
...Happy Reading...
Setelah dia memutuskan untuk ke kamar, Nafisah hanya memilih duduk di balkon saja menikmati sore hari yang sejuk ini.
" Ekhem. " Deheman seseorang membuat Nafisah menoleh ke arah nya saat dia menoleh dan mendapatkan Altaf di belakang nya, Nafisah memilih diam saja.
Altaf duduk di samping Nafisah dan kini suasana canggung menghampiri mereka berdua.
" Maaf. " Ucap Altaf, Nafisah menengok ke arahnya tapi hanya sebentar saja.
" Untuk apa mas minta maaf sama Nafisah. "
" Sejujurnya saya tidak tau salah saya tapi saya hanya ingin minta maaf saja jika saya tidak sengaja berbuat salah ke kamu. " Ucap Altaf jujur.
" Mas saja tidak tau salah nya lagian mas juga nggak ada salah si jadi untuk apa minta maaf. " Ucap Nafisah.
" Soal rasa saya__."
" Sudah lah mas jangan berbohong lagi pada Fisah, Fisah tidak apa jika mas tidak mencintai Nafisah tapi jangan berbohong soal rasa itu. " Ucap Nafisah.
" Bisa dengerin saya dulu nggak?!. " Ucap Altaf memberi jeda pada ucapannya.
" Saya memang mencintai mu dan ucapan saya dari yang di rumah sakit hingga saat ini tidak ada yang berbohong. " Lanjut Altaf.
" Mas, jangan buat Nafisah berharap lagi akan cinta mas. "
" Nafisah, saya tidak tau ya harus berkata apa lagi. Saya sudah jujur ke kamu soal rasa saya ke kamu. " Ujar Altaf.
" Ya sudah mas, mas tidak harus berbuat apa-apa ko kepada Fisah. " Ucap Nafisah, Nafisah langsung beranjak dari tempatnya tapi di tahan oleh Altaf.
" Mau kemana? mau menghindar lagi eum?." Tanya Altaf yang membuat Nafisah kembali duduk lagi.
__ADS_1
" Tunggu sebentar. " Ucap Altaf yang beranjak dan berjalan ke arah laci, Altaf mengambil album foto yang waktu itu pernah Nafisah pegang.
"Album itu, untuk apa mas altaf mengambil album itu. " Batin Nafisah.
Altaf kembali duduk di samping Nafisah
" Masih ingat album ini?. " Tanya Altaf, Nafisah hanya mengangguk saja.
" Saya dulu pernah melarang mu dan sekarang sudah waktunya kamu ketahui sebenernya apa yang terjadi sama rasa saya. " Ucap Altaf, Altaf membuka lembar demi lembar album foto itu.
" Loh ini foto fisah. "
" Ya memang ini foto mu. " Ucap Altaf
" Mas mendapatkan dari mana?. " Tanya Nafisah.
" Mungkin kamu lupa Nafisah, dulu kita begitu dekat bahkan saat kita beranjak dewasa kita sering main bersama. "
" Maksud mas?. " Tanya Nafisah yang mengerutkan keningnya.
" Wanita yang mas cintai saat itu di datangi oleh pria lain dan pria itu bersama kedua orang tua mendatangi rumah wanita yang mas cintai. Saat itu juga mas mencoba lupain semuanya dan kebetulan ayah dan bunda ingin ke Jakarta jadi kesempatan buat mas untuk melupakan wanita itu. Mas di Jakarta berusaha untuk membuka hati lagi sampai ketika mas bertemu dengan wanita bernama Tyas Adisty, wanita yang saat itu mas nikahi ketika ayah dan bunda sedang pergi dinas. Setelah menikahi Tyas perlahan-lahan mas bisa melupakan kamu Fisah hingga entah lah ini dinamakan kebetulan atau takdir, kita di pertemukan kembali di saat aku mendengar kabar bahwa abi masuk rumah sakit. Meninggalnya abi membawa aku dan kamu dalam sebuah rumah tangga yang sekarang kita jalani. Awal pernikahan mas sangat cuek atau bahkan kasar ke kamu karena rasa sakit hati mas di masa lalu membuat mas melakukan itu sampai di suatu ketika rasa cinta yang dulu mas buang jauh-jauh itu datang menghampiri mas tapi masih bisa mas tepis tapi ketika aku merasakan kehilangan mu saat kamu pergi lagi rasa itu semakin dalam hingga sampai saat kamu koma rasa sakit di masa lalu mas hilang berganti dengan rasa cinta mas ke kamu. " Jelas Altaf.
Nafisah terpaku akan semua yang Altaf lontar kan barusan.
" Nafisah jangan pernah ragu sama soal rasa mas ke kamu. " Ucap Altaf.
" Soal Rasyid, mas mohon dengan amat sangat kamu jangan pernah dekat sama dia. " Ucap Altaf memohon kepada Nafisah.
" Kenapa mas? Rasyid sepertinya orang baik. " Ujar Nafisah.
" Jangan pernah menilai orang tanpa kamu memahami dia lebih dalam, Rasyid yang menyebabkan mas kehilangannya semuanya. " Ucap Altaf.
__ADS_1
" Kehilangan?. " Tanya Nafisah bingung
" Ya Rasyid yang menyebabkan aku bercerai dengan Tyas karena Rasyid pernah menghamili Tyas 3 tahun sebelum aku dan Tyas menikah. Dan Rasyid juga yang menyebabkan perusahaan ayah dulu hampir bangkrut yang untung saja abi menolong perusahaan ayah. " Jelas Altaf.
" Rasyid sekarang juga merencanakan sesuatu agar mas merasakan kehilangan lagi karena Rasyid tidak pernah menerima apa yang mas punya dia ingin mas merasa kehilangan semua yang mas punya. " Ucap Altaf, lagi dan lagi Nafisah hanya diam karena sungguh Nafisah tidak menyangkan betapa jahat nya Rasyid.
Tapi Nafisah juga yakin, apa yang membuat Rasyid seperti sekarang pasti ada sesuatu yang sangat membekas hingga dia seperti saat ini kepada Altaf.
" Jadi mas mohon dengan amat sangat jangan pernah dekat dengan Rasyid karena mas takut Rasyid nekat melakukan apapun ke kamu, Nafisah. " Ucap Altaf yang memohon untuk sekian kali nya, Nafisah hanya mengangguk dia tidak mau membantah nya karena dia juga yakin maksud Altaf baik agar dia tidak kenapa-kenapa.
" Eum mas, Fisah boleh bertanya. "
" Silahkan, apa yang ingin kamu tanyakan Fisah. " Ujar Altaf.
" Soal kenapa mas tidak pernah mau nyentuh Nafisah, kenapa mas?. " Tanya Nafisah.
" Nafisah Humaira dengerin mas, bukannya mas tidak mau menyentuh mu tapi karena takut akan melukai mu yang mas pikir kamu belum siap untuk melakukan itu dan mas juga nggak mau melakukan hal itu dengan amarah seperti kemarin yang mas mau kita melakukan nya dengan adanya cinta di dalamnya. " Ucap Nafisah.
" Maafin Nafisah yang kemarin terbawa emosi dan mengatakan itu kepada mas. " Ucap Nafisah yang menunduk.
" Tidak ada yang perlu di maafkan Nafisah kita hanya perlu memulai awal kembali pernikahan kita, pernikahan yang di jalani dengan adanya cinta di dalamnya dan mas berjanji akan merubah sikap mas ke kamu, mas tidak akan bersikap dingin lagi kepadamu. " Ucap Altaf.
" Nafisah Humaira mau kah kau memulai kembali pernikahan kita tapi mas tidak bisa menjanjikan apapun ke kamu, mas cuman bisa kita jalani bersama. Mas juga bukan tipe orang yang suka gombal atau romantis padamu, mas hanya bisa jadi diri mas sendiri yang insya allah akan bisa membuat mu bahagia. " Lanjut Altaf.
" Mas, Fisah mau menjalani semuanya ini dari awal dan fisah juga tidak masalah jika mas tidak romantis hanya saja fisah tidak mau mas menatap Nafisah seperti dulu menatap nya dengan tatapan dingin mas, Fisah sangat tidak suka. " Ucap Nafisah.
" Boleh Nafisah peluk mas?. " Tanya Nafisah
" Sangat boleh tanpa kamu meminta mas akan memeluk mu lebih dulu Nafisah. " Ucap Altaf.
Mereka berpelukan menyatukan rasa mereka kepada senja, senja lah yang akan jadi saksi bisu cinta mereka berdua.
__ADS_1
To be continue...