
Setelah ia puas mencurahkan isi hatinya di makam sang Ibu, Naila pun bangkit dan melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.
"Mari Pak, kita pulang!" ajak Naila kepada Sopirnya tanpa menoleh sedikitpun.
Bahkan Naila tidak bereaksi ketika Sopirnya tersebut tidak menjawab ajakannya. Namun, ia masih mendengar suara langkah kaki yang mengikutinya dari belakang.
"Pak, nanti kalau ada orang yang jual Sop Buah, kita berhenti, ya?! Soalnya Naila pengen benget makan Sop Buah, bayanginnya aja Naila jadi ngiler," celoteh Naila sembari mengelus perutnya.
Keanu terkekeh pelan sembari terus mengikuti langkah kaki Naila dari belakang. Hingga akhirnya Naila merasa curiga karena sejak tadi Pak Sopir yang ia ajak bicara tidak juga menjawab pertanyaannya.
"Pak? Bapak kenapa diam aja, sih?"
Naila berbalik dan betapa terkejutnya ia, ternyata bukan Pak Sopir yang sedang mengikutinya. Namun, Tuan Keanu lah yang ada berada tepat dibelakangnya.
Naila ingin berlari, tetapi Keanu lebih dulu menahan tubuhnya hingga Naila tidak bisa menjauh dari lelaki itu. Kini Naila berada didalam pelukan Keanu.
Keanu memeluknya dengan erat, bahkan seandainya bisa, ia tidak ingin melepaskan Naila lagi dari pelukannya.
"Kumohon, maafkan aku, Nai." Keanu menciumi puncak kepala Naila berkali-kali.
Tubuh Naila bergetar, ia kembali ketakutan. Apalagi sekarang antara ia dan laki-laki itu begitu dekat. Bahkan tubuh mereka menempel sempurna dan suara detak jantung Keanu pun terdengar sangat jelas di telinga Naila.
Naila meletakkan kedua tangannya ke dada Keanu. Dan dengan sekuat tenaga, ia mendorongnya agar bisa terlepas dari lelaki itu. Namun, kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan Keanu. Bahkan tubuh mungilnya tidak bergerak sama sekali.
"Tuan, Naila sudah berjanji tidak akan mengganggu hubungan Tuan dan Nona Melisa lagi. Jadi Naila mohon, lepaskan Naila ..." lirih Naila dengan mata berkaca-kaca menatap Keanu.
"Tidak, Naila! Tidak! Kamu tidak pernah mengganggu kehidupanku, bahkan sebaliknya. Akulah yang sudah menggangu dan merusak kehidupanmu. Maafkan aku, Naila! Maafkan aku ..." ucap Keanu tanpa melepaskan Naila dari pelukannya.
"Naila ingin pulang, Tuan. Dan Naila mohon, setelah ini jangan ganggu Naila lagi. Naila ingin hidup tenang sama seperti orang lain, tanpa anda maupun Nona Melisa," tutur Naila, masih mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Keanu.
Keanu terdiam. Namun, ia tetap tidak ingin melepaskan tubuh Naila dari pelukannya. "Naila, ikutlah denganku!"
__ADS_1
Keanu mengangkat tubuh mungil Naila agar istrinya itu tidak bisa pergi kemana-mana. Ia membawanya hingga ke halaman, dimana Sid sudah menunggunya.
"Naila mohon, lepaskan Naila! Naila ingin pulang, Tuan ..." ucap Naila setengah berteriak sambil memukul-mukul tubuh keanu. Namun, Keanu sama sekali tidak peduli. Ia terus melangkahkan kakinya.
Sid tersenyum ketika melihat Big Bossnya yang sudah seperti seorang penculik. Sid bergegas membukakan pintu untuk Keanu dan juga Naila. Dan setelah Keanu berhasil memasukkan tubuh mungil Naila kedalam mobilnya, Sid pun segera melajukan mobil itu.
"Kalian akan membawa Naila kemana?" tanya Naila cemas.
"Ke suatu tempat yang nyaman untuk kita bicara," sahut Keanu sambil tersenyum manis menatap Naila.
Naila kesal, ia menekuk wajahnya. Dan berteriak pun sepertinya sia-sia saja. Tak akan ada yang mendengarnya.
"Dimana Pak Sopir yang tadi mengantar Naila?" tanya Naila tanpa menoleh sedikitpun kepada Keanu yang terus menatapnya.
"Dia sudah ku suruh untuk pulang lebih dulu, agar Tante mu atau Adnan yang menyebalkan itu tidak perlu mencemaskanmu," sahut Keanu sembari ingin meraih tangan Naila tetapi ditepis oleh gadis itu dengan kasar.
"Jangan sentuh Naila lagi, Tuan! Bukankah Tuan sudah berjanji tidak akan menyentuh Naila lagi?!" ketus Naila.
"Naila tidak janji!" sahutnya.
Naila masih membuang pandangannya kearah luar. Dimana jalanan semakin ramai dengan lalu lalang kendaraan bermotor. Sedangkan Keanu masih setia menatap wajah Naila yang masih menekuk dan tidak ingin menoleh kepadanya.
"Nai, kamu semakin cantik saja," ucap Keanu sembari meletakkan tangannya di sandaran kursi yang sedang Naila duduki.
Naila memutar kedua bola matanya kemudian menepis tangan Keanu yang sengaja diletakkan oleh lelaki itu di sandaran kursinya. Naila tahu Keanu melakukan itu untuk mencari kesempatan dalam kesempitan.
Keanu hanya bisa tersenyum ketika Naila kembali menepis tangannya. Walaupun ia terus ditolak, paling tidak Naila tidak lagi merasa ketakutan ketika bertemu dengannya.
"Bagaimana kabar Bi Iyem, Kak Sid?" tanya Naila sembari menepuk pundak Sid yang tengah fokus menjalankan mobilnya.
"Bi Iyem ba ..." Belum sempat Sid menjawab pertanyaan Naila, Tuan Keanu sudah menyambar pertanyaan yang ditujukan kepada Assistennya itu.
__ADS_1
"Kasihan Bi Iyem, Nai. Selama kamu pergi dari rumah, Bi Iyem terus menangisi kepergianmu. Ia bahkan terus menyebutkan namamu setiap hari," sela Keanu.
Naila terdiam sejenak, kemudian menghembuskan napas berat. "Kak Sid, bilang sama Bi Iyem, Naila baik-baik saja," ucap Naila kepada Sid.
"Baik, Nona." Sid tersenyum sembari melirik Tuan Keanu dari kaca spionnya.
Lelaki itu nampak kesal karena Naila sama sekali tidak ingin bicara dengannya. "Tidak adakah yang ingin tahu bagaimana kabarku? Bagaimana perasaanku ketika istriku pergi meninggalkan aku?" kesal Keanu sembari melirik Naila yang masih membuang mukanya.
Sid terkekeh, bahunya terlihat turun naik walaupun tanpa suara. Sedangkan Naila sempat mengerutkan kedua alisnya namun, hanya sebentar.
Untuk beberapa saat, suasana mobil itu menjadi hening. Hingga akhirnya Sid memarkirkan mobilnya disebuah taman.
"Nai, berjanjilah untuk tidak kabur. Saat ini aku hanya ingin membicarakan masalah kita. Dan aku berjanji, setelah kita selesai, aku akan kembali mengantarmu pulang," ucap Keanu sambil menatap kedua bola mata indah Naila, sebelum mereka keluar dari mobil.
"Anda tidak akan membohongi saya lagi 'kan, Tuan?" tanya Naila.
Keanu menggelengkan kepalanya cepat, "Aku tidak akan bohong," Keanu mengulurkan jari kelingkingnya kepada Naila, tapi gadis itu tidak ingin menyambutnya. Ia hanya diam, dan tak bereaksi apapun, hanya dilihat begitu saja.
Keanu menarik kembali tangannya kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari tersenyum kecut. "Ya, Tuhan!" gumamnya.
Sid membukakan pintu mobil untuk Keanu. Dan lelaki itu sempat membisikkan sesuatu kepada Sid, entah apa, tetapi Naila sempat melihatnya. Setelah itu, Sid menghampiri Naila dan membukakan pintu untuknya.
Ketika Naila keluar dari mobilnya, Keanu segera menuntun Naila menuju sebuah kursi taman dan duduk disana. Taman itu sangat indah, dan Naila pun baru kali ini melihat tempat seindah itu. Maklum saja, selama ini Naila hanya diam dirumah karena Tante Mira tidak pernah mengizinkannya keluar rumah, kecuali bersama mereka.
Tak berselang lama, Sid kembali menghampiri mereka dengan membawa dua buah porsi Sop Buah yang diinginkan oleh Naila sejak tadi.
"Ini Sop Buah yang anda inginkan, Nona Naila," ucap Sid sembari menyerahkan Sop Buah itu kepada Naila.
"Wah ... terima kasih banyak, Kak. Kakak tahu aja apa yang Naila inginkan." Naila meraih Sop Buah itu dari tangan Sid sambil tersenyum hangat.
"Bukan saya, Nona. Tapi Tuan Keanu yang meminta saya membelikannya untuk anda," sahut Sid.
__ADS_1
...***...