Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Permintaan Dira


__ADS_3

Arya memacu mobilnya dengan cepat agar segera sampai di apartemen, laki-laki itu sedikit khawatir meninggalkan Dira sendirian di apartemen. Setelah memarkirkan mobilnya Arya langsung berjalan menuju unit apartemennya. Saat memasuki apartemen ia terkejut melihat seorang wanita sedang bersih-bersih yang tidak lain adalah asisten rumah tangga yang bekerja di rumah orang tuanya.


"Lo mbak kok ada di sini?" Tanya Arya heran.


"Saya datang kemari bersama nyonya tuan, nyonya bilang mulai hari ini saya pindah ke sini agar bisa membantu membersihkan apartemen sekaligus menjaga istri tuan." Ucap asisten rumah tangga itu dengan sopan.


Setelah mendapatkan kejelasan dari sang asisten rumah tangga, Arya berjalan menuju kamarnya dan ternyata benar dugaannya. Davina sedang sibuk mengupas buah untuk menantunya. Dengan langkah perlahan Arya mendekati kedua wanita itu.


"ekhmmm, cerita apa sepertinya seru sekali. Sampai mama dan istriku tidak menyadari kehadiranku." Ucap Arya yang kini sudah berdiri di dekat sang mama.

__ADS_1


"Mau tau aja urusan orang jangan kepo kamu, urus saja urusanmu sepertinya kamu sangat sibuk sehingga tega meninggalkan istri kamu yang sedang sakit sendirian disini. Sepenting apa urusanmu itu." Sindir Davina pada putranya.


"Tadi Arya ke kantor sebentar ma, Arya perlu menandatangani beberapa berkas." Elak Arya yang tidak ingin Dira tahu ia pergi menemui Tari.


Davina hanya diam saja setelah mendengar alasan putranya, ingin rasanya ia memukul anak semata wayangnya itu. Tapi terpaksa ia urungkan karena tidak ingin menantunya bertambah banyak pikiran. Davina memang tahu jika Arya berbohong, setelah mengetahui Arya tidak ada di apartemen ia sudah menghubungi sekretaris anaknya itu dan mengetahui jika sang anak tidak datang ke kantor hari ini.


Arya menarik napasnya dengan kasar karena merasa di abaikan oleh sang mama, wanita itu lebih memilih berbicara dengan menantunya menanyakan apa yang di inginkan atau di butuhkan Dira.


Davina berdiri sembari membawa piring bekas buah Dira. Davina membungkam mulut sang anak dengan kata-kata yang keluar dari mulut pedasnya.

__ADS_1


"Mama tidak akan membiarkan kejadian kemarin terulang lagi, mama tidak ingin kamu dengan bebas membawa wanita murahan itu ke sini. Mama akan melindungi menantu dan cucu mama dari wanita murahan itu. Apa kamu lupa apa yang di katakan Dokter kemarin. Istri kamu harus banyak istirahat dan tidak boleh lelah, apa kamu sanggup membersihkan sendiri apartemen ini. Bukannya lebih baik jika Tuti ada di sini, jika kamu pergi kerja Dira ada yang menemani." Ucap Davina.


Arya akhirnya menyetujui apa yang di katakan sang mama. Lelaki itu sadar tidak dapat berada di samping Dira setiap saat. Akan lebih baik jika ada yang menemani Dira di kala ia sedang bekerja. Mengingat kondisi kandungan sang istri yang lemah membuat Arya sedikit khawatir untuk meninggalkan Dira sendiri di apartemen mereka.


Arya mendekat dan duduk di samping Dira setelah Davina keluar dari kamar mereka. Arya menatap iba wajah pucat sang istri, lelaki itu baru menyadari jika bobot tubuh Dira menurun. Terlihat dari pipi Dira yang semakin tirus.


"Kamu baik-baik saja kan, apa ada yang sakit?" Tanya Arya membelai pipi tirus istrinya.


"Aku baik-baik saja kak, tidak usah khawatir. Bolehkah aku meminta sesuatu, selama kita belum berpisah bisakah kakak tidak menemui Tari. Aku tahu kakak baru saja menemuinya. Aku hanya ingin memiliki kakak seutuhnya tanpa berbagi dengan wanita lain, walau itu hanya sebentar saja. Tolong jangan buat aku cemburu kak, jangan tambah luka hati ini. Aku hanya ingin merasakan menjadi wanita satu-satunya di samping kakak walau itu hanya sementara. " Ucap Dira dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

__ADS_1


maaf up-nya lama, biasa author kemarin kehabisan kuota. Baru di isi tadi jadi mohon di maklumi. Makanya jang pelit like komentar vote dan hadiahnya biar author tambah semangat.


__ADS_2