Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Pergi Dan Kembali


__ADS_3

"Bagaimana, Dok?" tanya Keanu sembari menghampiri Dokter yang sedang memeriksa kondisi Naila.


Dokter menggelengkan kepalanya kemudian menepuk pundak Keanu. "Maafkan kami, Tuan. Nona Naila sudah tiada."


Tante Mira kembali jatuh pingsan. Adnan pun menangis histeris setelah mendengar pernyataan dari Dokter tersebut. "Dokter, anda pasti salah, 'kan? Coba periksa sekali lagi," teriak Adnan sembari memeluk tubuh Tante Mira yang tidak sadarkan diri.


"Maafkan kami, Tuan." lirih Dokter.


Keanu pasrah. Ia menghampiri tubuh Naila yang dinyatakan Dokter sudah tidak bernyawa diatas tempat tidurnya. Lelaki itu memperhatikan wajah Naila yang terlihat pucat tetapi masih terlihat cantik. Ia tersenyum kecut sembari duduk disampingnya.


"Nai, kenapa kamu tinggalkan kami secepat ini? Kedua bayi kembar kita bahkan belum sempat merasakan hangatnya dekapan mu. Kenapa Tuhan begitu kejam, memisahkan kita disaat seperti ini, Nai?" Keanu menangis lirih. Ia meraih tangan Naila yang terasa sangat dingin kemudian menciumnya berkali-kali.


Sid pun ikut menitikkan air matanya. Ia begitu iba dengan nasib Keanu yang sangat memprihatinkan. Ini sudah kedua kalinya lelaki itu harus kehilangan Istri yang dicintainya. Bahkan dengan cara yang sama. Meninggal setelah melahirkan buah hati mereka.


"Tunggu aku disana ya, Nai. Berjanjilah padaku. Dan akupun berjanji, aku tidak akan pernah menikah lagi. Aku akan fokus menjaga dan merawat kedua bayi kita, hingga mereka tumbuh besar." lirih Keanu.


Keanu merebahkan kepalanya disamping tangan Naila. Ia terus menciumi tangan istrinya itu hingga akhirnya iapun tertidur karena kelelahan.


Sid, Dokter dan beberapa orang Perawat yang berada di ruangan itu segera keluar dan membiarkan Keanu disana untuk beberapa saat.


"Saya akan urus semuanya, Dok. Dan terima kasih banyak atas semua bantuannya," ucap Sid sembari mengulurkan tangan kepada Dokter yang selama ini menangani Naila.


"Sama-sama, Tuan."


Dokter itupun segera pergi meninggalkan Sid yang masih setia menunggu Keanu di luar ruangan tersebut.


.


.


.


"Nai, Naila! Naila tunggu," teriak Keanu.

__ADS_1


Keanu berlari kearah Naila yang siap pergi entah kemana. Ia memperhatikan wajah Naila yang terlihat sangat cantik dan berseri-seri. Naila tersenyum kemudian berbalik menghadap Keanu.


"Nai? Ku mohon jangan pergi. Tidak 'kah kamu kasihan melihat bayi-bayi kita? Kamu bahkan belum sempat melihat bagaimana wajah mereka, Nai. Mereka tampan dan cantik. Ku mohon, Nai. Tinggallah bersama kami ..." lirih Keanu dengan mata berkaca-kaca menatap Naila.


Naila masih tersenyum. Ia menghampiri Keanu kemudian melabuhkan sebuah ciuman di pipi kanan lelaki itu. "Aku sayang kalian."


Setelah mengucapkan hal itu, Naila kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Keanu sendirian ditempat itu. Keanu merasa kesal karena Naila tidak mau mendengarkan perkataannya. Lelaki itu kembali mengejar Naila dan setelah berhasil, ia meraih tangan Naila dan menggenggamnya dengan erat.


"Ternyata kamu itu bandel, Naila! Aku bilang jangan pergi ya, jangan!!!"


Keanu menarik tangan Naila dan membawanya bersamanya.


.


.


.


"Naila, Nai!!!" Keanu terbangun dari tidurnya dengan napas tersengal-sengal. Ia mencoba mengingat hal yang baru saja ia impikan.


Keanu menatap wajah Naila. Ia menautkan kedua alisnya kemudian ia kembali memperhatikan wajah istrinya itu secara seksama. Ada yang berbeda dari wajah Naila saat ini. Yang tadinya pucat pasi, sekarang terlihat lebih segar.


Keanu mencoba menyentuh wajah Naila. Namun, tangannya tertahan. Ia merasa ada yang menggenggam jari-jemarinya. Keanu semakin penasaran, ia menoleh kearah tangannya dan ternyata benar, tangan mungil Naila sedang menggenggam jari-jemarinya. Keanu seolah tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Air matanya tumpah begitu saja.


"Dokter! Dokter!!!" teriak Keanu sambil menangis haru.


Sid yang masih setia menunggu diluar ruangan, terkejut mendengar teriakan Keanu yang begitu tiba-tiba. Ia bergegas masuk kedalam ruangan itu dan segera menghampiri Keanu.


"Ada apa, Tuan?!" tanya Sid dengan wajah panik.


"Segera panggil Dokter, Sid! Cepat!!" titah Keanu tanpa melepaskan genggaman tangan Naila.


"Baik, Tuan!"

__ADS_1


Tanpa pikir panjang dan bertanya-tanya lagi, Sid segera memanggil Dokter yang bertugas menangani Naila. Tidak berselang lama, Dokter dan beberapa orang Perawat tiba di ruangan itu.


"Ada apa, Tuan?!" tanya Dokter.


"Dokter, cepat periksa bagaimana keadaan istri saya!" titah Keanu dengan air mata yang masih mengalir dikedua sudut matanya.


Dokter itu terdiam, ia merasa Keanu sedang  melantur. Melihat Dokter yang tidak bergerak sama sekali, membuat Keanu menjadi kesal.


"Dokter! Aku bilang, cepat periksa keadaan istriku! Aku rasa dia masih hidup! Apa kalian tidak lihat, ia bahkan masih menggenggam jari-jariku!" kesal Keanu dengan nada setelah berteriak.


Tatapan Dokter dan beberapa Perawat yang berada di ruangan itu kini tertuju kearah tangan Keanu. Dan mereka baru sadar bahwa apa yang dikatakan oleh Keanu itu benar adanya. Begitupula Sid, lelaki itu seakan tidak percaya melihat tangan Naila yang masih menggenggam erat jari Keanu.


Dokter dan para Perawat itupun segera memeriksa keadaan Naila. Setelah mendengar bunyi detak jantung Naila, merekapun bergegas memasangkan Infus dan lain-lainnya ke tubuh Naila.


"Oh, Tuhan! Terima kasih banyak," seru Keanu sambil terus memperhatikan Dokter dan Perawat yang masih bergelut dengan tubuh istrinya.


"Naila, Naila ..." Tante Mira masuk kedalam ruangan itu dengan tergopoh-gopoh, dengan dibantu oleh Adnan.


"Tante, Naila masih hidup," ucap Keanu sembari menghampiri Tante Mira.


Tante Mira menangis penuh haru. "Oh, syukurlah ..."


Bukan hanya Keanu dan Tante Mira yang sangat bahagia saat itu, Adnan pun tidak kalah bahagianya. Ia terus mengucap syukur atas kembalinya Naila. Padahal sebelumnya, lelaki itu benar-benar hancur. Ia ikhlas ketika Naila memilih hidup bersama Keanu. Namun, ia merasa tidak ikhlas jika Naila pergi meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.


Setelah selesai bergulat di tubuh Naila, Dokter itupun kembali menghampiri Keanu dan Tante Mira. "Ini benar-benar suatu keajaiban, Tuan. Dan semoga Nona Naila segera sadar dan bisa kembali bersama-sama kalian lagi," ucap Dokter sambil tersenyum puas.


"Terima kasih, Dok! Terima kasih banyak!" Keanu tidak sungkan memeluk Dokter itu sambil menepuk pundaknya. Begitupula Dokter itu, iapun membalas pelukan Keanu sambil tersenyum hangat.


"Sama-sama, Tuan. Ini sudah menjadi tugas saya," sahut Dokter itu.


Setelah Dokter dan para Perawat itu keluar. Keanu kembali duduk di sisi tempat tidur Naila. Begitupula Tante Mira dan Adnan, mereka masih ingin berada di ruangan itu menemani Naila sambil terus mengucapkan rasa syukur.


"Naila sayang, cepat sembuh, ya! Kedua bayi kita sudah menunggu dirimu. Mereka sudah tidak sabar ingin merasakan pelukan hangat dari Mami mereka." Keanu kembali melabuhkan ciuman ditangan Naila yang ia genggam. Saat itu Keanu kembali merasakan jari-jemari Naila yang bergerak, merespon ucapannya.

__ADS_1


Keanu kembali tersenyum sembari mengelus puncak kepala Naila.


...***...


__ADS_2