Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Bab 26


__ADS_3

"Bagaimana, Om?" tanya Danish kepada Sid yang baru saja tiba di kediaman orang tuanya.


"Tinggal sedikit lagi, Tuan Muda. Tapi, saya janji, semuanya akan selesai tepat pada waktunya," sahut Sid yang berjalan di samping Danish menuju ruang kerjanya.


"Baguslah."


Sid terdiam sejenak. Ada sesuatu yang begitu mengganggu pikirannya selama ini dan ia ingin menanyakannya langsung kepada Danish.


"Ehm, Tuan Muda."


"Ya?!" Danish menoleh kepada orang kepercayaan Daddy-nya itu.


"Bolehkah saya bertanya sesuatu?"


"Tentu saja, tanyakan lah."


"Bukankah Aditya sekarang menjadi Assisten pribadi Anda, tapi kenapa Anda tidak meminta dirinya untuk mengurus persiapan pernikahan Anda bersama Nona Nazia?" tanya Sid penasaran.


Danish tersenyum tipis. Ia tidak mungkin menceritakan cerita yang sebenarnya kepada Sid tentang hubungan Nazia dan Aditya.


"Bukan apa-apa, Om. Aku hanya ingin dia fokus untuk urusan perusahan saja," sahut Danish.


Sementara Danish dan Sid sedang mengurus surat-menyurat pernikahannya dengan Nazia. Nazia bersama anggota keluarga lainnya sedang sibuk memilih gaun pengantin yang cocok untuknya.


Sedangkan untuk Make Up sendiri, ditangani oleh Danisha. Naila, Keyla dan Danisha sedang sibuk berdiskusi tentang gaun pengantin yang akan dikenakan oleh Nazia. Sedangkan Nazia sendiri hanya bisa tersenyum melihat kerepotan ketiga wanita di depannya.


"Menurut Keyla, ini yang bagus dan cocok untuk Kakak Ipar!" ucap Keyla sambil menunjuk salah satu foto gaun pengantin koleksi Desainer ternama itu.

__ADS_1


"Bukan! Yang ini, yang cocok, Key!" seru Danisha yang tidak mau kalah.


"Ih, itu tidak 'Wah'! Pilihan Keyla nih yang keren!" seru Keyla tidak mau kalah sama Danisha.


"Cih! Kayak yang kamu Desainer-nya aja! Penampilan kamu sendiri aja gak nyambung gitu, mana bisa diambil patokan buat milih gaun pengantin?!" kesal Danisha sambil menekuk wajahnya.


"Heh, sudah-sudah! Yang mau menikah disini, siapa? Kalian atau Nazia, sih?" kesal Naila karena kedua anak perempuannya itu berebut memilih gaun pengantin untuk Nazia.


Keanu terkekeh melihat perdebatan yang terjadi kepada para wanitanya itu. Ia menggelengkan kepalanya pelan sambil berucap kepada mereka.


"Sebaiknya, biarkan Nazia memilihnya. Yang menikah 'kan Nazia, kenapa kalian yang repot?"


"Nah, betul 'kan apa yang dikatakan oleh Daddy kalian. Nak Zia, ayo! sekarang pilih gaun pengantin yang kamu sukai," sambung Naila.


"Mami saja yang pilih, apapun pilihan Mami, Nazia pasti menyukainya," ucap Zia sambil tersenyum hangat.


Naila pun ikut tersenyum. Sebenarnya ia dan Nazia memiliki selera yang hampir sama. Karena kehidupan yang mereka sama-sama dari kalangan bawah. Sedangkan Keyla dan Danisha, mereka tidak tahu bagaimana susahnya berjuang seperti dirinya dan menantunya itu.


"Bagaimana kalau ini?!"


"Ya," jawab Nazia, Danisha dan Keyla secara bersamaan.


. . .


Beberapa hari kemudian.


Seminggu sebelum hari Pernikahan Danish dan Nazia kembali dilaksanakan. Undangan sudah selesai dicetak dan siap dibagikan. Danish membawa beberapa undangan yang akan dia bagikan kepada seluruh staff di Perusahaannya.

__ADS_1


Pagi itu, Aditya bergegas menghampiri Danish karena ia tahu bahwa hari ini Tuan Danish ingin membagikan undangan pernikahannya.


"Ini undangannya, Dit." Danish menyerahkan setumpuk undangan di hadapan Aditya. "dan salah satunya ada undangan untukmu juga kedua orang tuamu. Punya Helen pun ada disana," lanjutnya.


"Ehm, baiklah, Tuan. Saya segera membagikannya."


Aditya bergegas bangkit dari posisi duduknya dan melangkah pergi dengan membawa undangan-undangan itu setelah meminta izin kepada Danish. Sambil berjalan, Aditya memperhatikan undangan yang terlihat begitu mewah tersebut.


Walaupun undangan pernikahan itu terlihat sangat mewah, tetapi sayangnya tak ada satupun foto dari mempelai wanita maupun mempelai laki-laki. Hanya sebuah tulisan nama dan cinderamata.


"Nazia Anastasya?" gumam Aditya ketika membaca nama calon mempelai wanita.


Saat itu, di kepala Aditya langsung terbesit sosok gadis kampung yang memiliki nama yang sama seperti calon Istri dari Bossnya tersebut. Ia tersenyum sinis ketika membayangkan penampilan gadis kampung itu.


"Heh, mungkin hanya namanya yang sama. Orangnya, jelas berbeda. Mana mungkin Tuan Danish menikahi Nazia si gadis kampung itu, 'kan?! Lagipula bukankah gadis kampung itu sudah menikah dengan lelaki lain." gumamnya


"Seharusnya aku menemui laki-laki itu dan mengucapkan terima kasih banyak serta memberikan segepok uang karena sudah menyelamatkan aku dari gadis itu, hhh!" sambung lelaki itu.


Aditya menemui Helen yang sudah sibuk dengan pekerjaannya. Ia menghampiri wanita itu kemudian memberikan undangan pernikahan Danish kepadanya.


"Ini untukmu, Sayang." Aditya meletakkan undangan untuk Helen ke atas meja kerja wanita itu.


"Apa ini?" tanya Helen sambil mendongakkan kepalanya kepada lelaki itu.


"Undangan pernikahan Tuan Danish," sahut Aditya.


Setelah mengucapkan hal itu, Aditya pergi meninggalkan Helen dan mulai membagikan undangan tersebut. Sedangkan Helen, setelah Aditya pergi, ia segera meraih undangan itu kemudian memperhatikannya dengan seksama.

__ADS_1


"Nazia Anastasya, secantik apakah dirimu, hingga Danish memilihmu untuk menjadi istrinya," geram Helen dengan wajah masam menatap undangan tersebut.


...***...


__ADS_2