Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Bab 59


__ADS_3

"Lalu, sekarang apa?" tanya Keyla.


"Ku ingin kita seperti dulu lagi, Key. Tetaplah menjadi gadis tomboyku dan jangan pernah berhenti mengganggu kehidupanku," lirih Ardhan.


Keyla menghembuskan napas berat kemudian membalas tatapan lelaki itu dengan tatapan malasnya.


"Jangan membuat aku bingung, Dhan. Sekarang aku sadar, aku bukanlah tipemu dan aku tidak bisa memaksa diriku menjadi seseorang yang bukan diriku. Inilah aku dan aku akan mencari seseorang yang bersedia menerima diriku apa adanya."


"Aku menerima dirimu apa adanya, Key. Aku mencintai dirimu dengan seluruh kekurangan dan kelebihanmu," ucap Ardhan.


Keyla kembali terkekeh. "Kamu mencintaiku? Lalu Naura?"


Huft!!! Ardhan membuang napas kasar kemudian kembali menatap gadis itu.


"Antara aku dan Naura memiliki hubungan yang rumit, Key. Dan aku yakin, dalam beberapa hari yang akan datang, berita tentangku dan wanita itu akan segera terpampang di media," tutur Ardhan.


Keyla tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Ardhan saat itu, tetapi ia tidak mau tahu dan juga tidak peduli dengan apa yang terjadi kepada lelaki itu dan juga Naura.


"Maafkan aku, Ardhan. Tetapi aku sudah menyerah dengan perasaanku. Aku sudah lelah memperjuangkannya dan aku juga tidak ingin jatuh tersungkur untuk kesekian kalinya hanya karena mengharap dirimu. Jadi, jika seandainya apa yang kamu katakan adalah benar, maka berjuanglah untuk membuktikannya."


Ardhan mencoba tersenyum dan berusaha menerima kenyataan bahwa gadis itu sudah berada di titik puncak kejenuhan. Wajar saja jika Keyla merasa jenuh, sudah bertahun-tahun ia mempertahankan perasaannya. Namun, Ardhan tidak pernah memberikan kepastian kepadanya.


"Baiklah, Keyla. Mungkin sudah saatnya kita bertukar posisi. Aku akan buktikan bahwa apa yang aku katakan adalah benar," ucap Ardhan.


Tepat di saat itu, Naila menghampiri mereka.


"Nak Ardhan, bantuin Tante masak, yuk! Boleh, ya?!" ajak Naila.


"Mih," sela Keyla sambil memasang wajah malas.


"Eh, kenapa ekspresimu seperti itu, Key? Mami 'kan ngajakin Ardhan, bukan kamu," lanjut Naila.


"Iya, Tante. Boleh," jawab Ardhan.

__ADS_1


"Maklum lah, Dhan. Tante ini sebenarnya bingung, punya anak cewek tapi kayak anak cowok, bisanya cuma membongkar mesin motor kesayangannya. Kalo sudah urusan memasak, dia pasti ngacir duluan," sindir Naila sambil melirik Keyla yang masih memasang wajah masam.


Ardhan hanya bisa tersenyum kecut kemudian mengikuti Naila yang menuntunnya memasuki bangunan megah tersebut. Setelah kepergian Ardhan, Keyla lebih memilih menyibukkan diri bersama koleksi motor kesayangannya daripada ikut ke dapur.


. . .


Sementara itu di kediaman Ardhan.


Adriela tengah berada di dalam kamarnya. Gadis itu sedang asik menatap layar laptopnya sambil berselancar di dunia maya. Adriela penasaran dengan sosok masa lalu Aditya, wanita yang selama ini pernah mengisi hati kekasihnya itu.


Iseng-iseng, Adriela mencari nama wanita itu di pencarian dan ternyata tidak susah menemukannya.


"Ini dia!" gumam Adriela


Adriela memperhatikan foto-foto milik Helen dari awal hingga sekarang. Dari banyaknya foto yang di upload oleh wanita itu, ternyata masih ada beberapa fotonya bersama Aditya. Mungkin wanita itu lupa menghapusnya.


Adriela memperhatikan penampilan wanita itu dan ada sedikit merasa minder di hatinya.


"Pantas saja Kak Aditya tergila-gila pada wanita ini. Dia cantik dan yang pastinya, dia sangat menonjolkan keindahan tubuhnya," gumam Adriela sambil tersenyum kecut.


Ponsel Adriela bergetar dan gadis itu segera meraihnya dengan perasaan senang. Baru saja ia memikirkan tentang sosok Aditya, ternyata sekarang lelaki itu sudah menghubunginya.


"Ya, Kak?"


"Hai, Driel. Lagi ngapain?"


"Lagi--" Tidak mungkin Adriela jujur kalau dia sedang memperhatikan sosok masa lalu lelaki itu.


"Lagi rebahan aja, Kak."


"Driel, aku sudah bicara kepada kedua orang tuaku soal hubungan kita dan ternyata kedua orang tuaku sangat setuju. Aku berencana secepatnya melamarmu, Dreil. Bagaimana, kamu setuju?" ucap Aditya dari seberang telepon.


"Benarkah?!" pekik Adriela. Matanya berkaca-kaca karena Aditya tidak main-main dengannya. Lelaki itu benar-benar serius dengan hubungan mereka.

__ADS_1


"Ya," sahut Aditya.


"Kalau aku sih setuju sekali, Kak. Tapi-- aku belum tau bagaimana reaksi kedua orang tuaku, boleh aku ceritakan hal ini kepada mereka dulu?"


"Tentu saja, Driel. Kenapa tidak,"


Adriela bahagia bukan main, ia bahkan melompat-lompat kegirangan di dalam kamarnya. Setelah selesai bicara bersama Aditya, Adriela segera menghubungi Keyla.


Keyla yang masih asik dengan deretan motor-motor kesayangannya, terkejut ketika mendapat panggilan dari sahabatnya.


"Ya, Driel?"


"Key, aku senang sekali!" jerit Adriela sambil tertawa bahagia di seberang telepon.


"Apaan, sih?"


"Key, Kak Aditya ingin melamarku!"


"Apa?!" pekik Keyla dengan mata membulat. "Secepat ini?" lanjutnya.


"Ya, dia memang benar-benar keren ya, Key."


"Ya, selamat deh kalau begitu. Semoga urusan kalian di lancarkan hingga ke pelaminan. Huft! Akhirnya aku ditinggalin ...."


Adriela terkekeh mendengar ucapan Keyla. "Terus berjuang, Key! Temukan cinta sejatimu,"


"Cinta sejatiku sudah musnah," sahut Keyla sambil menekuk wajahnya.


"Cari lagi!"


"Ish, menyebalkan!"


...***...

__ADS_1


Maaf, kemarin author php 😢😢😢 ternyata makin pengen di tamatin, otak author makin ngelag 😂😂😂


__ADS_2