Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Ungkapan Cinta Arya


__ADS_3

Tari terpaksa di bawa paksa oleh pihak berwajib karena tidak mengakui perbuatannya. Wanita itu masih menyangkal walau bukti kejahatannya sudah di kantongi pihak berwajib.


"Jangan sentuh saya, saya tidak ingin di penjara. Saya harus menghubungi pengacara saja." Bentak Tari pada polisi yang ingin memborgol tangannya.


"Jangan mempersulit kami nona, silahkan hubungi pengacara anda nanti di kantor. Sekarang anda harus kami bawa ke kantor untuk di periksa. Tolong kerja samanya, kami tidak akan menangkap seseorang tanpa bukti." Ucap seorang polisi memperingati Tari.


Setelah berbagai drama berlangsung, Akhirnya Tari berhasil di bawa oleh polisi dengan tangan yang di borgol. Semua mata karyawan kembali terkejut melihat hal tersebut, mereka menerka-nerka apa yang terjadi di dalam ruangan bos mereka.


Baru beberapa menit yang lalu mereka menyaksikan sang atasan panik berlari menggendong sang istri yang terlihat tak berdaya menahan sakit sekarang mereka melihat seorang wanita dengan tangan terborgol di bawa oleh pihak kepolisian.


Apalagi tadi mereka sempat mendengar jika wanita tersebut mengaku sebagai kekasih atasan mereka, para karyawan semakin menerka-nerka apa mungkin atasannya terlibat skandal dengan bermain api dibelakang sang istri. Banyak yang menyayangkan jika hal itu benar, karena mereka tahu siapa yang jadi istri dari atasannya.


"Bukannya itu Tari, mantan pacar pak Arya." Ucap seorang karyawan yang sudah lama bekerja di perusahan tersebut.


"Jangan bilang jika mereka menjalin hubungan kembali di belakang Bu Dira. Jika itu benar parah sih, pak Arya tidak tahu bersyukur." Ujar seorang karyawan.


"Tidak bersyukur bagaimana?" Tanya wanita resepsionis yang sempat berdebat dengan Tari.


Wanita itu memang masih karyawan baru sehingga ia tidak mengenal atau mengetahui siapa Tari, berbeda dengan karyawan yang sudah cukup lama bekerja di sana. Mereka pasti mengenal siapa Tari karena dulu wanita itu sering mengunjungi atasan mereka.

__ADS_1


"Wanita itu dulu adalah calon istrinya pak Arya, saya dengar dia kabur sehari sebelum hari pernikahan mereka dengan alasan yang tidak jelas. Tapi syukur deh mereka gak jadi nikah, pak Arya dapat gantinya seribu kali lebih baik dari wanita itu. Kalian tahu Bu Dira adalah wanita terhormat anak dari pengusaha kaya raya. Kalian juga tahu selama ini Bu Dira sangat baik dan ramah pada seluruh karyawan di sini. Walau ia adalah istri atasan kita tapi tidak pernah angkuh dan sombong, dia selalu rendah hati berbeda dengan wanita itu masih jadi pacar saja sudah belagu." Tutur karyawan tersebut mengingat tingkah laku Tari di masa lalu.


"Kamu benar pak Arya beruntung memiliki istri seperti Bu Dira. Cantik, baik hati dan dari keluarga terhormat pula. Keterlaluan jika pak Arya masih berhubungan dengan wanita itu." Ucap Resepsionis tersebut.


Bimo yang berjalan mengikuti Tari dan pihak berwajib tidak sengaja mendengar pembicaraan antara karyawan tersebut. Dengan wajah datar dan dingin laki-laki itu menegur para karyawan yang sibuk bergosip.


"kembali ke meja kalian dan lanjutkan pekerjaan kalian. Disini tempat bekerja bukan bergosip, jangan sampai kalian mendapat surat peringatan yang akan membuat kalian menyesal." Tegur Bimo sedikit mengancam.


Saat ingin keluar dari perusahan Arya, Bimo bertemu dengan Hendra papanya Arya yang terlihat kebingungan melihat beberapa polisi keluar dari perusahannya.


"Bimo apa yang terjadi, kenapa ada polisi di sini?" Tanya Hendra pada sahabat anaknya.


Bimo menceritakan inti dari permasalahan Tari sehingga Hendra mengerti kondisi saat ini. Dengan cepat ia menghubungi pengacara keluarganya agar segera mengurus perkara tersebut. Kini Bimo dan Hendra ikut ke kantor polisi untuk memastikan jika Tari di proses, karena Arya tidak mungkin bisa menghandle semua ini. Biarlah Arya fokus dengan Dira saat ini.


Sementara di dalam mobil Dani sedikit emosi karena jalanan sedikit macet, laki-laki itu terus saja menekan klakson mobilnya agar memberi mereka jalan.


"Woi, minggir sialan saya sedang membawa orang sakit." Teriak Dani dari jendela mobilnya.


Mendengar hal itu seorang penumpang mobil lain berinisiatif turun dan membantu Dani untuk memberitahu mobil lain untuk memberi jalan pada Dani sehingga mereka tidak terlalu lama terjebak dalam kemacetan.

__ADS_1


Sedangkan di kursi belakang terdengar Arya menangisi sang istri yang semakin terlihat semakin melemah. Arya hanya mampu memeluk wanita yang kini sangat ia cintai itu. Kini lelaki itu di hantui rasa takut akan kehilangan. Arya akhirnya mengakui cintanya pada sang istri tapi sayang Dira tidak mempercayainya.


"Dira sayang kamu harus kuat, sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit. Sebentar lagi sakitnya akan hilang. Kamu harus kuat demi aku dan anak-anak kita." Ucap Arya sembari mengecup kening sang istri.


"Sakit kak, Aku gak kuat. Maafkan aku kak, maaf jika selama ini aku selalu memaksakan diri berada di samping kakak. Maaf karena dengan keberadaanku kakak tidak bisa hidup bersama dengan orang yang kakak cintai. Tapi kakak tenang saja sebentar lagi kakak akan terbebas karena hidupku tidak akan lama lagi." Ucap Dira dengan suara lirih.


"Jangan berkata seperti itu sayang, kamu pasti kuat. Kakak akan kabulkan impian kamu, kita akan menjadi keluarga yang bahagia. Hanya kamu, kakak dan anak-anak kita. Jika kamu ingin kakak bahagia maka kamu harus sembuh, karena kamu adalah wanita yang kakak cintai. Maaf karena terlambat menyadari semua ini, kamu boleh hukum kakak tapi kakak mohon jangan tinggalkan kakak, karena kakak tidak akan kuat hidup sendiri tanpa kamu." Tangis Arya kembali pecah.


Dira tersenyum tipis, tangannya mulai terulur menyentuh wajah tampan suaminya. Dihapusnya air mata itu dan menyuruh Arya untuk tidak menangisinya.


"Kak Arya." Ucap Dira lemah menahan rasa sakit yang semakin menjadi.


"Iya sayang, dimana yang sakit sayang? Kamu sabar ya sebentar lagi kita sampai. Dani tolong lebih cepat lagi Dan, kasihan istriku." Ucap Arya yang tidak tahan melihat Dira menahan sakit.


"Terima kasih" Ucap Dira membuat Arya bingung dengan ucapan sang istri.


"Terima kasih karena sudah memberikan kenangan terindah di hidupku. Dira bahagia karena akhir-akhir ini kita mempunyai waktu bersama dan kenangan manis. Aku tahu kakak hanya ingin memenuhi janji kakak yang akan memperlakukanku seperti istri sungguhan sebelum kita berpisah. Kakak berhasil, aku merasa seperti istri yang di cintai suaminya. Aku bahagia kak walau semua kata cinta yang kakak ucapkan itu hanyalah untuk menyenangkan aku saja. Terima kasih karena kakak aku merasakan bagaimana indahnya di cintai walau itu hanya dalam kepura-puraan saja. Sudah cukup kak, berhentilah dalam kepura-puraan ini. Sudah cukup kakak pura-pura mencintaiku." Tutur Dira.


Tes....

__ADS_1


Air mata Arya kembali menetes mendengar kata-kata yang mampu menghantam hatinya dengan sangat keras. Wanita yang ia cintai tidak percaya dengan ungkapan cintanya.


Sorry up-nya telat ketiduran tadi, niatnya mau menidurkan anak eh malah emaknya kebablasan ikut tidur. Akhirnya kebangun tengah malam dan lanjut menghalunya. jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat


__ADS_2