Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Bab 20


__ADS_3

"Istri???" pekik mereka secara bersamaan.


Melihat ekspresi mereka yang beraneka ragam membuat Nazia sedikit ketakutan. Ia segera bersembunyi dibalik punggung Danish sambil mengintip reaksi keluarga tersebut.


"Ya, ini Nazia, istri Danish," lanjut Danish.


"Ma-maksud kamu apa, Danish? Mami tidak mengerti?" tanya Naila terbata-bata sambil sesekali melirik gadis yang sedang bersembunyi dibalik punggung anaknya itu.


Bukan hanya Naila, tetapi seluruh keluarga kecilnya terlihat kebingungan. Apalagi Keyla, gadis itu bahkan sampai keselek air liur setelah mendengar pengakuan Kakaknya.


"Uhuk, air, mana air!!!" ucapnya panik.


Danisha segera meraih air minum yang ada diatas meja. Minuman itu memang sudah disediakan oleh Naila untuk menyambut kedatangan Danish dan calon istrinya.


"Ayo, cepat diminum dulu, Key!" titah Danisha kepada Adiknya itu.


Dengan tergesa-gesa, Keyla meneguk minuman yang diserahkan oleh Danisha kepadanya. Setelah merasa agak baikan, Keyla pun kembali fokus pada pasangan yang sedang berdiri di hadapan mereka.


"Ceritanya panjang, Mi. Biarlah kami duduk dan menjelaskan semuanya," tutur Danish.


"Ah, iya-iya. Mami sampai lupa mempersilakan kalian duduk. Mari, Nak. Duduklah," ajak Naila sembari meraih tangan Nazia kemudian menuntun gadis itu ke sofa mewahnya.


Setelah semua orang kembali duduk di sofa mewah tersebut, Danish pun mulai menceritakan tentang pernikahan mendadaknya bersama Nazia. Mereka begitu serius mendengarkan cerita Danish dari awal perjalanannya, hingga akhirnya ia menemukan Nazia yang putus asa karena pernikahannya yang gagal.


"Sekarang, bagaimana pendapat kalian tentang apa yang sudah Danish lakukan. Apa itu suatu kesalahan?" tanya Danish sembari memperhatikan wajah-wajah yang ada di ruangan itu.


Naila menggelengkan kepalanya dengan cepat kemudian memeluk tubuh Nazia yang duduk di sampingnya sembari menciumi puncak kepala gadis itu.

__ADS_1


"Tidak, Sayang! Apa yang kamu lakukan sudah benar. Dan Mami bangga padamu, Nak," ucap Naila kepada Danish yang duduk di samping Nazia.


"Menurut Daddy salah!" sambung Keanu dengan wajah malas menatap Danish.


Seketika semua orang menoleh kepada lelaki itu dengan tatapan heran.


"Apa maksudmu, Hubby?" tanya Naila sedikit kesal.


"Danish salah! Karena dia tidak mengundang kita ke acara pernikahan mereka, Daddy kesal!" ungkapnya sambil membuang muka.


Seluruh orang di ruangan itupun terkekeh mendengar penuturan Keanu. Naila yang tadinya sempat kesal pun akhirnya ikut tertawa mendengarnya.


"Sebagai hukuman, kalian akan melikah lagi di sini dengan acara super mewah agar laki-laki sombong yang sudah meninggalkan Nazia, menyesal karena sudah membuat malu Nazia dan juga Bi Narti!"


"Terima kasih banyak, Dad. Sebenarnya tanpa kalian hukum seperti itupun, Danish akan tetap menikah ulang bersama Nazia. Karena pernikahan kami tadi belum terdaftar di KUA," ucap Danish sambil terkekeh pelan.


"Yah, tinggal Keyla donk yang jomblo di rumah ini?!" keluh Keyla dengan wajah menekuk, Ia kesal karena Kakak-kakaknya akan segera menikah.


. . .


Sementara itu,


Bu Radia dan Pak Dodi akhirnya menemukan keberadaan Aditya. mereka bergegas menuju Apartemen Helen kemudian mengetuk pintu kamar wanita itu. Wajah Pak Dodi terlihat masam saat menatap Helen yang kini berdiri di depan pintu kamarnya begitupula Bu Radia.


"Dimana Aditya?!" tanyanya


"Di dalam," ucap Helen sembari membukakan pintu lebih lebar agar Pak Dodi bisa masuk dan melihat keadaan Aditya yang masih berada di atas tempat tidurnya.

__ADS_1


Pak Dodi dan Bu Radia segera masuk ke dalam ruangan itu. Ia memperhatikan Aditya yang kini sudah mulai sadar. Lelaki itu duduk di tepian tempat tidur Helen sambil memijit pelipisnya yang terasa sakit.


"Bagus ya kamu, Adit! Kamu tega meninggalkan gadis itu dan memilih menghabiskan waktumu bersama wanita seperti dia!" hardik Pak Dodi sambil menunjuk Helen dengan wajah memerah.


"Apaan sih, Yah?!" sahutnya sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Ia masih merasakan sakit yang amat sangar di kepalanya akibat minuman memabukkan itu.


"Apa maksudku? Kamu masih berani bertanya apa maksudku?! Apa kamu lupa kalau hari ini adalah hari pernikahanmu bersama Nazia dan kamu telah mempermalukan kami semua di hadapan orang banyak! Terutama gadis itu, Aditya!" kesal Pak Dodi.


Aditya tersenyum sinis. Ia lega, akhirnya pernikahan itu sudah terlewati tanpa harus duduk bersama Nazia di pelaminan.


"Maaf ya, Pak. Ini kamar saya. Sebaiknya Anda pergi dan jangan ganggu kenyamanan saya! Jangan sampai saya memanggil para security dan mengusir Anda dari tempat ini,"


Bu Radia sangat kesal. Ia menghampiri wanita itu dan ingin mendaratkan satu pukulan ke wajahnya. Namun, Aditya berteriak dengan keras, agar Ibunya tidak berani menyentuh Helen, kekasihnya.


"Ibu, berhenti!!!" teriaknya.


"Jika Ibu berani menyentuh wanita itu sedikit saja, maka aku tidak akan pernah menginjakkan kakiku di rumah kalian lagi!" ucapnya.


Bu Radia shok mendengar ucapan Aditya. Ia tidak menyangka bahwa anak semata wayangnya itu lebih memilih Helen dari pada mereka, sebagai orang tuanya.


"Keterlaluan kamu, Adit!" ucap Bu Radia sambil terisak.


Pak Dodi merasa iba kepada istrinya itu. Ia menghampiri Bu Radia kemudian merengkuh tubuhnya.


"Sudah, Bu. Sebaiknya kita pulang saja. Sekarang Aditya sudah tidak bisa di urus lagi, biarkan dia hancur dan menyesali perbuatannya!" kesal Pak Dodi sembari menuntun Bu Radia yang masih terisak di dalam pelukannya.


...***...

__ADS_1


Maaf, bab nya pendek 😢 soalnya Author lagi sibuk di dunia nyata, doa'in ya biar bisa UP lagi nanti malam satu bab 😘😘😘


__ADS_2