
Sebulan Kemudian.
Naila tengah bersiap. Ia terlihat sangat bersemangat hari ini. Ya, hari ini Naila akan mendaftar masuk sekolah. Ia akan melanjutkan sekolahnya sesuai dengan permintaannya dulu kepada Keanu. Keanu pun ikut senang melihat istri mungilnya begitu bersemangat.
"Sudah siap?" tanya Keanu kepada Naila yang berjalan menghampirinya sambil tersenyum manis.
"Ya, aku sudah siap, Hubby."
"Mari!" Keanu merengkuh tubuh mungil Naila dan mengajaknya masuk kedalam mobil. Namun belum sempat Naila masuk, ia malah berbalik dan kembali berlari kecil menuju kereta dorong dimana bayi-bayinya sedang menikmati pagi mereka.
"Ah, Mami pergi dulu ya, Sayang! Mami pasti sangat merindukan kalian," ucap Naila. Naila menciumi pipi kedua bayinya yang masih memerah.
"Sudah cukup, Nai! Nanti mereka nangis lagi. Sana berangkat, suamimu sudah menunggu," sahut Tante Mira. Tante Mira sengaja datang untuk menjaga kedua bayi Naila. Walaupun sebenarnya Keanu sudah menyewa jasa Baby sitter, tetapi Tante Mira tetap ingin menjaga mereka.
"Baiklah, Mami berangkat dulu. Bye Danish, Bye Danisha!"
Naila kembali berlari kecil kearah Keanu. Lelaki itu segera membukakan pintu untuk Naila kemudian iapun menyusul masuk. Sebelum mobilnya melaju, ia sempat melambaikan tangannya kepada Tante Mira yang masih berdiri di teras rumah mereka.
"Tante kasihan melihat kamu, Nai. Disaat gadis seusiamu masih sibuk dengan buku dan pena, kamu sudah sibuk dengan bayi-bayimu," gumam Tante Mira.
Mobil yang ditumpangi oleh Naila dan Keanu pun melaju memecah keramaian kota. Mereka menuju sebuah Sekolah Menengah Atas Negeri yang ternama di kota mereka.
Naila membulatkan matanya ketika memasuki gerbang sekolah. Ia terkagum-kagum ketika memperhatikan sekeliling bangunan sekolah itu. "Ya Tuhan, Hubby! Apakah aku akan bersekolah disini? Aku yakin sekali yang bersekolah disini, mereka pasti anak-anak orang kaya dan tajir melintir seperti Hubby, iya kan?" seru Naila.
Keanu dan Sid saling bertatap mata sambil tersenyum. Keanu merasa iba sekaligus lucu saat menyaksikan kepolosan istrinya itu.
Mereka terus melangkahkan kaki mereka hingga akhirnya mereka tiba di ruang Kepala sekolah. Sebelumnya Keanu sudah membuat janji kepada Kepala Sekolah untuk bertemu. Kepala sekolah itupun menyambut kedatangan mereka sambil tersenyum hangat.
Keanu menceritakan maksud kedatangan mereka kepada Kepala Sekolah. Kepala Sekolah tidak keberatan ketika mendengar Naila ingin mendaftar masuk di sekolah yang sedang ia pimpin. Namun, ketika Kepala Sekolah mendengar bahwa Naila dan Keanu adalah pasangan Suami-Istri, ia mulai mempertimbangkannya.
__ADS_1
Keanu dan Naila saling bertatap mata ketika Kepala Sekolah itu terdiam sambil berpikir keras. Naila pun sudah mulai pesimis bahwa ia akan diterima di sekolah itu.
"Jadi bagaimana, Pak?" tanya Keanu.
Lelaki paruh baya dan bertubuh besar itu mengembuskan napas berat. Wajahnya sendu ketika melihat kearah Naila dan Keanu secara bergantian.
"Maafkan saya, Tuan Keanu. Sepertinya saya tidak bisa menerima Istri anda untuk bersekolah di sekolah kami," sahut Lelaki itu.
Keanu geram, tetapi ia masih bisa menahan emosinya. "Tapi apa alasan anda menolak istri saya bersekolah di sekolah anda? Apakah ini karena dia sudah menikah dan punya anak? Aku akan membayar berapapun yang anda inginkan, sebutkan saja!" kesal Keanu lagi.
Naila meraih tangan Keanu kemudian mengelusnya dengan lembut. Keanu menoleh dan Naila pun menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"Ini bukan masalah uang, Tuan Keanu. Saya tahu, anda adalah orang kaya. Berapapun nominal yang saya sebutkan, anda pasti mampu membayarnya. Namun, ini masalahnya lain. Saya tidak berani memgambil resiko jika istri anda bersekolah disini. Yang saya pikirkan sekarang adalah bagaimana kedepannya, ketika ada salah satu murid disini yang mengetahui bahwa Nona Naila sudah menikah dan punya anak. Kemudian ia menyebar luaskan tentang status istri anda, mereka bisa saja membully istri anda, Tuan. Dan saya tidak ingin hal itu menjadi topik hangat kemudian menyeret nama baik sekolah," jelas Kepala sekolah.
Tak terasa air mata Naila jatuh. Ia memang sudah pesimis. Namun, ia tidak menyangka bahwa hatinya akan terasa begitu sakit ketika mendengar penjelasan dari lelaki paruh baya itu.
"Hubby, sudahlah." Naila meraih tangan Keanu kemudian mengajaknya keluar dari ruangan itu.
Keanu menuntun Naila dan merekapun meninggalkan lelaki itu tanpa berpamitan. Keanu sangat kesal, ia terus menggerutu disepanjang lorong, bahkan hingga memasuki mobilnya.
"Sudahlah, Hubby. Tidak apa-apa, lagipula Naila sudah pesimis bisa diterima di sekolah ini," tutur Naila. Ia mencoba memasang senyuman semanis mungkin agar kemarahan Keanu mereda.
Keanu mengembuskan napas pelan sembari merengkuh tubuh Naila. "Kita akan cari sekolah yang bisa menerimamu, Baby. Kamu tenang saja!"
Sid kembali melajukan mobilnya menuju sekolah lain. Dan ternyata Naila pun masih harus menerima kenyataan pahit, bahwa sekolah itu juga tidak bisa menerima statusnya yang sudah bersuami dan memiliki anak.
Brakkk!
Keanu membanting pintu mobilnya dengan keras. Ia tidak menyangka akan sesulit ini menemukan sekolah yang bisa menerima kondisi Naila. Ini sudah yang kelima kalinya Naila ditolak dan dengan berbagai alasan mereka menolaknya.
__ADS_1
Dan sekarang, wanita mungil itupun sudah pasrah. Keinginannya untuk melanjutkan sekolahnya seakan pupus. "Sudahlah, Hubby. Sebaiknya kita pulang saja. Mungkin memang sudah takdir Naila cuma bisa mengenyam pendidikan hingga di bangku SMP." Naila melemparkan senyuman kepada Keanu. Namun, Keanu tahu bagaimana perasaan Naila saat itu.
"Kita tidak boleh menyerah, Baby! masih ada satu sekolah lagi yang bisa kita datangi. Dan semoga saja mereka bisa menerima statusmu," ucap Keanu, lelaki itu mencoba memberikan semangat kepada Naila yang sudah putus asa.
"Ini yang terakhir ya, Hubby. Jika mereka masih menolak Naila, maka Naila memilih ambil paket C saja," sahut Naila sambil menundukkan kepalanya.
"Baiklah, ini yang terakhir." Keanu melabuhkan sebuah kecupan hangat di kening Naila sembari memeluknya.
. . .
Naila dan Keanu berdiri didepan gerbang sebuah sekolah swasta. Walaupun sekolah ini bukanlah sekolah yang terbaik, tetapi Keanu sudah tidak memiliki pilihan lagi. Naila masih pesimis bahwa ia akan diterima. Namun, tidak ada salahnya dicoba, sama seperti yang dikatakan oleh Keanu kepadanya.
"Bagaimana Baby, sudah siap?" tanya Keanu.
Naila pun menganggukkan kepalanya. Ya, dia memang harus siap menerima apapun yang akan dikatakan oleh Kepala Sekolah yang memimpin di sekolah ini.
Mereka kembali menemui seorang wanita paruh baya yang memakai kacamata tebal. Wanita itu begitu ramah menyambut kedatangan Naila dan Keanu. Ia mempersilakan mereka masuk dan duduk di ruangannya.
Tanpa basa-basi lagi, Keanu menjelaskan maksud kedatangannya. Tak lupa, ia juga menceritakan status Naila yang sebenarnya. Wanita itu sempat menautkan kedua alisnya sambil menatap wajah Naila yang sudah putus asa.
Wanita itu merasa terharu setelah mendengar penuturan Naila yang sangat ingin melanjutkan sekolahnya. Walaupun saat ini statusnya sudah menjadi istri dan Ibu dari kedua anak kembarnya.
Wanita itu menghembuskan napas berat kemudian tersenyum kepada Naila. "Baiklah, Nak Naila. Mulai besok, kamu sudah bisa mengikuti pelajaran di sekolah ini," ucap Bu Kepala Sekolah itu.
Naila senang bukan main. Ia bahkan sampai memeluk Bu Kepala Sekolah itu sambil menangis haru. "Terima kasih, Bu! Terima kasih ..."
...***...
Yang nanya kapan Naila dijadikan istri sah secara agama dan negara, harap sabar dulu ya 😆😂 Soalnya usia Naila baru jalan 17 kan, masih dibawah umur. Nanti kalo udah 19 tahun baru Naila kita sah kan menjadi Nyonya Keanu yang sesungguhnya. 😍😍
__ADS_1