Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Liburan


__ADS_3

Ceklek....


Terdengar suara pintu kamar mandi di buka dengan cepat Dira menghapus air matanya dan bersikap biasa saja.


"Loh kok belum istirahat?" Tanya Arya.


"Gimana mau istirahat kalau dari tadi suara ponsel kamu mengganggu. Si honey sepertinya sangat merindukanmu sehingga ia tidak bisa berhenti menghubungimu." Cibir Dira kesal.


"Maaf dek, kakak belum sempat Mengganti nama kontaknya kalau kamu gak percaya dan merasa terganggu kakak akan memblokir kontaknya." Ucap Arya.


Arya tahu jika saat ini istrinya sedang kesal dan cemburu dengan cepat ia mengambil ponselnya kemudian duduk di samping Dira, tanpa ragu laki-laki itu langsung memblokir kontak Tari membuat Dira terkejut bercampur dengan rasa bahagia. Tetapi Dira sebisa mungkin menyembunyikan rasa bahagianya itu, bahkan wanita hamil itu terkesan tidak peduli dengan yang baru di lakukan oleh suaminya.


"Sekarang sudah beres, dia tidak akan menggangu kita. Ayo sekarang kita istirahat." Ajak Arya.


Dira hanya mengangguk kemudian keduanya langsung berbaring di ranjang mereka, tak lupa Arya memeluk Dira yang sedang tidur memunggunginya, memberi sebuah kecupan di puncak kepala sang istri. Tangan kekar Arya mulai mengelus perut rata tempat dimana calon anak-anaknya tumbuh.


"Apa kamu merasa nyaman jika kakak mengelus perutmu?" Tanya Arya.


"Hmmm"


"Tidurlah kalau begitu, kakak akan terus mengelus perutmu agar kamu merasa nyaman." Ucap Arya dengan lembut


*****


Hari sudah malam Arya dan Dira baru saja selesai makan malam kini Arya sedang menyiapkan obat yang harus Dira minum.


"Ini obatnya dek dan ini minumnya." Ucap Arya.


"Terima kasih Kak." balas Dira.


Arya menggendong Dira ke sofa yang ada di depan televisi dengan lembut Arya menawarkan pada Dira apakah istrinya itu ingin menonton televisi karena sedari tadi Dira mengeluh bosan di rumah terus.

__ADS_1


"Apa kamu ingin menonton televisi?" Tanya Arya.


"Tidak Kak, lebih baik kita ke kamar saja." Ucap Dira tidak semangat.


"Kamu kenapa tidak bersemangat seperti itu, apa ada yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Arya kembali.


Dira menggeleng membuat Arya semakin bingung.


"Terus kenapa wajahnya murung seperti ini?" Ucap Arya mencari tahu.


"Apa Kak Arya akan mengabulkan permintaanku jika aku mengatakannya?" Tanya Dira balik.


"Tentu saja, asal kamu bahagia kakak akan berusaha mengabulkannya." Jawab Arya.


"Dira ingin liburan kak." Ucap Dira.


"Liburan kemana, kamu baru sembuh dek. Bukannya kakak tidak mau menuruti permintaan kamu tapi kakak takut kamu kelelahan." Tolak Arya.


"Aku sudah sehat kak, liburannya tidak usah jauh-jauh yang penting hanya ada kita berempat, kak Arya, aku dan anak-anak kita. Dira mohon kak mungkin ini permintaan terakhir Dira." Ucap Dira lirih membuat Arya menatap tajam istrinya.


"Maaf kak, Dira akan berusaha bertahan semampu Dira. Tapi kita jadikan perginya?" Tanya Dira memastikan.


Tak ingin membuat istrinya kecewa dan sedih akhirnya Arya menghubungi Dani dan menanyakan keinginan Dira yang ingin pergi berlibur. Sekarang Arya akan membuat hari Dira di penuhi kebahagiaan seperti janjinya.


"Tidak apa-apa asal Dira tidak terlalu lelah, lebih baik kalian mencari tempat liburan yang tidak terlalu jauh dari sini mungkin hanya memakan waktu satu sampai dua jam perjalanan dengan menggunakan mobil. Mungkin Dira bosan dan suntuk di rumah terus dengan liburan dan menikmati suasana baru akan membuat ia merasa jauh lebih baik." Jawab Dani yang sedang di hubungi Arya.


Arya meletakkan kembali ponselnya setelah selesai berbicara dengan Dani, sedangkan Dira terlihat tidak sabar dan segera menanyakan apakah mereka bisa berlibur kepada suaminya.


"Bagaimana kak, apa yang di katakan kak Dani?" Tanya Dira penasaran.


"Dani memperbolehkan kamu untuk bepergian asal tidak terlalu jauh, kalau begitu kita akan pergi liburan sesuai dengan keinginan kamu. Asal kamu nurut pada kakak jangan terlalu lelah, jika kakak menyuruh istirahat kamu harus nurut mengerti." Ucap Arya.

__ADS_1


"Siap bos." Ucap Dira dengan senyuman yang membuat Arya terpesona.


"Ya sudah kalau begitu kita harus segera istirahat dan besok kita akan pergi liburan." Ucap Arya.


Arya memandangi wajah cantik istrinya yang kini sedang tertidur pulas sedangkan ia baru saja selesai memesan hotel secara online untuk tempat mereka menginap saat liburan nanti.


"Kamu pasti bahagia saat kita sudah sampai di sana. Kita akan membuat kenangan yang indah di sana hanya ada kamu, aku dan anak-anak kita." Ucap Arya yang kini ikut berbaring di samping Dira dengan tangannya yang memeluk Dira dan mulai memejamkan matanya.


*****


Keesokan harinya Dira dan Arya benar-benar berangkat liburan, Arya memacu mobilnya dengan santai agar Dira merasa aman dan nyaman. Bahkan mereka beberapa kali berhenti agar Dira bisa beristirahat.


Senyum indah Dira tak pernah pudar setelah sampai di resort tempat mereka menginap. Dira sedang menikmati pemandangan yang begitu indah di hadapannya.


Arya memang sengaja memesan resort yang sangat menjaga privasi mereka sebagai pasangan sehingga keduanya bebas melakukan apa saja tanpa khawatir. Di tambah dengan suasa pengunungan yang asri dengan fasilitas lengkap mulai dari kolam renang pribadi berkonsep infinity poll yang menciptakan suasana santai di alam bebas. Dengan desain bangunan dengan konsep tradisional modern dengan interior berupa bebatuan alam dan di dominasi oleh kayu yang mengusung tema liburan back to nature yang mewah.


"Bagaimana apa kamu menyukainya?" Tanya Arya memeluk Dira dari belakang, ikut menikmati pemandangan yang dapat menenangkan hati dan pikiran mereka.


"Iya aku sangat suka kak, Disini sangat tenang, pemandangannya juga indah dan udaranya sangat sejuk sangat pas untuk menenangkan diri." Ucap Dira.


"Kamu benar di sini indah, tenang dan damai. Satu lagi di sini tidak akan ada yang mengganggu kita. Jadi ayo kita nikmati liburan kita." Ucap Arya kemudian membawa Dira ke ranjang mereka.


Arya kini sudah berada di atas Dira membuat Dira sedikit gugup dan sudah berpikir yang tidak-tidak, apalagi Arya yang terus menatapnya dengan senyuman manis yang menggoda iman. Dengan ragu-ragu Dira mengeluarkan suaranya.


"Kakak mau apa?" Tanya Dira.


"Simpan pikiran nakalmu itu, kakak tidak akan memakanmu sekarang. Kita istirahat dulu agar tidak kelelahan. Setelah itu baru kakak akan memakanmu." Ucap Arya berbisik di telinga Dira.


Jika Arya dan Dira sedang bahagia menikmati liburan mereka berbeda halnya dengan Tari yang prustasi karena Arya tidak main-main dengan ucapannya terbukti laki-laki itu tidak pernah lagi menghubunginya bahkan sekarang nomornya di blokir oleh Arya. Tidak kehilangan akal Tari bahkan mendatangi kantor dan apartemen Arya tetapi sia-sia karena ia tidak menemukan Arya di sana.


"Sial, di mana Arya sekarang?" Umpat Tari yang sedari tadi menekan bel apartemen Arya.

__ADS_1


Hai teman-teman sebelum ke part yang menegangkan kita buat part kebersamaan Arya dan Dira dulu ya, biar si Arya makin nyesal nanti karena di sini ia mulai menyadari perasaannya pada Dira. Dan yang tanya kapan terbongkar kebusukan Tari? Tenang tidak akan lama lagi jadi pembaca di harap sabar ya.


Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat.


__ADS_2