Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Bab 80


__ADS_3

Sudah berjam-jam Ardhan menunggu Keyla di atas tempat tidur mewahnya sambil bermain ponsel. Karena terlalu lama, Ardhan pun akhirnya merasa bosan. Ia memperhatikan jam di layar ponsel miliknya sambil bergumam ria.


"Ngapain Keyla di kamar mandi? Masa iya mandi doang butuh waktu berjam-jam?"


Ardhan bangkit dari tempat tidur kemudian melangkah menuju kamar mandi. Perlahan ia membuka pintu kamar mandi tersebut kemudian mengedarkan pandangannya ke segenap sisi-sisi ruangan.


Seperti tak ada tanda-tanda keberadaan Keyla disana, tetapi Ardhan yakin bahwa Istrinya masih berada di ruangan itu. Ardhan mulai memasuki kamar mandi sembari mencari keberadaan Keyla. Hingga akhirnya Ardhan menemukan Keyla sedang duduk di samping bath up. Gadis itu bersandar di dinding kamar mandi dengan posisi meringkuk, memeluk kedua lututnya.


"Key, apa yang kamu lakukan disini?"


Ardhan menghampiri Keyla dengan wajah cemas. Ia khawatir gadis itu kenapa-napa dan setelah diperiksa, ternyata Keyla tertidur di ruangan itu karena saking takutnya.


"Kamu kenapa, Key?" tanya Ardhan sembari menepuk-nepuk pipi Keyla yang baru terbangun dari tidurnya.


"Eh, Mas Ardhan."


Keyla tersenyum kecut ketika ia bertatap mata dengan suaminya. Keyla merasa sangat malu apalagi saat ia sadar bahwa dirinya sampai tertidur di kamar mandi. Ardhan memperlihatkan penampilan Keyla saat itu dan ia tahu bahwa Istrinya belum juga melakukan ritual mandinya.


"Belum mandi juga?"


Keyla menggelengkan kepalanya pelan. "Belum," sahut Keyla.

__ADS_1


Ardhan menghembuskan napas berat kemudian segera melepaskan pakaian yang masih melekat di tubuhnya. Mulai dari kemeja, celana kemudian pakaian dalammnya. Semuanya dilepaskan tanpa tersisa sedikitpun.


"Wah, ka-kamu mau apa?" tanya Keyla dengan terbata-bata ketika melihat tubuh polos Ardhan.


"Mau mandi lah, Key. Masa di kamar mandi mau berjemur?!"


"Oh, kirain."


"Apa? Ih, kamu pasti mikir gituan, ya? Kamu pasti udah gak sabar, ya 'kan?"


Ardhan menggoda Keyla sembari mendekati gadis tomboy yang masih shok melihat tubuh polos Ardhan. Ini benar-benar pertama kalinya Keyla melihat tubuh polos seorang laki-laki dan hal itu membuat ia merinding.


"Sini, aku bantu lepasin pakaianmu."


Ardhan melepaskan satu-persatu pakaian yang melekat di tubuh Keyla hingga menyisakan CD serta Braa yang masih menutupi dua bulatan kenyal milik Keyla. Bulu-bulu halus yang menjalar di tubuh lelaki itu berdiri setelah melihat kemolekan tubuh keyla yang sudah setengah polos.


"Kamu cantik sekali, Key."


Lelaki itu menghidupkan shower dan menuntun Keyla ke sana. Di bawah guyuran air yang mengalir deras dari shower, Ardhan mulai menjamahi tubuh istri tomboynya. Walaupun Keyla terkenal dengan sifat tomboynya, tetapi gadis itu tetap memiliki hasrat sama seperti gadis lainnya.


Beberapa kali terdengar suara desahann yang keluar dari bibir Keyla dan membuat Ardhan semakin bersemangat menjamah tubuh indah milik gadis itu.

__ADS_1


Braa yang tadinya masih melekat erat di tubuh Keyla, kini dilepaskan oleh Ardhan. Bulatan kenyal milik Keyla yang tadinya masih bersembunyi dibalik braa, kini terpampang jelas di hadapan lelaki itu.


Ardhan menyeringai karena puncak bulatan kenyal milik gadis tomboy itu nampak menantang apalagi saat ini tubuh Keyla sudah basah kuyup. Dan satu lagi yang membuat Ardhan begitu penasaran. Sesuatu yang masih di tutupi oleh CD berwarna merah muda dengan berhiaskan pita di bagian sisi-sisinya. 


Perlahan tangan nakal lelaki itu mulai menjamahi bulatan kenyal milik Keyla sambil memainkan bagian puncaknya dan meremass-remassnya. Permainan nakal yang diciptakan olehnya membuat senjata milik Ardhan bangkit tanpa diberi komando.  Junior lelaki itu sudah tidak sabar ingin meminta haknya.


"Eeuuhh ...."


Desahann itu kembali terdengar dari bibir Keyla setelah Ardhan memainkan bulatan kenyalnya dengan menggunakan bibir dan lidahnya. Sambil memainkan dua bulatan kenyal, tangan Ardhan menyasar ke bawah dan melepaskan CD berwarna merah muda tersebut.


Ardhan penasaran dan ingin menengok area sensitif milik Keyla, tetapi di tahan oleh Keyla. Keyla meraih wajah Ardhan dan mulai memberanikan diri menyerang bibir lelaki itu. Walaupun sama-sama masih pemula soal 'begituan'. Namun, naluri keduanya mengajari meraka bagaimana cara melakukannya.


Gadis tomboy serta si Es batu yang sudah mulai mencair itu, bermain panas di bawah pancuran air shower. Hingga akhirnya Ardhan memutuskan untuk mengakhiri ritual mandi ala mereka.


Setengah mengeringkan badan dan rambut mereka dengan menggunakan handuk, Ardhan kembali membopong tubuh Keyla ke tempat tidur mewah mereka.


"Ayolah, Key! Juniorku sudah berontak sejak tadi," bisik Ardhan di samping telinga Keyla.


Mendengar kata 'Junior', tubuh Keyla kembali bergidik. Bagaimana tidak, ia sempat melihat bentuk dan ukuran si junior milik Ardhan ketika mereka berada di dalam kamar mandi. Membayangkan benda besar dan panjang itu memasuki areanya yang masih sempit dan tak terjamah, membuat Keyla kembali membayangkan bagaimana rasa ngilunya.


...***...

__ADS_1


Tunggu sambungannya sebentar lagi, ya ...


__ADS_2