Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Vitamin


__ADS_3

Setelah sarapan pagi selesai keluarga kecil Arya pamit kepada Hendra dan Davina, Arya dan Dira ingin mengantarkan kedua buah hati mereka ke sekolah. Pagi ini adalah hari pertama bagi Gilang dan Gita untuk bersekolah. Sebagai orang tua tentu saja momen ini sangat di tunggu keduanya, bahkan Arya mengundur sedikit jadwalnya agar bisa mengantar malaikat kecilnya.


"Nanti di sekolah jangan nakal ya nak, harus jadi anak baik budi. Jangan lupa bekalnya di makan. Nanti yang jemput kakek dan nenek ya sayang. Maaf mama dan papa gak bisa jemput, papa dan mama hari ini kerjaannya banyak sayang." Ucap Dira memberi pengertian pada buah hatinya.


"Tidak apa-apa ma, kami tidak marah kok." Jawab Gilang.


"Iya ma, malah Gita lebih senang di jemput sama kakek karena Gita bebas minta jajan apa saja uppsss...." Gita menutup mulutnya, gadis kecil itu baru saja membongkar rahasianya sendiri.


"Gita, kamu ini kebiasaan deh. mulutnya bocor sekali, gak bisa jaga rahasia." Tegur Gilang kesal dengan kelakuan kembarannya.


"Maaf, Gita kan gak sengaja." Jawab Gita.

__ADS_1


"Oh jadi selama ini, kalian selalu minta jajan sembarangan sama kakek terus bohong sama mama?" Tanya Dira.


"Maaf ma, kita jajannya gak sembarangan kok ma. cuma jajan es krim dan cokelat saja. Habisnya mama selalu larang kita makan es krim dan cokelat sih." Jawab Gita membela diri.


"Maaf ma, kami gak akan mengulanginya lagi." Tambah Gilang yang takut Dira marah.


Arya yang sedari tadi fokus menyetir sembari menjadi pendengar yang baik bagi ketiganya kini ikut memberi pembelaan pada si kembar.


"Iya ma, jajannya juga gak banyak-banyak kok." Jawab si kembar bersama.


"Ya sudah mama maafkan, tapi janji jangan makan es krim dan cokelat berlebihan gak baik." Ucap Dira akhirnya mengalah.

__ADS_1


Setelah selesai mengantar si kembar, kini Arya harus mengantar bidadari hatinya ke perusahaan peninggalan sang mertua hari ini Dira akan mengunjungi perusahan untuk memantau para karyawannya.


"Sayang nanti sore kamu jemput aku di supermarket yang ada di dekat kantor aku saja ya, sekalian aku mau belanja bulanan." Ucap Dira memberitahu suaminya.


"Iya sayang, sebelum turun jangan lupa jatah aku." Ucap Arya mengingatkan sang istri yang hendak turun dari mobil tanpa memberinya vitamin untuk hari ini.


Cup... cup....cup.....


"Maaf sayang, aku hampir lupa." Dira memberi ciuman di kedua pipi dan bibir suaminya, rutinitas setiap hari sebagai vitamin untuk menyemangati Arya. Walau sudah melewati bertahun-tahun hidup berumah tangga tak membuat kemesraan keduanya luntur.


Arya menepati janjinya untuk selalu membahagiakan Dira dengan cintanya, Arya di buat jatuh hati pada sang istri setiap hari. Jika di lihat-lihat Arya seperti mendapatkan karmanya. Lelaki yang dulu menolak hadirnya Dira dalam hidupnya kini ia sangat mencintai Dira. Bahkan cinta Arya kini melebihi cinta Dira padanya, kadang hal itu membuatnya iri pada dua anak kembarnya. Kehadiran si kembar membuat posisinya tergeser dari hati sang istri. Arya harus rela berbagi cinta dan kasih sayang dengan kedua buah hatinya. Hal itu membuat Arya memutuskan untuk tidak menambah buah hati lagi, selain tidak ingin perhatian Dira terbagi lagi, Arya juga mempunyai trauma dalam proses kelahiran si kembar. imana ia hampir kehilangan Dira wanita yang sangat ia cintai.

__ADS_1


__ADS_2