Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Bagian 17


__ADS_3

...Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui....


...( QS. Al-Baqarah 216 )...


...Happy Reading...


Setelah Sholat dzuhur di masjid terdekat Nafisah kembali ke tempatnya tadi.


Melihat sudah tak ada pria itu lagi dan Nafisah juga melihat anak-anak yang sudah duduk rapih karena jam masuk telah di mulai. Nafisah menatapnya dengan tersenyum mereka sangatlah bersemangat belajar.


" Baiklah karena waktu istirahat sudah habis kita mulai lagi ya belajarnya. " Jawab Nafisah.


" Mba sekarang kita belajar apa?. " Tanya Rara, dia duduk paling depan.


" Kita akan belajar pendidikan agama islam atau biasa di sebut PAI. " Jawab Nafisah dan semuanya mengangguk mengerti.


Nafisah mulai mengajari satu persatu dengan telaten mulai dari huruf hijaiyah dan lain-lain.


Tanpa Nafisah sadari pria yang tadi pergi ternyata dia masih di sini dan dia sedang memperhatikan Nafisah yang sedang asik mengajar.


" Anak-anak sayang kalian pelajari ini dulu ya mba Nafisah mau ke sana sebentar. " Ucap Nafisah menunjuk huruf hijaiyah yang ia tulis di papan tulis tadi.


Nafisah berjalan kearah pria yang tengah duduk tak jauh dari Nafisah mengajar tadi.


" Loh kamu belum pulang?. " Tanya Nafisah dan pria itu menatap Nafisah


" Belum. " Ucap pria itu.


" Aku kira kamu tadi sudah pulang. " Ucap Nafisah.


" Tadi aku hanya ke toilet saja. Oh ya tadi kamu abis darimana?." Tanya pria itu.


" Sholat. " Ucap Nafisah.


Sejujurnya dia sangat risih dengan tatapan pria itu yah terlihat dari tatapannya sepertinya dia suka sama Nafisah.


Bukan geer!.., Tapi itu yang Nafisah rasakan.


Nafisah sangat tak suka di tatap seperti itu, Nafisah berharap pria itu segera pulang bukannya benci kepada pria itu hanya saja Nafisah ingin menjauh saja dari pria itu karena dia hanya pria asing bagi Nafisah.


" Mba Nafisah. " Panggil salah satu gadis kecil.


" Ya sayang kenapa?. " Tanya Nafisah.


" Mba ini huruf hijaiyah apa ya. " Tanya nya


Nafisah melihat sekilas pria itu dan berjalan ke arah gadis itu.


" Yang mana sayang, eum. " Tanya Nafisah.


" Yang ini mba aku lupa tadi. " Ucapnya sambil menunjuk


" Oh itu ya sayang. " Jawab Nafisah

__ADS_1


" Terima kasih mba Nafisah. " Ucap gadis itu


" Sama-sama sayang. " Balas Nafisah tersenyum dan mengelus kepala anak itu.


" Tolong.... "


Nafisah di kaget kan dengan teriakan, Nafisah langsung berlari.


" Astagfirullah ya allah Rara sayang. " Kaget Nafisah.


Nafisah segera menghampiri Rara yang terluka di bagian kakinya karena pecahan beling.


Nafisah segera memberi pertolongan pertama, dia merobek sedikit bagian hijab nya untung saja Nafisah memakai hijab yang panjang lalu Nafisah melilitnya ke kaki Rara.


" Nafisah kita harus segera membawa Rara ke rumah sakit sebelum terjadi sesuatu yang parah sama Rara. " Ucap Rasyid.


Nafisah mengangguk dan membiarkan Rara menggendong Rara.


" Mir aku minta tolong ya jagain anak-anak ya. " Ucap Nafisah saat sahabat nya datang tepat waktu.


Nafisah pergi tanpa mendengar ucapan Mirna lagi, Mirna bingung dengan sahabatnya itu yang tampak panik sekali.


" Kita naik apa? . " Tanya Nafisah karena mobilnya tidak ia bawa.


" Naik mobil aku saja. " Jawab Rasyid yang lalu memasukkan Rara ke dalam mobil.


Nafisah masih berdiri saja karena ia tak mau satu mobil dengan pria yang tidak ia kenalnya.


" Hey ayo naik. " Ucap Rasyid mengajak Nafisah masuk ke dalam mobil.


" Ayo Nafisah saat ini Rara lebih membutuhkan segera pertolongan rumah sakit, kamu tenang saja aku tak akan apa-apain kamu ko. " Ucap Rasyid menyakinkan.


" Tapi kan. " Nafisah semakin bingung.


" Aduh mba kaki Rara sakit banget. " Rengek Rara membuat Nafisah semakin bingung.


Akhirnya Nafisah langsung naik dan mereka langsung menuju rumah sakit.


...•••...


Setelah mengantar Nafisah dan Rara ke rumah sakit Rasyid langsung pergi.


Nafisah hanya sendirian bersama Rara yang kakinya sudah di tangani dan di perban kakinya.


" Rat gimana keadaan Rara. " Tanya Nafisah setelah Ratih menangani Rara.


" Alhamdulilah dia sudah tidak apa-apa untung nya saja hanya lukanya tidak terlalu parah. " Ucap Ratih.


Berbicara soal Ratih.


Ratih adalah sepupu Adi yang kebetulan sedang bertugas di rumah sakit ini. Ratih merupakan wanita hebat karena di usia nya dia sudah bisa menjadi pengusaha muda dan juga dia sudah mendapatkan gelar sebagai dokter.


Banyak yang mengagumi Ratih termasuk Nafisah sendiri, Nafisah salut akan perjuangan Ratih menjadi dokter. Yah salut karena Ratih wanita yang tidak takut akan darah dan luka sedangkan Nafisah sangat panik jika sudah melihat darah.

__ADS_1


" Alhamdulilah deh, aku sudah panik sekali. " Jawab Nafisah.


" Oh kapan Rara akan pulang. " Tanya Nafisah lagi menatap Rara yang sedang tertidur pulas.


" Hari ini, dia sudah boleh pulang tak perlu menginap ko. " Ucap Ratih.


" Alhamdulilah deh. " Ucap Nafisah.


" Kenapa?. " Tanya Ratih.


" Ya alhamdulilah aku hanya bersyukur saja Rara tak perlu menginap. Kamu tau sendiri aku paling tidak suka mencium terlalu lama bau obat. " Ungkap Nafisah, Ratih terkekeh mendengar ucapan Nafisah.


" Nafisah Nafisah ternyata kamu masih sama seperti Nafisah yang dulu ya. " Ucap Ratih menggelengkan kepalanya.


" Memangnya Nafisah yang dulu sama Nafisah yang sekarang beda ya. " Tanya Nafisah


" Bukan begitu Nafisah maksudku ternyata kau masih takut akan rumah sakit gitu. " Ucap Ratih.


" Permisi dokter Ratih. " panggil suster itu


" Ya sus ada apa?. " Tanya Ratih


" Dokter Rizki memanggil anda. " Ucap Suster itu.


" Baik sus, kalau gitu Nafisah aku tinggal dulu ya. " Pamit Ratih, Nafisah mengangguk.


" Assalamualaikum jangan nih. " Canda Nafisah ala dilan.


Nafisah tau bahwa Ratih sangatlah menyukai film dilan bahkan dia suka mengikuti kata-kata yang di gunakan dilan.


" Assalamualaikum hehehe tau saja kamu Nafisah. " Ucap Ratih terkekeh.


" Waalaikumsalam. " Jawab Nafisah


Lalu Ratih berlalu pergi.


...•••...


Nafisah masih berada di rumah sakit karena dia menunggu jemputan nya dan katanya Rasyid akan menjemput Nafisah dan Rara.


Sambil di luar menunggu Nafisah berbincang dengan Ratih yang juga mau pulang dan sedang menunggu jemputan nya.


" Hey Rara jaga kesehatan ya nggak boleh luka lagi. " Ucap Ratih mencubit pipi Rara.


" Makasih dokter cantik yang sudah mengobati Rara. Oh ya dokter, Rara juga ingin menjadi dokter kaya dokter cantik boleh kan?. " Tanya Rara.


" Boleh dong sayang berarti Rara sayang harus belajar lagi supaya pintar dan bisa menjadi dokter seperti dokter cantik. Dokter cantik doain deh supaya Rara nanti bisa kaya dokter cantik. " Ucap Ratih


" Ya dokter cantik, Rara akan rajin belajar lagi. " Ucap Rara.


" Oh ya kalau gitu aku duluan ya, Fisah. Assalamualaikum. " Ucap Ratih memeluk Nafisah karena jemputan nya sudah datang, Ratih di jemput oleh Dokter Rizki.


Yah meskipun Nafisah tak mengenalnya tapi dia berharap Ratih tidak akan sakit hati lagi dan Ratih tidak salah memilih urusan jodohnya.

__ADS_1


" Waalaikumsalam. "


To be continue...


__ADS_2