Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Menjemput Naila


__ADS_3

Keanu melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi menuju kediaman Tante Mira. Ia tetap fokus pada setir mobilnya, tetapi hati dan pikirannya masih tertuju kepada Naila.


Pengakuan Tuan Rendra tentang siapa Naila dan Melisa yang sebenarnya membuat dirinya begitu shok. Beruntung kedua wanita itu bukanlah kakak beradik, kalau tidak, itu artinya dia sudah menikahi Adik dan Kakak sekaligus.


"Aku tidak mengerti bagaimana bisa Tuan Rendra malah memilih merawat anak orang lain daripada anak kandungnya sendiri. Dan yang lebih parahnya lagi, mengapa Tuan Rendra malah membiarkan Naila beserta Ibunya hidup dalam kemiskinan. Sedangkan dirinya dan istri pertamanya, hidup dengan bergelimang harta dan jauh dari kata kekurangan," gumam Keanu sembari memijit pelipisnya.


Setelah beberapa saat, tibalah ia didepan halaman kediaman Tante Mira. Dan seperti biasanya, para Security yang berjaga disana sudah menghadangnya didepan pagar, agar Keanu tidak bisa masuk kedalam.


"Pak, untuk kali ini saja, izinkan aku masuk! Tuan Rendra tengah dirawat di Rumah Sakit. Dan dia ingin sekali bertemu dengan Naila. Ku mohon percayalah padaku," lirih Keanu kepada kedua Security yang menghadangnya didepan pagar yang menjulang tinggi itu.


"Maaf, kami tidak bisa mengizinkan anda masuk. Sebaiknya anda tunggu disini, biarkan rekan saya yang mengatakannya kepada Nyonya Mira. Dan jika Nyonya Mira mengizinkan anda untuk masuk, baru anda boleh masuk," tutur salah seorang Security.


Keanu kesal, ia bahkan mengoncang-goncang pagar yang menjulang tinggi itu dengan kasar sembari mengumpat kepada kedua Security tersebut.


Namun, dengan santainya kedua Security itu malah saling berbincang satu sama lain tanpa mempedulikan reaksi Keanu saat itu. Mungkin saja karena mereka sudah terbiasa dengan kedatangan lelaki itu.


"Bagaimana masalah kemarin? Apa Nyonya Mira bersedia memberimu pinjaman?" tanya salah seorang dari mereka.


"Ya, iya lah! Nyonya Mira adalah Boss terbaik. Selama aku bekerja menjadi Security, hanya Nyonya Mira yang benar-benar baik. Selain baik, ia juga tidak sombong. Bahkan ia tidak sungkan mengajak kita ngobrol, 'kan?" sahut satunya lagi.


Keanu semakin kesal. Ia bahkan memutarkan kedua bola matanya ketika mendengar percakapan antara kedua Security tersebut.


"Astaga! Disaat genting seperti ini, mereka malah asik membicarakan kebaikan Tante Mira," gumam Keanu sambil memijit pelipisnya.


Sembari menunggu kedatangan Security yang sedang melapor kepada Tante Mira, kedua Security itu terus berbincang hingga akhirnya merekapun keasyikan. Keanu menggunakan kesempatan itu untuk menerobos masuk kedalam rumah mewah Tante Mira sambil berlari cepat. Kedua Security itu akhirnya menyadari apa yang dilakukan oleh Keanu dan merekapun segera mengejarnya.


Keanu masih terus berlari tanpa mempedulikan teriakan para Security yang terus mengejarnya. Ia berlari sambil memanggil-manggil nama Naila. Hingga akhirnya Keanu tidak sengaja bertabrakan dengan Naila yang baru saja keluar dari dapur.

__ADS_1


"Aw!" pekik Naila dan tubuh mungilnya hampir saja terjatuh karena bertabrakan dengan tubuh besar Keanu. Beruntung lelaki itu dengan cepat menangkap tubuh Naila.


"Tuan Keanu, untuk apa anda ..." kata-kata Naila terhenti karena Keanu langsung memotong ucapannya.


"Naila! Nai ... ku mohon dengarkan aku. Tuan Rendra sedang dirawat di Rumah Sakit! Dia baru saja mengalami kecelakaan, dan dia memintaku agar membawamu kepadanya. Dia ingin bicara padamu, Nai. Dia ingin meminta maaf atas semua kesalahannya kepadamu," tutur Keanu sambil memegang kedua pundak Naila.


Tepat disaat itu Tante Mira baru saja tiba disana bersama Security yang tadi melaporkan kedatangan Keanu. Begitupula kedua Security yang mengejar Keanu, mereka tiba disaat yang sama.


Tante Mira memerintahkan para petugas keamanan untuk segera keluar. Dan kini tatapannya tertuju kepada Keanu.


"Ada apa ini?" tanya Tente Mira


Keanu membalas tatapan Tante Mira sembari menjelaskan maksud kedatangannya.


"Nyonya Mira, saya hanya ingin mengatakan bahwa Ruan Rendra sedang dirawat di Rumah Sakit. Dan mungkin saat ini keadaannya masih kritis karena kecelakaan yang baru saja menimpanya. Dan sebelum ia kehilangan kesadarannya, Tuan Rendra meminta saya untuk membawa Naila kepadanya. Ia ingin bertemu dengan Naila, Nyonya," tutur Keanu sambil memelas.


Naila tertunduk lesu. Biar bagaimanapun jahatnya Tuan Rendra kepadanya, lelaki itu tetaplah Ayahnya. Namun, melihat ekspresi Tante Mira saat ini, Naila tidak berani membantah perkataan Tantenya itu.


Keanu menoleh kepada Naila yang terlihat sedih. Ia tahu, sebenarnya Naila ingin ikut bersamanya. Namun, karena Naila tidak berani melawan Tantenya, iapun terpaksa diam dengan wajah tertunduk menatap lantai.


"Bagaimana jika hari ini adalah hari terakhirnya, Nyonya Mira?! Anda akan berdosa karena sudah memutus hubungan antara Ayah dan Anak," ketus Keanu.


"Ayo, Naila!" Keanu menarik tangan Naila kemudian menuntunnya keluar dari kediaman Tante Mira.


"Tapi, Tuan! Tante Mira ... " tolak Naila. Naila berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Keanu. Namun, genggaman lelaki itu sangat kuat, hingga Naila tidak berhasil melakukannya.


Karena merasa Naila jalannya lambat, Keanu mengangkat tubuh Naila dan membawanya hingga menuju mobilnya tanpa mempedulikan teriakan Tante Mira yang terus memanggil mereka.

__ADS_1


"Tuan, turunkah Naila!" kesal Naila


"Tidak! Kamu terlalu lambat," sahut Keanu.


Ketiga Security yang menjaga pagar pun hanya terdiam sambil memperhatikan Keanu membopong tubuh Naila. Pemandangan romantis itu membuat mereka tidak menyadari teriakan Tante Mira yang melarang Keanu membawa keponakannya. Namun, sudah terlambat. Ketika mereka mengejarnya, Keanu sudah berhasil membawa Naila bersamanya menuju Rumah Sakit.


"Aduh! Kalian ini bagaimana, sih? Kenapa lelaki itu tidak dicegat?!" kesal Tante Mira kepada ketiga Security nya. Ketiga Security nya hanya bisa menundukkan kepala mereka sembari meminta maaf, sedangkan Tente Mira melenggang pergi menuju mobilnya.


"Pak! Cepat ikuti mobil lelaki tadi! Dia sudah membawa Naila tanpa seizin ku!" ucap Tante Mira dengan wajah cemas memasuki mobilnya.


"Baik, Nyonya!"


Sementara itu, Naila masih tidak percaya dengan kata-kata Keanu. Ia takut itu hanya akal-akalan Keanu saja.


"Tuan tidak bohong, 'kan soal Tuan Rendra? Atau ini hanya permainan Tuan saja, agar Tuan Bisa membawaku pergi dari Tante Mira?!" kesal Naila dengan tatapan penuh selidik kepada Keanu yang fokus pada mobilnya.


"Ya, ampun Naila! Aku tidak mungkin berbohong untuk hal yang seperti ini! Kalau kamu masih tidak percaya dengan apa yang aku ucapkan, kamu bisa melihat bagaimana kondisi Tuan Rendra disana!" Keanu pun tidak kalah kesal mendengar ucapan Naila.


Wajah Naila kembali sendu, ia membuang pandangannya kearah samping dan memperhatikan jalanan yang masih ramai dengan lalu lalang kendaraan bermotor. "Apa benar Tuan Rendra ingin bertemu dengan Naila?" ucap nya.


Keanu menautkan kedua alisnya setelah mendengar ucapan Naila. "Kenapa kamu bicara seperti itu, Naila? Tentu saja Tuan Rendra ingin bertemu denganmu, bukankah kamu adalah anaknya?" sahut Keanu sambil memperhatikan wajah Naila yang terlihat sedih.


"Tapi ..." ucapan Naila tertahan. Hatinya sangat sakit ketika ia ingat penolakan yang dilakukan oleh Tuan Rendra waktu itu. Padahal saat itu Naila membawa bukti yang kuat kalau ia adalah anak kandung Tuan Rendra.


"Tapi kenapa, Nai?" tanya Keanu


"Sudahlah, lupakan," sahut Naila.

__ADS_1


...***...


__ADS_2