
"Danisha, maafkan Ibu," lirih Bu Wijaya sambil terisak.
Danisha meminta Rey untuk mendekatkan Bu Wijaya kepadanya dengan bahasa isyarat.
Rey mengerti apa maksud Danisha. Ia menghampiri Ibunya kemudian mendorong pelan kursi roda Bu Wijaya ke tepian tempat tidur, dimana Danisha masih terlihat lemah.
"Nisha, maafkan Ibu ya, Nak." Bu Wijaya menyeka air matanya sambil menatap sendu kepada Danisha.
Danisha meraih tangan Bu Wijaya dan mengelusnya dengan lembut. "Nisha juga minta maaf, Bu. Karena selama ini Nisha selalu membuat Ibu marah dan merasa kesal."
"Tidak, Nak. Tidak ... kamu tidak pernah salah. Ibu lah yang bodoh, yang sama sekali tidak pernah memikirkan bagaimana perasaanmu. Mulut Ibu yang jahil ini terus saja menyakiti perasaanmu," sahut Bu Wijaya dengan air mata yang masih membasahi kedua pipinya.
"Sudah, sudah! Sebaiknya kita lupakan saja semua itu. Sekarang, lebih baik kita fokus pada kehamilan Danisha dan terus berdoa agar bayinya tumbuh sehat dan sempurna. Begitupula untukmu, Nisha. Semoga kamu selalu sehat," sela Naila.
"Ya, Mami benar," sahut Danisha.
. . .
Beberapa bulan kemudian.
"Apa! Ya, ya ... tahan sebentar, Key. Mami akan segera kesana."
Dengan wajah panik, Naila menutup panggilan dari Keyla kemudian bergegas menuju kamarnya. Tidak berselang lama, Naila kembali dengan sebuah dompet di tangan. Ia kembali menuju ruang utama dan menemui sang suami yang masih belum tahu kabar tentang Keyla.
"Hubby, cepat! Kamu mau ikut atau tidak?"
"Kemana, sih?" tanyanya sambil menggaruk kepalanya yang sudah dihiasi rambut-rambut berwarna putih.
"Ke Rumah Sakit, Hubby. Katanya Keyla mulai merasakan mulas di perutnya dan dia membutuhkan kita sekarang," ucap Naila.
"Benarkah? Kenapa tidak bilang dari tadi!" pekik Keanu.
"Ah, sudahlah jangan dibahas lagi. Sebaiknya kita cepat berangkat!"
Naila meraih tangan Keanu kemudian menuntunnya menuju halaman depan.
"Pak Ahmad, cepat antar kami ke Rumah Sakit Bersalin XX," titah Naila.
"Baik, Nyonya."
Dengan tergesa-gesa, Pak Ahmad menghampiri Keanu dan Naila kemudian melakukan tugasnya, mengantarkan mereka menuju Rumah Sakit untuk menjenguk Keyla, putri bontot pasangan itu.
Setibanya disana, ternyata benar. Keyla sedangΒ berbaring di tempat tidur pasien dengan wajah memucat. Naila segera menghampiri Keyla kemudian mengelus puncak kepalanya dengan lembut.
__ADS_1
"Kamu baik-baik saja, Nak?"
"Ya ampun, Mami! Aku takut," ucap Keyla sembari memeluk tubuh Naila.
"Ish, tidak apa. Percayalah kamu akan baik-baik saja," jawab Naila.
Tepat disaat itu pasangan Arumi dan Adnan pun tiba. Mereka pun tidak kalah paniknya setelah mendengar bahwa Keyla sudah mulai merasakan mulas pada perutnya.
"Bagaimana kondisi Keyla sekarang?" tanya Arumi kepada Ardhan yang sedang mengunggu di luar ruangan karena saat ini ada Ibu mertuanya yang sedang menemani Keyla.Β
"Sebenarnya baru bukaan satu, Mah. Tapi ya ... begitulah."
Ardhan bingung bagaimana cara menjelaskan hal itu kepada kedua orang tuanya. Keyla paling takut sakit, jangankan melahirkan, malam pertama saja Keyla sudah hampir pingsan karena ketakutan. Dan yang lebih mengerikan lagi, Ardhan bahkan sempat kena tendangan maut dari istrinya itu.
"Semoga lahirannya lancar sama seperti Adriela," ucap Arumi dengan wajah cemas.
Detik demi detik pun berlalu dan tak terasa Keyla pun akhirnya berjuang untuk melahirkan generasi penerus Ardhan.
"Aduh, Mih! Rasanya aku mau mati!" ucap Keyla sembari menahan sakitnya kontraksi.
"Jangan berkata seperti itu, Key. Tidak boleh ... Kak Nazia aja masih hidup kok, padahal anaknya kembar. Masa kamu kalah, padahal babymu cuma satu, bertahanlah!" sahut Naila sambil terus menyemangati Keyla yang sepertinya sudah mulai putus asa.
"Tapi, ini sakit sekali!"
"Ya, seperti itulah perjuangan seorang Ibu, Nak. Setiap wanita yang pernah melahirkan juga merasakan hal yang sama," tutur Naila seraya mengelus puncak kepala Keyla.
"Percayalah pada Mami, Nak. Kamu pasti bisa!" bisik Naila.
Keyla pun mulai mengejan sesuai dengan instruksi dari Dokter sebelumnya dan ...
"Oeekkk ... oeekkkk ...."
"Ah, akhirnya! Terima kasih, Tuhan!" gumam Naila sambil menitikkan airmata.
"Kamu dengar suara tangisnya, Nak? Indah, bukan?" lanjutnya.
Keyla si gadis tomboy itu akhirnya menangis. Ia begitu terharu mendengar suara tangisan pertama bayi mungilnya.
"Ya, Mih ... indah sekali. Rasa sakit itu terbayar dengan mendengar suara tangisnya," lirih Keyla.
"Huh, akhirnya! Selamat ya, Nona Keyla. Bayi Anda laki-laki dan lihatlah, dia sangat tampan." Dokter lega karena akhirnya drama melahirkan Keyla berakhir dan sekarang bayi laki-laki tampan itu lahir dengan selamat tanpa kurang apapun.
Naila dan Keyla tersenyum puas. Mereka sangat bahagia. Begitupula orang-orang yang sedang berada di luar ruangan itu. Mereka tidak kalah bahagianya. Arumi, Adnan, Ardhan dan Keanu.
__ADS_1
"Syukurlah, terima kasih Tuhan karena sudah mendengarkan doa-doa kami," ucap Arumi dengan mata berkaca-kaca.
Ardhan bergegas memasuki ruangan itu setelah mendapat izin dari Keyla dan Dokter. Keyla sengaja tidak membiarkan Ardhan berada di dalam ruangan itu menemaninya. Ia takut tidak bisa menahan emosinya kemudian melampiaskannya kepada sang suami.
Mata Ardhan berkaca-kaca saat melihat putra pertamanya yang sedang berada di atas tubuh keyla untuk melakukan IMD. Bayi tampan itu terlihat bersemangat menuju asi pertamanya.
"Lihatlah, Mas. Bayi kita sangat tampan!" seru Keyla sambil tersenyum ketika Ardhan mendekat padanya.
Setelah Ardhan masuk, Naila memilih keluar untuk menemui sang suami. Ia menemui Keanu kemudian berpelukan dengan erat.
"Kita jadi Oma dan Opa lagi, Hubby."
Keanu tersenyum lega kemudian mencium puncak kepala Naila. "Terima kasih banyak, Naila. Tanpa kamu, tidak mungkin aku sampai di titik ini. Karena kamu, akhirnya aku bisa menjadi seorang Ayah dan juga Opa untuk anak dan cucu-cucu kita."
Naila mendongak sambil tersenyum hangat. "Sama-sama, Hubby."
Alhamdulillah, cerita Naila dan Keanu berakhir. Semua sudah bahagia, tidak ada konflik lagi yang akan menghiasi kehidupan mereka semua. Sebenarnya jujur, Author sedih harus berpisah dengan keluarga besar Naila dan Keanu, tapi ... harus bagaimana lagi πππ.
Naila dan Keanu
Arumi dan Adnan
Danish dan Nazia
Danisha dan Reyhan
Keyla dan Ardhan
Adriela dan Aditya
Terima kasih sebanyak-banyaknya Author ucapkan untuk semua pembaca Naila dan keluarga besarnya. Tanpa kalian semua cerita ini tidak ada apa-apanya.
Terima kasih atas semua dukungannya, vote, like, komentar, gifs, masukkan, kritikan dan semua-semuanya. Pokoknya Author tidak bisa berkata apa-apa lagi selain terima kasih kepada kalian semua. Maafkan karena Author tidak bisa balas komen kalian satu-persatu karena hp Author suka ngelag.
__ADS_1
Author sayang kalian ... πππ