
Beberapa hari sebelum hari reuni digelar, Keyla berusaha dengan keras menaklukkan sepatu Highheel bertumit runcing tersebut. Walaupun sudah berkali-kali terjatuh sampai kakinya kembali bengkak-bengkak, tetapi Keyla tidak pernah menyerah. Hingga akhirnya ia mulai mahir melangkahkan kakinya bersama benda tersebut.
Sehari sebelum hari reuni.
Danisha mendudukkan Keyla di depan cermin sambil membawa tas make upnya. Danisha sudah gatal ingin mengaplikasikan berbagai alat tempurnya ke wajah polos gadis itu. Tangan cekatan Danisha bermain dengan lihai di wajah Keyla dan setelah beberapa puluh menit kemudian, penampilan Keyla pun berubah.
Keyla membulatkan mata dengan sempurna setelah melihat penampilan barunya. Kini penampilannya berubah seratus persen.
"Ini beneran aku, Kak? Wah, cantik sekali!" seru Keyla sambil memperhatikan wajah cantiknya didalam cermin.
"Yang bilang kamu jelek siapa? Sebenarnya kamu itu cantik bahkan lebih cantik dari gadis yang kemarin di gandeng oleh si Ardhan. Hanya saja kamu perlu belajar merawat wajahmu, Key. Biar gak polos-polos amat," tutur Danisha.
"Udah penampilan gak ada feminin sama sekali, muka dibiarkan begitu saja. Lengkap semuanya," gerutu Danisha sambil merapikan peralatan make upnya kembali kedalam tas.
Keyla tersenyum kecut mendengar ucapan Danisha. Keyla sadar apa yang dikatakan oleh Kakaknya itu memang benar. Selama ini ia tidak pernah memperhatikan penampilannya sama sekali. Bahkan wajahnya pun ia rawat alakadarnya. Cukup cuci muka dan krim untuk melindungi wajahnya dari sengatan sinar matahari, sudah selesai.
"Terima kasih ya, Kak," ucap Keyla sambil meraih tangan Danisha yang sedang sibuk membereskan peralatan tempurnya dan menata benda itu kembali kedalam tas make up miliknya.
"Iya, sama-sama."
Setelah Danisha selesai me'make over Keyla hari itu, ia pun segera kembali ke kamarnya. Kini tinggal Keyla yang masih betah duduk berlama-lama di depan kaca sambil menatap bayangannya yang terlihat begitu sempurna.
__ADS_1
"Aku perlihatkan sama Kak Danish, ah! Kak Danish pasti terkejut," gumam Keyla.
Keyla segera bangkit dari tempat duduknya, kemudian melenggang dengan menggunakan Highheel yang masih terpasang dikedua kakinya. Keyla melangkah dengan sangat hati-hati menyusuri ruangan demi ruangan. Keyla tidak ingin terjatuh lagi, apalagi sampai kakinya bengkak-bengkak seperti sebelumnya.
Hingga akhirnya ia menemukan lelaki itu sedang berada di dapur. Keyla memperhatikan apa yang dilakukan oleh Danish saat itu. Ternyata Danish sedang asik memasak dengan sebuah wajan penggorengan di tangannya.
Sedangkan sang Istri hanya duduk sambil memperhatikan apa yang sedang dikerjakan oleh suaminya.
"Kak Danish lagi ngapain?" tanya Keyla sambil menautkan kedua alisnya, menghampiri pasangan itu.
Sontak saja, pasangan itu segera menoleh kepadanya. Mereka begitu shok melihat penampilan Keyla saat itu. Danish bahkan sampai menjatuhkan alat penggorengannya, beruntung telor ceplok yang baru saja ia buat sudah ia letakkan ke atas piring.
"Aw, aw, aw!" pekik Danish, mencoba menghindari wajan penggorengan yang jatuh ke lantai dan hampir saja mengenai kakinya.
"Gak kemana-mana kok, Kak. Cuma ingin tampil beda aja. Bagaimana menurut Kakak-Kakak, apa Keyla terlihat cantik sekarang?" tanya Keyla balik sambil tersenyum hangat.
Danish meletakkan wajan penggorengan ke tempatnya semula. Ia menghampiri Keyla kemudian mengajak gadis itu untuk berdiri di sampingnya.
"Kemarilah, Key!"
Danish memperhatikan penampilan Keyla dari ujung kepala hingga ujung kaki sambil menggelengkan kepalanya. Ia tidak menyangka bahwa adik tomboynya bisa tampil secantik itu. Dengan menggunakan dress pendek selutut, sepatu highheel dan rambut yang bergelombang, membuat penampilan Keyla semakin sempurna.
__ADS_1
"Kamu kesambet apa sih, Key? Kakak kok jadi takut," ucap Danish.
"Ih, Kakak!" kesal Keyla karena Danish mengatakan bahwa dirinya sedang kesambet.
"Tapi serius, Key! Kamu benar-benar cantik, beneran!" lanjut Danish.
"Benarkah? Wah, berarti perubahan Keyla berhasil, donk?"
Danish terdiam sejenak sambil menatap Keyla. Ia agak terkejut mendengar penuturan gadis itu. Danish meraih tangan Keyla kemudian mengajak gadis itu untuk duduk ke tempat semula.
"Key, sebenarnya kamu melakukan ini untuk siapa? Jujur, katakan sama Kakak. Jangan bohong, kalo bohong matamu bintitan, lo!"
"Sebenarnya-- Keyla melakukan ini karena Keyla kecewa. Ternyata cewek tipe 'Es Batu' adalah cewek yang cantik dan memiliki tubuh yang seksi. Pantas saja selama ini ia tidak pernah memperdulikan Keyla. Sedangkan Keyla jauh dari kategori cewek idamannya, Kak." lirih Keyla.
Nazia tersenyum kecut sambil mengelus lembut punggung gadis itu. "Yang sabar ya, Key."
Danish menghembuskan napas berat kemudian menggenggam erat tangan Keyla yang sedang berada di atas meja.
"Menurut Kakak, sebaiknya lupakan dia. Kamu pasti bisa menemukan seseorang yang bisa menerima dirimu apa adanya, Key. Kamu tidak perlu memaksa diri untuk berubah menjadi seseorang yang sama sekali bukan dirimu. Seandainya ia menerima dirimu karena kamu sekarang tampil cantik dan seksi, Kakak rasa cinta yang ia berikan kepadamu, bukanlah cinta yang tulus. Nanti setelah ia menemukan seseorang yang jauh lebih cantik darimu, dia pasti akan berpindah hati lagi," tutur Danish.
Keyla terdiam sambil memikirkan kata-kata yang baru saja di ucapkan oleh Danish.
__ADS_1
...***...