Mempelai Pengganti Tuan Muda

Mempelai Pengganti Tuan Muda
Kesedihan Pak Riko.


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Lisa ke luar dan membawa surat kabar yang tadi dibaca ayahnya.


"Lihat ini Mas," ucap Lisa sembari menunjukan surat kabar itu pada Fadlan.


Fadlan meraih surat kabar itu dan membaca dengan seksama apa yang tertera di sana.


"Di cari orang hilang. Nama Mentari. Usia 27 tahun. Ciri-ciri..."


Fadlan membaca semua yang tertulis di sana.


"Iya Lis. Benar apa kata kamu. Kalau dia memang benar-benar Mentari," ucap Fadlan setelah membaca surat itu.


"Terus, apa yang harus kita lakukan Mas? kita harus bawa Mentari pulang."


"Jangan Lis. Nanti, setelah pulang kerja, aku akan menghampiri alamat rumah ini. Aku akan ajak salah satu keluarga Mentari ke sini. Agar dia bisa bertemu langsung dengan Mentari. Kalau tidak seperti itu, Mentari tidak akan mau pulang. Aku akan ceritakan kondisi yang sebenarnya sama orang tua Mentari."


"Iya Mas. Aku serahkan sama kamu saja semuanya."


"Ya udah. Aku berangkat dulu ya. Nanti aku akan kembali dengan membawa keluarga Mentari ke sini."


Lisa mengangguk.


****


Sore ini, Fadlan sudah ke luar dari rumah sakit. Fadlan berjalan ke arah parkiran untuk mengambil mobilnya. Sesampai di parkiran, Fadlan masuk ke dalam mobil dan dia meluncur untuk meninggalkan rumah sakit.


Fadlan tidak akan pulang ke rumahnya sore ini. Dia akan mencari alamat rumah Mentari.


Fadlan sejak tadi masih muter-muter mencari alamat rumah Mentari. Dan tak butuh waktu lama, akhirnya dia menemukan alamat yang dicarinya.


Fadlan buru-buru turun dari mobilnya. Setelah itu, dia melangkah ke teras depan rumah Mentari dan mengetuk pintu.


Beberapa saat kemudian, seorang lelaki paruh baya membuka pintu.


"Cari siapa ya?" tanya Pak Riko.


"Saya ke sini, karena saya ingin memberi tahu keberadaan Mentari."


Pak Riko terkejut saat mendengar ucapan anak muda yang ada di depannya.


"Sebelumnya, perkenalkan. Nama saya Fadlan. Saya seorang Dokter ahli bedah. Saya ingin memberi tahu, kalau Mentari ada di rumah Lisa tunangan saya." Fadlan mengulurkan tangannya memperkenalkan diri.

__ADS_1


Pak Riko membalas uluran tangan Fadlan.


"Saya Riko. Ayahnya Mentari. Apa benar, kalau kamu tahu tentang keberadaan anak saya?"


"Benar Om."


"Kalau gitu, ayo masuk dulu! kita ngobrol-ngobrol dulu di dalam!"


"Iya Om."


Fadlan kemudian masuk ke dalam rumah Pak Riko. Fadlan duduk setelah Pak Riko menyuruhnya duduk.


"Nak Fadlan ini, benar tahu di mana keberadaan anak saya?" tanya Pak Riko menatap lekat Fadlan.


"Saya tahu banget Om tentang Mentari. Karena kurang lebih, sudah tiga bulan dia bersama saya. Dan sekarang, dia tinggal di rumah Lisa calon istri saya."


"Kenapa Mentari bisa ada sama Nak Fadlan? dan Nak Fadlan ketemu di mana dengan Mentari?" tanya Pak Riko.


"Begini Om Riko, saya waktu itu tidak sengaja melihat anak Om berada di dekat jembatan. Saya samperin dia. Dan ternyata dia sedang menangis."


Pak Riko tampak mendengar dengan seksama penjelasan dari Fadlan.


"Terus?" tanya Pak Riko.


"Astaghfirullah, kenapa Mentari akan melakukan itu?"


Pak Riko benar-benar tidak percaya kalau anaknya akan melakukan percobaan bunuh diri.


"Apa yang terjadi sebenarnya Nak Fadlan?"


"Om Riko. Saya akan menceritakan kejadian demi kejadian, agar Om Riko tidak gagal Faham. Dan agar Om Riko, mau berhati-hati saat bicara dengan Mentari nanti."


"Iya. Ceritakanlah Nak Fadlan!" pinta Pak Riko.


"Mentari itu, sedikit terganggu kejiwaannya. Dia depresi dan sering sekali mencoba untuk menghilangkan nyawanya sendiri. Dia sudah sering sekali mencoba untuk membunuh dirinya sendiri. Seperti terjun ke sungai, mengiris pergelangan tangannya, dan sampai dia akan menabrakan dirinya ke mobil. Untunglah saya selalu memergokinya dan saya yang selalu menyelamatkan dia dari kegilaan yang akan dia lakukan Om," jelas Fadlan panjang lebar.


"Lalu, kenapa anak saya akan bunuh diri. Apa sebenarnya yang terjadi dengan dia?" tanya Pak Riko.


"Sebenarnya saya tidak enak harus menceritakan ini Om. Tapi kenyataannya memang seperti ini adanya."


"Apa yang terjadi dengan anak saya? apakah anak saya cerita sama Nak Fadlan tentang masalahnya? tolong Nak, katakan yang sebenarnya. Tidak mungkin anak saya akan melakukan percobaan bunuh diri kalau dia tidak sedang punya masalah besar. Apa yang terjadi dengan Mentari. Jangan setengah-setengah kalau cerita Nak! tolong ceritakan semua sama saya!"

__ADS_1


"Mentari saat ini sedang hamil Om. Dan kehamilannya sudah memasuki usia tiga bulan."


"Apa!" Pak Riko hampir saja terkena serangan jantung saat mendengar ucapan Fadlan.


Sejak tadi, Pak Riko masih memegangi dadanya yang terasa sesak dan sakit.


"Om Riko. Ada apa Om? apa yang terjadi? Om tidak apa-apa?" tanya Fadlan tampak khawatir.


"Dada saya, sakit Nak Riko."


"Apa Om punya riwayat sakit jantung sebelumnya?"


Pak Riko menggeleng.


"Saya tidak sakit. Tapi saya tidak tahu, kenapa dada saya mendadak sakit dan nafas saya juga sesak."


"Om. Apa mau saya periksa dulu?"


Pak Riko menghela nafas dalam. Sebenarnya, ini yang Fadlan takutkan, kalau dia terlalu banyak cerita tentang kondisi Mentari. Fadlan takut kalau ternyata ayah Mentari punya penyakit jantung.


"Tidak perlu Nak Fadlan. Saya memang sering seperti ini kalau mendengar kabar buruk. Tapi, nanti rasa sakitnya, juga akan reda sendiri."


"Om Riko. Apa sebelumnya Om sudah memeriksakan kesehatan Om ke dokter. Sakit di dada jangan dibiarkan terus menerus Om. Bisa jadi, sakit di dada Om itu memang ada kelainan di jantung Om. Om harus rajin periksakan diri Om ke dokter."


"Mungkin saya seperti ini juga karena saya lagi punya banyak fikiran. Saya memikirkan kondisi anak saya satu-satunya. Sudah tiga bulan anak saya menghilang tanpa kabar. Saya sudah lapor polisi, tapi polisi tidak juga menemukan keberadaan Mentari. Tahu-tahu Nak Fadlan datang ke sini dan cerita kalau anak saya ada sama Nak Fadlan," ucap Pak Riko panjang lebar.


"Ayo Nak Fadlan cerita lagi. Bagaimana kondisi anak saya sekarang?!"


"Om Riko yakin nggak apa-apa?"


Pak Riko mengangguk.


"Iya. Saya sudah nggak apa-apa."


"Begini Om. Mentari sebenarnya, adalah wanita korban lelaki tidak bertanggung jawab."


"Apa! siapa yang sudah melakukan itu sama anak saya? tapi itu tidak mungkin Fabian. Karena Fabian itu kan akan menikahi Mentari," ucap Pak Riko.


"Mentari pernah cerita sama saya, kalau dia sudah diperkosa oleh seorang lelaki sebelum pernikahannya dengan kekasihnya itu dilaksanakan."


"Apa?"

__ADS_1


"Dia kabur dari pesta pernikahannya untuk menutupi aibnya. Tapi ternyata, mentalnya tidak kuat menerima beban yang teramat berat itu. Jadi dia stres dan beberapa kali akan melakukan percobaan bunuh diri."


Setetes air mata Pak Riko mulai mengalir dari pelupuk matanya. Pak Riko menangis pilu mendengar cerita tentang putrinya. Pak Riko sejak tadi, masih mengusap-usap air matanya. Baru kali ini, dia menangis. Menangisi nasib putri semata wayangnya yang sudah lama ditinggalkan ibunya.


__ADS_2