
"Euhhh ...."
Terdengar suara desahann yang keluar dari bibir Adriela. Sentuhan-sentuhan lembut yang dilakukan oleh Aditya membuat Adriela melayang tinggi dan merasakan kenikmatan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
Aditya memainkan puncak kedua bulatan kenyal milik Adriela dengan menggunakan lidahnya dan sesekali menggigitnya dengan lembut.
Adriela semakin gerah, ia mencengkeram rambut lelaki berpengalaman itu dengan erat dan membawanya lebih dalam lagi ke bulatan kenyal miliknya.
"Kamu menyukainya, Beb?" bisik Aditya
Adriela mengangguk pelan dan berharap Aditya tidak menghentikan aksinya. Lelaki itu semakin bersemangat apalagi setelah tau bahwa sang istri menyukai aksi nakalnya.
Setelah puas bermain di kedua area bulatan kenyal milik Adriela, Aditya kembali menyusuri area lainnya. Memberikan sedikit kecupan dan meninggalkan jejak-jajak merah di setiap sudut yang ia lewati.
Sesuatu di bawah sana sudah berdiri tegak dan tidak sabar ingin meminta haknya. Tangan nakal lelaki itu mulai menjalar ke area pribadi milik Adriela dan mulai merabanya.
Lelaki itu tersenyum tatkala ia merasakan sesuatu yang sudah mulai banjir dan siap menerima kedatangan juniornya.
"Kita mulai saja, ya? Aku rasa kamu sudah siap menerima serangan dariku," bisik Aditya sambil menggigit ujung telinga Adriela.
"Ya, aku siap."
Aditya mulai mengarahkan juniornya ke area pribadi milik Adriela dan mencoba mendorongnya masuk. Namun, karena area pribadi milik Adriela masih bersegel, Aditya agak kesusahan menembusnya.
"Isshh!"
Adriela menggigit bibir bawahnya sambil menahan rasa perih di area sensitifnya. Aditya menghentikan aksinya untuk sejenak dan memperhatikan ekspresi Adriela saat itu.
__ADS_1
"Sakit?"
"Ya," sahut Adriela sembari menganggukkan kepalanya.
"Mau aku lanjutkan atau berhenti saja?"
Adriela menatap lekat kedua bola mata Aditya yang sedang berada di atas tubuhnya. Walaupun Adriela masih merasakan perih tetapi hal itu tidak menyurutkan rasa penasarannya.
"Lanjutkan saja, Mas. Aku baik-baik saja, kok."
"Serius?"
Aditya mencoba meyakinkan gadis itu sekali lagi karena saat ini senjata miliknya bahkan belum tertancap sempurna.
"Ya, Mas."
"Baiklah kalau begitu. Tahan sedikit lagi, ya."
Adriela menganggukkan kepala kemudian memejamkan kedua matanya. Gadis itu bersiap-siap menghadapi serangan kedua dari Aditya. Perlahan Aditya kembali mendorong senjatanya lebih dalam lagi dan lagi. Hingga akhirnya juniornya pun tertancap sempurna di area pribadi milik Adriela.
Tubuh Adriela sempat bergetar saat sang junior berhasil menembus pertahanannya. Buliran kristal bening terlihat merembes di kedua sudut mata Adriela yang masih terpejam. Akhirnya rasa penasaran Adriela akan rasa sakit itu terbayar sudah dan sekarang ia tahu bagaimana rasanya.
Sebelum menarik kembali senjatanya, Aditya melabuhkan ciuman hangat di kening Adriela.
"Terima kasih, Beb. Aku cinta padamu," ucap Aditya sembari menyeka sisa buliran kristal bening yang tadi sempat merembes di kedua sudut mata Adriela.
Ini pengalaman pertama bagi Aditya merasakan yang namanya menembus pertahanan seorang wanita. Ya, walaupun ia pernah bermain liar bersama Helen, tetapi saat itu Helen memang sudah bukan seorang perawan lagi. Menurut wanita itu keperawanan bukanlah hal yang begitu penting.
__ADS_1
Sekarang Aditya benar-benar merasakan perbedaannya dan ia bangga karena dirinya adalah lelaki pertama yang memiliki Adriela seutuhnya. Wanita yang kini sah menjadi pasangan hidupnya.
Adriela mulai membuka matanya dan tatapan gadis itu langsung tertuju pada kedua mata Aditya yang sejak tadi terus menatapnya. Adriela melemparkan sebuah senyuman hangat dan membalas ucapan Aditya.
"Aku juga cinta kamu, Mas."
Aditya merasa gemas, ia menyerang bibir Adriela yang sedang melempar senyum padanya kemudian melumattnya dengan buas. Pinggulnya pun mulai bergerak turun naik dengan cepat dan membuat Adriela semakin larut dalam kenikmatan yang diciptakan oleh Aditya.
Semakin lama, permainan Aditya semakin panas. Lelaki berpengalaman itu terus meluncurkan berbagai serangan kepada Adriela yang merupakan pemain baru. Keringat mulai membanjiri tubuh polos kedua pasangan itu hingga akhirnya Aditya mulai bergelinjangg.
"Beb, aku hampir selesai."
"Ya, Mas. Teruskan," balas Adriela.
Adriela mencengkeram kuat punggung Aditya karena ia pun hampir selesai dan akhirnya lelaki berpengalaman itu mengerang di atas tubuh Adriela sambil mendorong senjatanya dengan kuat. Para bibir junior pun mulai berlarian menuju sarangnya, dimana kelak menjadi tempat bersemayamnya generasi penerus Aditya dan Adriela selama sembilan bulan sepuluh hari.
Sama halnya dengan Aditya, Adriela pun akhirnya mendesis di samping telinga suaminya. Setelah melakukan pelepasan bersama, Aditya menjatuhkan tubuhnya disamping tubuh sang istri sambil terus menciumi wajah cantik itu.
"Terima kasih, Adriela. Kamu sudah memberikan yang terbaik kepadaku walaupun sebenarnya aku masih merasa tidak pantas mendapatkan semua ini," lirih Aditya sambil menatap wajah cantik yang kini tersenyum padanya.
"Jangan berkata seperti itu, Mas. Bagiku kamu adalah lelaki terhebatku. Lupakan masa lalumu dan tataplah masa depan bersamaku."
Mata Aditya terlihat berkaca-kaca, seakan tidak percaya bahwa Tuhan telah memberikan anugerah terindah dalam hidupnya. Padahal Aditya sadar betapa kotor dan menjijikkannya dirinya selama ini.
"Terima kasih, Beb. Terima kasih banyak," ucap Aditya penuh haru.
...***...
__ADS_1
Janga bilang kurang hot ya, Readers. Kalo lebih hot lagi takut di getok sama mimin NT, kan berabe 😅😅😅