Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Bagian 59


__ADS_3

...Happy Reading...


' arghhhh '


mobil yang altaf bawa mengalami kecelakaan karena menabrak sebuah truk, Altaf pun segera di larikan ke rumah sakit oleh warga yang melihat insiden kecelakaan itu.


Pihak rumah sakit mencoba menghubungi keluarga nya.


...•••...


Pagi ini merupakan hari terburuk bagi Nafisah pasalnya sejak tadi dia seperti merasakan kejanggalan dan benar saja tak lama kemudian dia mendapat kabar bahwa suami nya mengalami kecelakaan tadi pukul 2 dini hari dan sudah di bawa ke rumah sakit di Bandung.


" Kenapa toh ndok kamu seperti gelisah begitu." Tanya si embah


" Ini mbah tadi Fisah dapat kabar kalau mas altaf masuk rumah sakit."


" Astagfirullah loh ko kamu masih disini toh ndok cepat kamu ke rumah sakit sana." Ucap Si embah


" Tapi mbah____."


" Ngga usah tapi-tapi an ndok sana kamu ke rumah sakit biar rumah dan dagangan mbah yang atasi semuanya yang terpenting suami mu sekarang." Tutur si embah


" Ya sudah kalau gitu, Fisah mau ganti baju dulu." Nafisah pun langsung masuk ke dalam rumah untuk berganti baju dan langsung bergegas ke rumah sakit


...•••...


Rumah sakit


" Maaf sus saya mau tanya pasien atas nama Anugrah dwi altaf aksara di ruangan nomor berapa ya?." Tanya Nafisah kepada salah satu suster yang di rumah sakit itu.


" pasien atas nama anugrah dwi altaf aksara saat ini masih berada di ruangan icu."


" Ruang icu nya dimana ya sus?." Tanya Nafisah

__ADS_1


" Ibu tinggal ke kiri saja."


" Oh oke kalau gitu sus terima kasih." Ucap Nafisah tersenyum dan langsung berjalan menuju ruang icu.


Tak jauh dari Nafisah ia melihat bunda dan ayahnya altaf sedang duduk di depan ruang icu, Nafisah pun segera menghampiri nya.


" Assalamu'alaikum." Ucap Nafisah membuat bunda dan ayah menengok ke arah nya, mereka tampak terkejut dan bahagia melihat sang menantu yang ia rindukan sekarang ini sedang berdiri di hadapannya.


" Wa'alaikumsalam. " Sahut mereka berdua


" Nafisah sayang." Ucap bunda yang langsung memeluk Nafisah, Nafisah membalas pelukannya dan dia tersenyum dalam pelukan.


" Iya allah nak bunda kangen sekali sama kamu, kamu apa kabar sayang?." Tanya bunda


" Alhamdulilah baik bunda." Ucap Nafisah yang melepas pelukan.


" Walah sudah gede perut mu sayang." Ucap bunda, bunda banyak omongan tidak dengan ayah karena emang ayah notaben pendiam.


" Kondisi Mas Altaf gimana yah?." Tanya Nafisah kepada ayah


" Astagfirullah mas."


" Kita doa saja ya, ayah yakin Altaf kuat dan bisa menghadapi semuanya." Ucap Ayah mengusap pundak Nafisah


" Amin." sahut bunda dan Nafisah


Hari semakin sore dan saat ini Altaf sudah boleh di pindah kan ke kamar dengan syarat dia harus memakai alat bantu semuanya di karenakan kondisi nya masih belum sadarkan diri.


Setelah Altaf di pindahkan ke kamar, Nafisah menyuruh ayah dan bunda untuk pulang saja karena mereka sudah dari tadi di sini biar gantian berjaga saja.


" Tapi sayang."


" nggak apa-apa bunda, biar Fisah di sini yang gantian jaga nanti kalau ada apa-apa Fisah segera kabarkan ke ayah dan bunda."

__ADS_1


" Ayah dan bunda harus istirahat karena sejak kemarin kan ayah sama bunda di sini biar gantian fisah yang jaga mas altaf." Ucap Nafisah lagi.


" Benar juga tuh bunda, biar bunda istirahat nanti kalau bunda mau ke sini lagi biar ayah yang antar." Ucap Ayah


" Iya sudah kalau gitu kita pamit ya, assalamu'alaikum."


setelah mereka kini tinggal Nafisah, Nafisah menarik salah satu kursi untuk dia duduk di samping brankar.


Nafisah memegang tangan Altaf yang masih terbaring tak sadarkan diri.


" Mas bangun yuk, fisah di sini. Bunda sama dedek menunggu ayah kembali di sini." Ucap Nafisah sambil mengelus perut buncitnya.


Karena Nafisah sudah merasa ngantuk sekali akhirnya dia memutuskan untuk tidur.


...•••...


Pagi hari nya tiba-tiba Nafisah mengalami perutnya sakit sekali, dia berusaha menahan namun malah tambah sakit akhirnya dia memutuskan untuk menelepon mertua nya.


Tak lama ayah dan bunda pun datang langsung memanggil dokter untuk cek kandungan sang menantu nya.


" Maaf bu, ibu Nafisah harus segera melakukan tindakan operasi caesar karena air ketuban pecah terlalu dini takut menyebabkan resiko bagi bayi dan sang ibu."


" Dan kemungkinan juga bayi nya akan terlahir prematur." Lanjut sang dokter


" Baik lakukan yang terbaik buat menantu dan cucu saya." Ucap ayah karena sang bunda lemas sekali dia tidak harus apa.


cobaan datang terlalu banyak buat sang anak dan sang menantu nya.


" Ya allah kenapa terlalu banyak cobaan buat mereka berdua." Ucap sang bunda sambil menahan nangis, sang ayah mendekat lalu memeluk bunda berusaha menenangkan istrinya.


" Sabar bunda namanya cobaan, pernikahan mereka sedang diuji sama sang gusti allah seberapa kuat mereka hadapi ini semuanya. Kita sebagai orang tua hanya bisa bantu doa toh."


" Permisi." ucap seseorang yang datang.

__ADS_1


Siapa yang datang ya?


To be continue...


__ADS_2