
Nafisah terus berjalan dia merasa sangat asing di tempat yang serba putih itu dia melihat ummah dan abi nya.
" Ummah abi. " Panggil Nafisah
" Nafisah. " Mereka melihat ke arah ummah dan abi nya.
" Ummah abi, Nafisah kangen sekali sama kalian. " Ujar Nafisah yang langsung memeluk ummah dan abi nya.
" Nafisah ikut sama ummah dan abi ya. " Ucap Nafisah namum ummah dan abi nya menggelengkan kepalanya.
" Tidak sayang. " Ucap ummah
" Kenapa tidak ummah?. " Tanya Nafisah
" Kamu tidak bisa ikut sama ummah dan abi, kamu harus kembali karena Altaf menunggu mu. " Ujar ummah.
" Tapi ummah. "
" Tidak sayang kamu harus kembali, Altaf menunggumu coba kamu lihat kebelakang. " Ucap ummah, Nafisah langsung melihat ke arah belakangnya.
Dia melihat Altaf berdiri tegap di belakang nya sambil berucap " Kembali lah Nafisah. "
Nafisah menatap kembali ummah dan abi nya
" Abi telah menyerahkan tugas abi ke altaf jadi kembali lah sayang. " Ucap Abi dan ummah nya.
Abi dan ummah nya melepas pegangan tangan Nafisah lalu berjalan ke arah cahaya yang terang sekali.
...•••...
" Al. " Panggil bunda.
" Ya bunda, kenapa?. "
__ADS_1
" Nafisah. " Ucap bunda
" Nafisah kenapa bun. " Altaf tampak begitu panik saat melihat bunda seperti itu.
" Bunda." Altaf memanggil bunda nya karena tak kunjung melanjutkan ucapannya.
" Nafisah memanggil nama mu tadi dokter bilang kondisi Nafisah melemah bahkan detak jantungnya hampir hilang. " Ujar bunda
" Ya allah astagfirullah, ya udah kita ke sana sekarang. " Altaf langsung menggandeng tangan bunda nya menuju ruang ICU.
" Dokter. "
" Gimana kondisi istri saya. " Ujar Altaf
Dokter tampak begitu lemas dan tidak tega ingin mengatakan nya
" Dokter jawab saya. " Teriak Altaf
" Maaf pak saya sudah berusaha semaksimal mungkin tapi istri bapak tidak bisa di selamatkan. "
" Enggak enggak mungkin. "
" Nafisah. "
" Bunda, Nafisah masih ada bunda nggak mungkin Nafisah ninggalin Altaf. " Ucap Altaf, bunda ikut berlutut di samping nya dan langsung memeluknya berusaha menenangkan Altaf.
" Altaf mau masuk bun. " Altaf langsung lari ke ruang ICU.
" Nafisah hey. "
" Bangun Nafisah, kamu sudah tidak mau bertemu ku lagi. " Ujar Altaf
" Apa kamu nggak bisa kasih ku satu kesempatan satu kali lagi untuk bahagia kan mu. " Ucap Altaf yang langsung memeluknya.
__ADS_1
Tiba-tiba layar monitor detak jantung nya kembali berdetak lagi dan Altaf merasakan pergerakan tangan Nafisah.
" Nafisah. " Altaf menatap pergerakan tangan Nafisah.
" Dokter. " Panggil Altaf, dokter langsung menghampiri nya dan mengecek semuanya.
" Alhamdulilah pak ada mukjizat, detak jantung Ibu Nafisah kembali berdetak dan Ibu Nafisah sudah melewati masa kritis nya. " Ujar Dokter.
" Alhamdulilah ya allah. " Ujar Altaf di saat itu juga dia melakukan sujud syukur atas semuanya.
Dia yakin allah akan mengabulkan doa hambanya dan dia juga yakin Nafisah adalah wanita hebat, Nafisah bisa berjuang melawan semuanya.
" Kita hanya tinggal menunggu Ibu Nafisah sadar saja. " Ucap dokter yang tak lama mata Nafisah mulai terbuka meski perlahan karena dia harus menyesuaikan sinar.
" Nafisah. " Panggil Altaf saat Nafisah membuka mata sepenuhnya.
" Biar saya cek dulu kondisinya. " Ucap dokter yang langsung mengecek Nafisah.
" Alhamdulilah ibu nafisah sudah melewati ini semuanya biar saya lepas alat ventilator yang ini dan mengganti dengan alat bantu pernafasan yang kecil saja untuk berjaga-jaga takut tiba-tiba ibu nafisah sesak nafasnya. "
Altaf hanya tersenyum saja karena Nafisah sudah kembali.
" Baik kalau gitu saya permisi kalau butuh apa-apa bisa panggil saya. " Ucap dokter
" Terima kasih dok. "
" Sama -sama pak. " Dokter beserta suster itu keluar dari ruangan.
Altaf dan Nafisah belum sempat mengobrol karena Nafisah harus di pindahkan ke kamar inap biar lebih nyaman.
Senyuman tak luntur dari bibir Altaf tiada yang lebih bahagia sekarang selain saat ini.
" Terima kasih ya allah. " Batin Altaf saat mengantar Nafisah ke kamar inap.
__ADS_1
To be continue...