wajahnya makin merona karena tangan Danish mulai bermain di sana hingga tubuhnya semakin menegang.


"Ehmmm," Desahann itu kembali keluar dari bibir Nazia dan membuat Danish tersenyum puas.

__ADS_1


Setelah merasakan area pribadi gadis itu sudah siap untuk diserang, Danish segera menghentikan aksinya kemudian menatap lekat kedua bola mata indah milik Nazia.


"Kamu siap?" tanyanya dengan wajah serius.


Dengan wajah merona, Nazia menganggukkan kepalanya dengan cepat, karena sejak tadi ia memang menunggu saat-saat mendebarkan ini. Danish melepaskan handuk yang masih menutupi area pribadinya. Ketika handuk itu terlepas, nampaklah senjata milik Danish yang berukuran besar serta panjangg.


Nazia membulatkan matanya ketika ia tidak sengaja melihat benda itu. Apalagi benda itu sudah menegang dan siap menerobos gawangnya. "Ya, Tuhan!" gumam Nazia sambil mengigit bibir bawahnya. Ia merasa ngeri ketika membayangkan benda sebesar itu masuk ke area pribadinya yang masih sempit.


"Pelan-pelan ya, Mas," lirih Nazia sembari mengalungkan tangannya ke leher Danish yang kini sudah berada di atas tubuhnya.


"Ya, aku akan melakukannya dengan perlahan." Danish melabuhkan sebuah ciuman hangat di kening Nazia kemudian mulai mengarahkan senjatanya ke area pribadi gadis itu.


Perlahan Danish menghentakkan tubuh dan mendorong senjatanya masuk kedalam lorong yang masih sempit itu. Baru saja bagian ujungnya yang berhasil masuk, Nazia sudah memucat sambil menggigit bibir bawahnya menatap kedua bola mata Danish.


Lagi-lagi Nazia menganggukkan kepala. Walaupun terasa sakit, tetapi rasa gejolak di jiwanya semakin bergelora dan penasaran dengan aksi senjata milik suaminya.


Danish kembali tersenyum dan tanpa aba-aba, ia memasukkan senjatanya dengan cepat hingga berhasil membobol pertahanan gadis itu. Tubuh Nazia bergetar hebat ketika senjata Danish berhasil memasuki area pribadinya yang sempit.


Melihat Nazia yang meringis menahan sakit, Danish pun merasa iba. Ia memeluk gadis itu dengan erat sembari mencoba menenangkannya. "Apa aku harus menghentikannya?" bisiknya.


Nazia menggelengkan kepalanya perlahan, "Lanjutkan saja, Mas."


Danish kembali bersemangat setelah mendapatkan lampu hijau dari istrinya. Perlahan, ia menarik pinggulnya sambil memperhatikan ekspresi Nazia saat itu. Gadis itu masih meringis, tetapi setelah beberapa saat akhirnya ia mulai terbiasa.

__ADS_1


Danish pun semakin mempercepat gerakan pinggulnya, turun dan naik. Tak lupa, ia juga memainkan kedua buah bulatan besar milik Nazia dengan bibirnya. Des*han demi des*han keluar dari bibir Nazia, hingga akhirnya Danish pun mulai menegang. Ia melepaskan benihnya kedalam 'palung mariana' milik Istri Nazia.


Dengan napas terengah-engah, Danish menjatuhkan dirinya disamping Nazia yang juga dalam keadaan sama. Mereka saling melempar senyum karena akhirnya mereka berhasil melakukannya.


"Terima kasih, Nazia. Aku mencintaimu," ucap Danish sembari mengelus lembut pipi gadis itu.


"Sama-sama, Mas! Tapi, sepertinya aku harus ke kamar mandi," sahut Nazia.


"Baiklah,"


Danish bangkit kemudian membopong tubuh polos Nazia dan membawanya memasuki kamar mandi.


"Mas, Zia bisa sendiri, kok," ucap Nazia sambil menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Danish.


Danish tidak menjawab, ia hanya tersenyum sambil terus melangkahkan kakinya hingga mereka berada didalam kamar mandi. Setelah Danish menurunkan tubuhnya, Nazia segera meraih Jet Shower genggam dan membersihkan area pribadinya dengan benda itu. Awalnya Nazia terlihat malu-malu karena Danish tak henti memperhatikan tubuh polosnya.


"Mas, jangan lihat Nazia seperti itu. Zia malu," lirihnya sambil memalingkan tubuh polosnya dari Danish.


Bukannya menjauh, Danish malah menghidupkan shower dari atas kepala Nazia hingga tubuh polos itu basah kuyup.


Danish menghampiri istrinya yang terlihat begitu menggoda di bawah pancuran air. Ia meraih tubuh polos itu kedalam pelukannya dan kembali ******* bibir merah muda itu. Kali ini gadis itu tidak diam, ia juga mulai berani membalas apa yang dilakukan oleh suaminya.


...***...

__ADS_1


Udah ya, travelling aja sendiri deh 😆😆😆


__ADS_2