Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Bab 62


__ADS_3

"Aduh, Ardhan. Kenapa kakimu jadi seperti ini?" tanya Arumi sembari memeriksa kaki anak lelakinya itu.


"Tidak apa-apa, Mah. Ini sudah biasa untuk pemula sepertiku," sahut Ardhan sambil tersenyum kecut.


Arumi hanya menggelengkan kepalanya pelan. "Ada-ada saja."


"Oh ya, Dhan. Sebentar lagi Adriela akan dilamar oleh kekasihnya. Mungkin acaranya akan diadakan setelah pesta pernikahan Danisha nanti," ucap Arumi sambil tersenyum menatap Ardhan.


"Benarkah? Aditya, 'kan?!" tanya Ardhan dengan wajah serius menatap Arumi.


Arumi menganggukkan kepalanya. "Ya, Aditya. Mama sangat senang karena ternyata Aditya benar-benar serius menjalin hubungan bersama Adriela."


Ardhan tersenyum simpul dan sebenarnya dia pun ingin menyampaikan sesuatu kepada Arumi saat ini. "Mah, boleh aku bicara sesuatu?" tanya Ardhan.


Arumi menautkan kedua alisnya.


"Tentu saja, Nak. Bicara apa? Katakan saja," ucap Arumi sembari mengelus wajah Ardhan dengan lembut.


"Mah, aku ingin melamar Keyla."


"Apa, kamu serius?!" pekik Arumi dengan mata membulat sempurna.


"Ya, Mah. Ardhan serius."


"Ta-tapi sejak kapan kamu menyukai gadis itu?"


"Ardhan tidak tahu kapan tepatnya, tapi yang pasti keputusan Ardhan ingin melamar Keyla sudah bulat, Mah. Ardhan ingin memperistri Keyla secepatnya."

__ADS_1


Arumi tersenyum sambil menutup mulutnya dengan tangan. Ia tidak menyangka bahwa anak laki-lakinya pun sudah memikirkan masalah lamaran. Walaupun ia sedikit terkejut karena target Ardhan adalah Keyla, gadis tomboy nan cantik itu.


"Baiklah, nanti Mama coba bicarakan masalah ini kepada Tante Naila dan Om Keanu. Mama yakin, mereka pasti senang mendengarnya. Tapi ... bagaimana dengan Keyla? Apa kamu yakin dia setuju?"


Ardhan terdiam sejenak sambil terus menatap wajah cantik sang Ibu.


"Kita coba saja melamarnya, Mah. Jika nanti Keyla menolak lamaranku, ya sudah. Berarti Keyla memang bukan jodoh Ardhan," lirihnya.


. . .


Acara pernikahan Danisha pun tiba. Semua orang menyambut pernikahannya dengan sangat antusias, apalagi pasangan Naila dan Keanu.


Untuk merias wajahnya, Danisha melakukannya sendiri karena ia lebih tau bagaimana kondisi kulit wajahnya. Mana produk yang aman untuk kulitnya. Namun, untuk menghias rambut dan yang lainnya, ia serahkan kepada yang lebih berpengalaman.


Semua orang tampil cantik di hari pernikahan Danisha, termasuk bumil Nazia dan Keyla yang juga tidak ingin ketinggalan.


"Gunakan high heels-mu, Key. Biar lebih cocok," ucap Danisha yang masih duduk di depan cermin hiasnya.


"Ya, biar makin anggun gitu, Key. Masa gaun secantik itu kamu aplikasikan sama sepatu kets, 'kan gak lucu?!" gerutu Danisha.


"Ok, ok! Baiklah."


Nazia juga sedang bersiap-siap di ruangan itu sambil mendengarkan ocehan adik-adik iparnya sambil terkekeh pela. Ia menepuk pelan pundak Keyla.


"Sudah, turuti saja apa kata Kak Danisha. Lagipula Kakakmu benar, kok."


"Iya, Kak Nazia. Ini lagi di coba. Kan, sudah lama Key tidak menyentuh high heels," jawabnya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, para wanita cantik itupun selesai dirias. Nazia dan Keyla menuntun Danisha menuju pelaminannya. Ketika ketiga wanita cantik itu berjalan di tengah-tengah pesta, merekapun menjadi sorotan para tamu undangan yang berhadir di pesta itu, termasuk Ardhan.


"Nah, itu Keyla. Bukankah sejak tadi kamu nyariin dia?" goda Arumi kepada Ardhan yang berdiri di sampingnya.


Wajah Ardhan memerah menahan malu. Padahal ia tidak berkata apapun kepada Arumi, tetapi ternyata sang Ibu tahu bahwa sejak tadi ia tengah mencari keberadaan Keyla.


Setelah Keyla dan Nazia selesai menuntun sang mempelai wanita, mereka pun segera turun dari panggung kemudian menghampiri kumpulan keluarga besar mereka.


Nazia segera menghampiri sang suami sedangkan si jomblo Keyla memilih menghampiri Naila dan Keanu.


"Mah, aku menemui Keyla dulu, ya."


"Ya," jawab Arumi sambil tersenyum hangat kepada anak lelakinya itu.


Setelah meminta izin kepada Arumi, Ardhan pun segera melangkahkan kakinya. Dengan terpincang-pincang, Ardhan berjalan ke arah kumpulan keluarga besar Tuan Keanu. Ia ingin menghampiri Keyla dan mengajak gadis itu bicara.


Namun, tinggal beberapa langkah lagi menuju gadis itu, seorang lelaki yang tidak ia kenali lebih dulu menghampirinya. Ardhan menghentikan langkahnya seraya memperhatikan Keyla dan laki-laki itu dari tempatnya berdiri.


Wajah Keyla nampak sumringah menyambut kedatangan lelaki itu. Gadis itu terus mengambangkan senyuman hangatnya sambil bercengkrama dengan lelaki tampan yang sepertinya bukan orang sembarangan. Lelaki bertubuh tinggi besar dengan setelan jas ketat membuat lelaki itu terlihat semakin mempesona.


Jauh di lubuk hati Ardhan yang paling dalam, ia merasa cemburu ketika melihat kedekatan Keyla dan lelaki itu.


"Siapa dia? Apakah salah satu kerabat jauh Om Keanu?" gumam Ardhan.


"Loh, kenapa masih berdiri disini? Katanya pengen menemui Keyla," tanya Arumi dengan wajah heran menatap Ardhan yang terdiam di tempat itu.


"Tidak apa-apa, sebaiknya aku disini saja."

__ADS_1


Ardhan meraih sebuah kursi yang ada di dekatnya kemudian duduk di sana sambil terus memperhatikan gadis itu.


...***...


__ADS_2