
"Uluhh-uluhh, ini anak gadisnya siapa, ya? Cantik banget!"
Naila yang kebetulan ingin membuatkan teh hangat untuk sang suami, di dikejutkan dengan penampilan cantik Keyla di ruangan itu. Ia bergegas menghampiri meja, dimana anak dan menantunya sedang berkumpul.
"Anak bungsunya Mami. cantik 'kan, Mih?" sahut Nazia.
"Masa, sih? Sepertinya bukan, deh. Soalnya 'kan anak bontotnya Mami tuh tomboy," goda Naila.
"Ish, Mami!" seru Keyla sambil menekuk wajahnya.
. . .
Akhirnya hari reuni pun tiba. Seperti janjinya, Danisha kembali me-make over Adik bontotnya, Keyla. Tangan lincahnya kembali bermain diatas wajah cantik Keyla dan setelah selesai dengan urusan rias-marias, Danisha kembali bermain dengan rambut indah milik gadis itu.
"Rambutmu kita gerai aja ya, Key. Trus kasih sedikit bergelombang dibagian bawahnya, pasti cantik!" ucap Danisha.
"Terserah Kakak aja, Key ngikut terus."
"Kalo Kakak kasih kepang dua, mau juga?"
"Ya, jangan donk, Kak. Masa udah cantik gini di kasih kepang dua?" kesal Keyla.
Danisha terkekeh sembari merapikan rambut Keyla. "Habis katanya mau ngikut terus,"
Akhirnya urusan rambut sudah selesai, tinggal memilih dress yang cocok untuk Keyla. Danisha memilih-milih dress yang berjejer didalam lemari pakaian Keyla. Diantara banyaknya dress, pilihan Danisha jatuh pada dress sifon selutut berwarna maroon dengan kombinasi brokat yang cantik menghiasi bagian dada dan lengannya. Danisha meraihnya kemudian menentengnya dihadapan Keyla.
"Gunakan ini, Key! Kamu pasti semakin cantik," ucap Danisha sambil tersenyum lebar.
"Ya, ya! Keyla setuju," sahut Keyla sambil menganggukkan kepalanya.
Danisha membantu Keyla mengenakan dress cantik itu dan akhirnya,
"Taa daaa! Kamu sempurna, Key!" seru Danisha sambil bertepuk tangan melihat perubahan pada Adiknya.
__ADS_1
Keyla mencoba melenggang setelah mengenakan highheel bertumit tajam dengan hiasan berbentuk pita nan cantik diatasnya. Gadis itu melenggak-lenggok sambil tersenyum kepada Danisha bak model profesional.
"Bagaimana, Kak? Cara melangkahku sudah bagus?"
"Sudah keren!" jawab Danisha.
"Kakak yang anterin aku, ya. Soalnya Adriela sekalian ikut sama Es Batu. Adriela, sih, ngajakin bareng. Tapi-- masa iya, Key ikut gabung sama si cantik Naura? Gak lucu,"
"Wah, gimana ya?! Soalnya Kakak ada janji sama Rey," jawab Danisha.
"Yah! Trus Key dianterin sama siapa? Masa Key harus naik motor?"
"Pinjam mobil Daddy," saran Danisha.
"Gak mungkin dikasih izin,"
"Pak Ahmad? Eh, Pak Ahmad 'kan lagi izin, yah?! kalau begitu tanya Kak Danish,"
Sementara itu diruang utama.
Danish sedang duduk di sofa ruang utama bersama Aditya yang kebetulan sedang ada keperluan dengan Big Bossnya itu. Disaat Key menuruni anak tangga, mata Aditya tidak sengaja tertuju pada gadis itu. Ia sempat terdiam sambil memperhatikan Keyla.
"Siapa itu? Keyla? Tidak mungkin. Danisha? Tapi sepertinya juga bukan," gumam Aditya.
Danish mendengar Aditya bergumam, ia sontak menoleh kearah lelaki itu kemudian beralih kearah Keyla yang sedang menuruni anak tangga.
"Kak Danish, bisa bantu Key, gak?" ucap Keyla yang baru saja menginjakkan kakinya di lantai dasar.
"Bantu apa, Key?" jawab Danish sembari memperhatikan penampilan cantik Keyla.
"Anterin Key donk, Kak. Masa Key pergi sendiri? Naik motor pula," lirihnya dengan wajah memelas.
"Kakak lagi ada kerjaan, Key. Ah, gini aja. Kenapa gak sekalian ikut Kak Aditya. Kebetulan dia juga mau pulang. Ya 'kan, Dit?"
__ADS_1
Saat itu Aditya masih terpelongo melihat kecantikan Keyla. Ia bahkan tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Danish kepadanya.
"Dit?!" sapa Danish sambil melambaikan tangannya ke wajah Aditya.
Lamunan Aditya buyar, ia tersadar dan ia sangat malu. "Ya, Tuan. Maafkan saya. Saya tidak mendengar apa yang Tuan ucapkan," jawab Aditya dengan wajah memerah menahan malu kepada Bossnya itu.
Danish tersenyum sedangkan Keyla menatapnya dengan heran.
"Bisa anterin Key, gak?" tanya Danish lagi.
"Tentu saja, Tuan! Tentu saja," jawab Aditya yakin.
"Nah, Key. Kamu minta anterin sama Kak Aditya, ya. Nanti pulangnya, biar Kakak yang jemput kamu,"
"Ok, Kakak."
Sebelum berangkat, Danish sempat berbicara kepada Aditya. Dia ingin lelaki itu menjaga Keyla sama seperti dirinya. Danish tidak ingin terjadi sesuatu kepada Adik kesayangannya itu.
"Dit, aku percayakan Adikku bersamamu. Tolong jangan kecewakan aku," ucap Danish sembari menepuk pundak Aditya dengan lembut.
"Baik, Tuan. Tentu saja," jawab Aditya yakin.
Setelah berpamitan, Aditya pun segera melajukan mobilnya menuju sebuah gedung XX yang disewa khusus untuk menyelenggarakan acara Reuni Akbar SMA tempat Keyla bersekolah dulu.
Di perjalanan.
"Key, kamu cantik sekali. Kakak sampai tidak mengenali kamu, lo!" ucap Aditya.
"Masa sih, Kak?" tanya Keyla dengan wajah serius menatap Aditya.
"Iya, aku serius," jawab Aditya sambil tersenyum lebar.
...***...
__ADS_1