Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Tuan Rendra Kecelakaan


__ADS_3

Disebuah cafe,


"Aku butuh uang, berapa yang bisa aku dapatkan dari ponsel ini?!" ucap Melisa sambil melemparkan ponselnya kepada salah satu teman lamanya.


"Ya ampun, Mel? Sekarang kamu miskin banget ya, sampe-sampe nawarin ponsel butut seperti ini," sahut temannya sambil tergelak.


Melisa semakin meradang setelah mendengar ucapan temannya itu. Teman yang selalu ada disaat ia senang. Namun, menginjaknya ketika ia jatuh.


"Sudah cukup! Kalau kamu tidak bisa memberiku uang, tidak perlu menghinaku seperti itu, dasar kere!" hardik Melisa. Ia meraih ponselnya kembali dan melenggang pergi meninggalkan temannya.


Namun, belum sempat Melisa meraih gagang pintu Cafe tersebut, wanita itu kembali memanggilnya.


"Heh, Mel! Sudah miskin aja kamu masih belagu dan berani mengatakan aku kere! Apa kamu lupa, kamu itu sedang ngemis sama aku. Tapi, karena aku baik hati, nih aku kasih uang untukmu! Lumayanlah buat senang-senang!" ucap Temannya sembari mengeluarkan uang dari dalam tasnya kemudian uang itu ia letakkan diatas meja.


Melisa berbalik dengan wajah kesal menatap wanita itu. Ia kembali berjalan dan menghampirinya. "Jangan banyak omong! Nanti kalau aku kembali menjadi orang kaya, kamu adalah orang pertama yang akan ku black list dari daftar teman-temanku!" sahut Melisa sembari mengambil uang itu dan melemparkan ponselnya kepada temannya.


"Semoga saja!" Wanita itu tergelak sambil melambaikan tangannya kepada Melisa.


Melisa yang sudah tidak bisa lagi menahan rasa kesalnya, melangkah dengan cepat keluar dari Cafe itu. Ia terus melangkahkan kakinya mencari tempat penyewaan mobil. Hingga akhirnya ia menemukannya tidak jauh dari Cafe tersebut.


Melisa bernegosiasi kepada sang pemilik mobil, hingga akhirnya merekapun mencapai kesepakatan. Melisa membawa sebuah mobil berwarna hitam yang masih sangat terawat. Ia melaju bersama mobil itu ke suatu tempat.


Beberapa saat kemudian, ia menghentikan laju mobilnya didepan sebuah perusahaan besar milik seseorang lelaki yang pernah merajai hatinya. Dengan sabar, Melisa menunggu didalam mobilnya, bahkan hingga berjam-jam.


Sementara itu,


Tanpa sepengetahuan Melisa, ternyata Tuan Rendra mengikutinya sejak ia berangkat dari rumah. Dengan menggunakan sebuah motor butut yang sengaja ia pinjam dari tetangga sebelah rumahnya.


Tuan Rendra merasa curiga saat memperhatikan gerik gerik Melisa. Ia yakin sekali, pasti ada sesuatu yang sedang direncanakan oleh wanita muda itu.


Dan benar saja, kecurigaan Tuan Rendra semakin kuat ketika Melisa menghentikan mobilnya, tidak jauh dari perusahaan Keanu berada.


"Astaga, Melisa. Kenapa kamu tidak kapok-kapok. Luka pasca operasi mu saja masih belum sembuh total dan sekarang apa lagi yang kamu rencakan?! Aku yakin sekali kamu pasti sedang merencanakan sesuatu!" gumam Tuan Rendra sambil menggelengkan kepalanya.


Tuan Rendra segera memarkirkan motornya tak jauh dari tempat Melisa berada. Ia berjalan menghampiri mobil itu dan berniat ingin mengajak Melisa bicara. Siapa tahu dengan begitu, Melisa akan menghentikan rencana busuknya.

__ADS_1


Namun, ternyata Tuan Rendra terlambat. Melisa sudah menghidupkan mesin mobilnya dan bersiap melajukannya.


Tuan Rendra memperhatikan sekelilingnya dan kini tatapannya tertuju pada seseorang yang tengah berdiri tak jauh dari tempat Melisa memarkirkan mobilnya.


Sedangkan Melisa, wanita itu menyeringai licik didalam mobilnya sembari menatap tajam kearah lelaki yang sedang berdiri didepan Perusahaan, menunggu Sid.


"Baiklah, Sayang! Maafkan aku, aku sudah berubah pikiran. Jika aku tidak bisa menyingkirkan gadis kesayanganmu itu, maka jalan satu-satunya adalah menyingkirkan dirimu. Jadi impas, 'kan? Baik aku ataupun dia, sama-sama tidak bisa memiliki dirimu. Ehmm, malang ..."


"Oh, Tuhan!" pekik Tuan Rendra sembari berlari dengan cepat menuju depan mobil yang sedang dikemudikan oleh Melisa. Dan ...


"Melisa, jangan!!!"


"Ayah?!" pekik Melisa tidak kalah kaget,


Namun, semuanya sudah terlambat, Melisa tidak sempat menginjak rem mobilnya, hingga akhirnya hal itupun terjadi.


Brugkh!!!


Semua mata tertuju pada sosok lelaki yang tergolek lemah dengan darah segar yang terus mengucur dari kepalanya. Begitupula Keanu, ia segera menghampiri seseorang yang baru saja tertabrak itu kemudian memperhatikannya.


Dengan susah payah, Keanu melewati para warga sekitar yang sedang mengerumuni Tuan Rendra. Ia menghampiri lelaki itu kemudian meminta seseorang untuk membantunya mengangkat tubuh Tuan Rendra.


Tepat disaat itu, Sid tiba. Iasegera membantu Keanu mengangkat tubuh Tuan Rendra dan memasukkannya kedalam mobil. Tanpa menunggu perintah dari Tuan Keanu, Sid melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit terdekat.


"Sid, lebih cepat! Tuan Rendra bisa kehabisan darah kalau terus seperti ini," pekik Keanu sambil mencoba menahan darah yang terus keluar dari kepala Tuan Rendra dengan menggunakan tissue.


"Baiklah, Tuan!"


"Ke-Keanu ... Aku tahu, Naila kini tinggal bersama Mira, tante kandungnya. Aku ingin sekali bertemu dengannya, Nak. Aku ingin meminta maaf karena selama ini aku sudah menelantarkan dirinya dan juga Ibunya." ucap Tuan Rendra dengan terbata-bata.


"Apa maksud anda, Tuan Rendra. Aku tidak mengerti," tanya Keanu dengan alis mengerut menatap Tuan Rendra.


"Keanu, ada yang perlu kamu ketahui. Naila adalah anakku, anak kandungku bersama Ariana, istri keduaku yang sudah aku telantarkan," sahut Tuan Rendra dengan airmata penyesalan yang mengucur dikedua bola matanya.


"Be-benarkah itu? Ja-jadi Naila dan Melisa ..."

__ADS_1


"Bukan, Keanu. Naila dan Melisa tidak punya hubungan darah sama sekali. Melisa adalah anak dari Rita bersama suami pertamanya, dan Akh ..." Tuan Rendra tidak mampu berkata-kata lagi. Ia tidak sanggup menahan sakit di kepalanya yang amat sangat, hingga akhirnya ia tidak sadarkan diri.


"Tuan Rendra! Tuan, sadarlah ..." Keanu menepuk-nepuk wajah Tuan Rendra pelan. Namun, laki-laki itu sudah tidak bisa meresponnya lagi.


"Kau dengar itu, Sid? Ternyata Naila ..." Keanu sangat shok, ia bahkan tidak sanggup meneruskan kata katanya.


Sid pun tidak kalah terkejutnya mendengar penuturan Tuan Rendra. Ia tidak menyangka ternyata Naila adalah anak kandung dari lelaki itu.


"Bagaimana bisa Naila hidup dalam kemiskinan sedangkan Tuan Rendra ..." ucapan Keanu pun kembali tertahan.


"Mungkin Tuan Rendra punya alasan yang kuat hingga ia tega meninggalkan Naila beserta Ibunya, Tuan," sahut Sid yang masih fokus pada kemudinya.


"Ya, mungkin kamu benar,"


.


.


.


Tidak berapa lama, akhirnya Sid menemukan sebuah Rumah Sakit yang jaraknya tidak jauh dari lokasi kejadian.


"Ayo, Sid! Bantu aku ..." Keanu mencoba mengangkat tubuh Tuan Rendra yang sudah tidak sadarkan diri dengan bantuan Sid.


Dan setibanya di lobby Rumah Sakit, Para Perawat yang bertugas di Rumah Sakit itupun segera menghampiri mereka. Para Perawat itu menyambut tubuh Tuan Rendra dan membawanya, agar segera mendapatkan pertolongan.


"Sid, sepertinya aku harus segera menemui Naila. Ia harus tahu bahwa Tuan Rendra sedang dirawat di Rumah Sakit," ucap Keanu dengan wajah panik.


"Saya akan mengantarkan anda," sahut Sid cepat.


"Tidak usah, Sid. Sebaiknya kamu tunggu disini dan hubungi Nyonya Rita. Sedangkan aku akan menjemput Naila dan membawanya bsrsamaku," ucap Keanu.


...***...


Maaf UP nya terlambat 😆😆😆

__ADS_1


Dan untuk semua Reader, maafkan Author yang tidak mampu membalas satu persatu komentar kalian. Maklum Henpon Author ini Henpon jadul, hiks 😭😭😭 Jangankan buat balas satu persatu komentar kalian, buat ngetik aja suka mandet-mandet 🙏🙏🙏 Jadi maafkan Aythor, ya ... Love u all


__ADS_2