
📍Bandara Internasional Soekarno-Hatta
...Happy Reading...
Nafisah dan Altaf sudah sampai di Jakarta kembali, selama perjalanan Nafisah diam dan menghabiskan waktu dengan membaca novel nya. Sedangkan Altaf dia asik dengan pekerjaannya yang masih harus di selesaikan.
" Kamu mau makan dulu atau gimana?. " Tanya Altaf yang memecahkan keheningan karena sejak turun dari pesawat mereka masih saling diam, Nafisah berjalan sambil memeluk boneka yang ia bawa.
" Nafisah Humairah. " Altaf memanggil nama Nafisah karena dia kesal pertanyaan nya tak di jawab oleh Nafisah.
Nafisah berhenti dan menatap Altaf. " Pulang aja." Hanya kalimat itu yang Nafisah keluarkan.
" Kamu kenapa sayang?. " Tanya Altaf yang memegang lengan Nafisah yang hendak pergi.
" Nggak apa-apa mas. " Ucap Nafisah, Altaf masih tidak puas dengan jawaban Nafisah.
" Kita selesaikan di rumah, kamu harus bicara kenapa kamu mendiamkan mas. " Titah Altaf, Altaf pun menelpon supir yang ada di rumah untuk menjemput ia dan Nafisah.
...•••...
# Rumah
" Assalamu'alaikum. "
" Waalaikumsalam non fisah, aden. " Ucap Mbok yang menyambut kita dengan muka senang nya itu.
" Eum Fisah ke atas duluan ya mau mandi. " Ucap Nafisah yang langsung naik ke atas untuk ke kamar.
" Al mau nyamperin Fisah ya. " Altaf pun menyusul Nafisah ke kamar.
...•••...
# Kamar
Altaf dan Nafisah berpapasan tapi mereka masih sama-sama diam, Altaf sengaja memilih diam karena dia akan mandi dulu abis itu akan bicarakan masalah yang membuat mereka jadi diam-diam gini.
15 menit kemudian
__ADS_1
Altaf sudah keluar dari kamar mandi dan juga udah selesai mandi sedangkan Nafisah dia duduk di kasur dengan novel nya dan kaki nya bersila.
" ekhm. " Altaf berdehem membuat Nafisah menoleh ke arah Altaf tapi hanya sebentar saja.
" Sayang. " panggilan pertama Altaf ke Nafisah tapi dia masih enggan melirik ke Altaf.
" Nafisah Humairah. "
" Kamu kenapa si?!. " Nada suara Altaf meninggi membuat Nafisah terkejut kaget mendengar itu.
Nafisah tipe perempuan yang paling nggak bisa mendengar suara orang meninggi apalagi orang itu adalah orang yang dia cintai tapi Nafisah memilih diam menahan air mata nya yang hendak keluar.
Nafisah melangkah kan kaki nya untuk berjalan keluar tapi tiba-tiba. " Mau kemana?. " Tanya Altaf tapi Nafisah tidak menjawabnya.
" SOPAN SEKALI KAMU NAFISAH. "
" Suami lagi bertanya tapi kamu malah pergi begitu. " Nafisah sudah tidak kuat lagi dia pun langsung berlari keluar kamar.
Nafisah mencari kunci mobil
" Non mau kemana?. " Tanya Mbok yang melihat Nafisah seperti sedang buru-buru.
" Mbok liat Nafisah nggak?. " Tanya Altaf ke mbok yang sedang membersihkan dapur.
" Mbok tadi liat non pergi keluar tapi tadi non bilang ke mbok kalau aden katanya jangan mencari Non. " Altaf langsung berlari ke atas untuk mengambil kunci mobil nya.
Dia pun langsung mengejar Nafisah.
...•••...
Hujan pun turun Altaf telah mencari Nafisah ke sana kemari tapi tak menemukan. Altaf mengingat ucapan Ayahnya yang bilang kalau Nafisah suka ke taman akhirnya Altaf pun ke sana.
Dan Altaf mendapati Nafisah tapi sedang bersama pria lain. Altaf pun marah dan karena posisi Nafisah dan pria itu malah membuat Altaf salah mengira. Altaf mengira kalau Nafisah dan pria itu sedang berciuman.
" Waww. "
Nafisah dan pria itu spontan menengok ke arahnya. Adi, ya pria itu adalah Adi.
__ADS_1
" Ternyata di sini bersama DIA. "
" Al gue bisa jelasin. " Ucap Adi.
" Stop ya gue nggak butuh penjelasan lu. "
" Tapi Al. " Adi tetap membantah pikiran Altaf karena ini semua nggak seperti yang Altaf lihat.
" Gue bilang diem ya diem, PAHAM!. "
" Mas, lebih baik mendengarkan ucapan Adi dulu daripada nanti salah paham. " Ucap Nafisah.
"KAMU, bisa diam nggak?!. Kita selesaikan semuanya di rumah. PAHAM?!. " Titah Altaf yang di selimuti emosi yang sangat amat memuncak.
Akhirnya Altaf membawa Nafisah pulang ke rumah membicarakan semuanya.
# Kamar
Sesampai nya di kamar Altaf sengaja menutup pintu kamar bahkan di kunci agar tidak ada yang ikut campur dengan rumah tangga nya.
" Jelaskan semuanya. " Ucap Altaf
" Tidak ada yang perlu Fisah jelaskan sepertinya semua sudah jelaskan mas kalau fisah sama adi hanya temanan saja dan tadi adi menolong fisah. "
" BOHONG. "
" Terserah apa kata mu mas lagian fisah juga sudah jujur dan fisah juga nggak akan pernah selingkuh. " Ucap Nafisah.
"Aku nggak percaya sama kamu, oh atau jangan jangan juga anak ini adalah anaknya adi. Kamu dan adi melakukan hubungan sangat waktu itu kamu pergi dari rumah. "
" Astagfirullah mas istighfar setan sedang menguasai hati dan pikiranmu. " Ucap Nafisah yang masih lembut walaupun sakit hatinya.
" Bisa jangan mengalihkan pembicaraan. "
" Mas cukup ya Fisah sangat capek dengan semuanya ini aturan Fisah yang marah sama mas tapi mas malah begini dan Fisah bukan wanita murahan yang mas bayangkan. Yang bisa tidur dengan siapapun nggak mas, Fisah masih punya harga diri."
" Saya nggak percaya sama kamu. "
__ADS_1
" Terserah mas mau percaya atau tidak sama Fisah yang penting Fisah sudah berbicara sejujur. " Ucap Nafisah yang langsung pergi dengan membawa diri saja lagi dan lagi.
To be continue...