
Akhirnya, hari yang begitu dinantikan oleh keluarga besar Keanu pun tiba. Dimana Nazia dan Danish kembali menjadi Raja dan Ratu sehari. Namun, kali ini acaranya begitu mewah. Berbanding terbalik dengan acara pernikahan mereka saat pertama kali. Begitu sederhana dan tertutup.
Nazia terlihat begitu cantik dan nyaris tanpa cela. Ia menggunakan gaun pengantin pilihan Naila, warna silver selaras dengan Tuxedo yang sedang dikenakan oleh Danish.
Mareka nampak serasi ketika duduk di pelaminan. Senyuman hangat tiada terlepas dari bibir keduanya menyambut kedatangan ribuan tamu.
Tidak ketinggalan, pasangan Arumi dan Adnan yang baru saja tiba di sana. Mereka dan kedua anaknya segera bergabung bersama tamu lainnya, menyantap berbagai hidangan yang sudah tersusun di atas meja.
"Nah lo, Ardhan. Kapan giliranmu? Mama sudah tidak sabar ingin menimang cucu lo," goda Arumi kepada anak sulungnya.
Adnan dan Adriela, adik perempuan Ardhan terkekeh pelan mendengar penuturan Arumi.
"Hayo loh, Kak. Ditanyain tuh," sela Adriela.
"Nanti, jika saatnya sudah tiba," sahut Ardhan tanpa ekspresi apapun.
"Haii, Om, Tante, Adriela dan ...." Keyla ikut duduk di samping Ardhan dengan wajah semringah. "My King, Adrhan," sambungnya dengan nada yang lebih rendah dan hanya Ardhan yang mendengar ucapan Keyla.
Seperti biasa lelaki itu dengan wajah dingin menatap Keyla yang cengengesan. Karena besar di lingkungan yang sama, Keyla sudah terbiasa dengan sikap dingin Ardhan.
"Dimana Danisha?" tanya Arumi kepada Keyla yang tidak bosan-bosan menatap wajah Ardhan.
"Biasalah, Tante. Dia sedang bersama calon suaminya yang tampan itu," jawabnya .
"Dokter Rayhan?"
"Ya, siapa lagi. Mereka juga sedang sibuk mengurus persiapan pernikahan mereka."
"Tuh, kan! Tidak lama lagi, Danisha juga bakal naik pelaminan. Kamu kapan, Dhan?" celetuk Arumi.
__ADS_1
Sementara itu,
"Mari!" Aditya membukakan pintu mobilnya untuk Helen sambil tersenyum. Ia memperhatikan penampilan kekasihnya itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. 'Perfect' itulah kata yang pas menurut Aditya.
Dengan wajah malas, Helen masuk kemudian duduk di samping Aditya yang akan mengemudikan mobilnya. Sebenarnya Helen sangat malas menghadiri acara pernikahan Big Bossnya itu. Namun, Aditya terus memaksanya agar ia mau datang bersama dirinya.
"Kamu kenapa, Sayang? tanya Aditya sambil terus memperhatikan wajah kusut Helen.
"Tidak apa-apa, sebaiknya cepat. Setelah selesai mengucapkan selamat kepada Tuan Danish, kita segera pulang. Aku males lama-lama berada disana. Apalagi kedua orang tuamu juga berada disana, 'kan?" sahutnya ketus.
"Ok, baiklah kalau begitu." Aditya meraih tangan Helen kemudian menciumnya sambil tersenyum.
Tidak berselang lama, merekapun tiba didepan kediaman Tuan Keanu. Ternyata tamu sudah berjibun dan berkumpul di tengah-tengah acara pesta. Aditya menuntun Helen memasuki ruangan itu dengan rasa bangga. Sedangkan wanita itu terus menekuk wajahnya.
Jika Helen dan Aditya baru saja tiba, Pak Dodi dan Bu Radia sudah lama tiba di sana. Mereka memperhatikan pasangan pengantin yang tengah berbahagia itu dari kejauhan.
"Bagaimana, Yah? Apakah kita harus menyapa mereka? Jujur, Ibu sangat malu, Yah," tutur Bu Radia dengan wajah sendu menatap Sang Suami.
Pak Dodi menuntun Bu Radia menghampiri pasangan pengantin yang tengah asik menyambut para tamu. Nazia sempat terkejut, ia tidak menyangka bahwa Pak Dodi dan Bu Radia juga hadir di acara pernikahan mereka.
"Bukankah itu Pak Dodi dan Bu Radia?" tanya Nazia kepada Danish.
"Ya."
Tepat disaat itu, kedua orang tua Aditya sudah berada tepat di hadapan mereka. Mata Bu Radia berkaca-kaca menatap wajah Nazia. Ia meraih tangan Nazia kemudian menggenggamnya dengan erat.
"Selamat ya, Nazia. Semoga kalian selalu bahagia hingga maut memisahkan kalian."
"Amin," sahut Danish dan Nazia bersamaan.
__ADS_1
"Terima kasih, Bu. Sudah bersedia datang di pesta pernikahan Nazia," ucap Nazia.
"Sama-sama, Nak."
Setelah mengucapkan itu, Pak Dodi dan Bu Radia pun segera berlalu karena tamu lain sudah menunggu antrian untuk mengucapkan selamat kepada Nazia dan Danish.
Di kejauhan, Aditya melihat Ayah dan Ibunya baru saja selesai mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin. Ia begitu penasaran dengan sosok wanita yang sudah berhasil mencuri hati Big Bossnya itu.
"Kemarilah," ajak Aditya sembari menuntun Helen menuju pelaminan.
Banyaknya tamu yang mencoba mengucapkan selamat kepada pasangan itu, Aditya tidak dapat melihat wajah Nazia dengan jelas dari kejauhan. Padahal begitu banyak foto preweed Nazia dan Danish terpampang di area pesta, tetapi entah mengapa Aditya sama sekali tidak menyadarinya.
Kini, Aditya dan Helen berdiri tak jauh dari pelaminan Danish dan Nazia. Dari tempat itu, mereka dapat melihat dengan jelas wajah tampan dan cantik pasangan pengantin tersebut.
"Ternyata wanita itu memang cantik. Pantas saja Tuan Danish tergila-gila padanya," ucap Helen dengan wajah malas menatap pasangan yang tengah berbahagia itu.
Aditya pun turut memperhatikan pasangan itu dan akhirnya ia menyadari siapa sosok yang sedang berdiri disamping Danish.
"Na-Nazia?!" pekik Aditya dengan mata membulat menatap wanita itu dari bawah podium.
"Ti-tidak mungkin! Ini tidak mungkin," ucapnya terbata-bata.
Aditya begitu shok, detak jantungnya berpacu dengan cepat dan tubuhnya terasa panas dingin. Helen memperhatikan ekspresi Aditya saat itu dan ia merasa bingung.
"Aditya, kamu kenapa? Apa kamu mengenali wanita itu?" tanya Helen.
Aditya begitu shok, ia bahkan tidak mampu menjawab pertanyaan helen.
...***...
__ADS_1
Maaf baru bisa UP ya, Readers. Soalnya Author lagi kena biduran. Kerjanya cuma garukan, setelah dikasih obat, eh malah molor 😂😂😂