
Dira tertawa bahagia saat melihat tingkah kedua bayi kembarnya yang begitu menggemaskan, walau hanya bisa melihat momen tersebut melalui ponselnya. Walau belum bisa bertemu dengan si kembar tapi rasa rindu itu sedikit terobati oleh kemajuan teknologi sekarang. Davina selalu rutin melakukan video call dengan sang menantu agar Dira bisa melihat kedua anaknya, tak jarang Dira menghabiskan waktu berjam-jam demi melihat tingkah menggemaskan Gilang dan Gita.
"Sayang, video callnya sudah dulu. Kamu harus makan siang, baru minum obat. Setelah itu istirahat lah, agar kamu cepat pulih jika ingin bertemu dengan si kembar." tegur Arya sembari membawa makan siang untuk Dira.
__ADS_1
"Iya kak" Dengan patuh Dira mengakhiri kegiatan yang begitu menyenangkan itu dengan berat hati.
kondisi Dira semakin membaik setelah beberapa Minggu sadar dari koma, Arya begitu setia menjaga dan merawat Dira. Memastikan bahwa istrinya tidak kekurangan apapun, arya berusaha agar Dira selalu merasa aman, nyaman dan bahagia. Salah satu sumber kebahagian Dira selama di rumah sakit ialah kedua anaknya. Mereka akan melihat tingkah lucu si kembar melalui ponsel yang akan berdampak baik untuk Dira. Istrinya itu selalu bersemangat untuk sembuh jika sudah mengingat anak mereka. Rencananya besok operasi jantung Dira akan di mulai, hal yang mendebarkan untuk Arya dan juga semua orang. Ada rasa takut saat di dalam hati kecil Arya, takut jika operasi gagal dan ia kehilangan sang istri. Arya harus menyembunyikan rasa gelisah itu, tak ingin Dira tahu kegelisahannya yang akan membuat Dira menjadi kepikiran. Sebagai suami Arya harus menjadi penyemangat untuk istrinya, Arya hanya bisa memanjatkan doa agar Allah melancarkan operasi Dira.
__ADS_1
Keesokan harinya ruangan Dira di penuhi banyak orang, kedua orang tua Arya, Bimo dan Bunga serta sahabat Dira Rio dan Lisa sedang berkunjung sekaligus memberi semangat sebelum Dira di bawa ke ruang operasi. Rio dan Lisa kini menjadi orang kepercayaan Dira di perusahaan peninggalan kedua orang tuanya. Walau sangat sibuk tapi keduanya menyempatkan untuk memberi semangat kepada sahabat sekaligus atasan mereka tersebut.
"Benar kamu harus sembuh, jangan biarkan posisimu di gantikan oleh wanita lain. Ingat jika sampai di posisi ini kamu tidak mendapatkannya dengan mudah. Kamu bahkan mengeluarkan keringat, darah dan air mata. Aku adalah saksi hidup kisah cintamu yang memilukan yang berakhir manis. Kamu sudah berhasil menaklukan hati laki-laki yang kamu cintai. Kamu harus sembuh jika ingin menikmati kebahagiaanmu bersama keluarga kecilmu." Tambah Lisa membuat semua orang tertawa.
__ADS_1
"Benar kamu harus sembuh biar kita bisa membawa anak-anak kita ke tempat bermain anak bersama, jika dulu shopping dan nongkrong di cafe tempat yang sering kita datangi tapi seterusnya kita akan sering nongkrong di tempat bermain anak. Karena kita sudah jadi ibu-ibu." Ucap Bunga tak mau kalah ingin memberi semangat.
"Apa yang di katakan semua orang benar, kamu harus sembuh agar suamimu ini mau di ajak untuk sekedar minum kopi di luar, kamu tahu Dira semenjak kamu koma Arya tidak pernah meninggalkanmu, dia hanya meninggalkanmu jika ingin menjenguk si kembar di rumah." Tambah Bimo.
__ADS_1