Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Bagian 49


__ADS_3

Kehamilan merupakan momen yang sangat didambakan para orang tua.


..." Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa. "...


...Happy Reading...


Pagi ini Nafisah sengaja bangun lebih awal karena dia ingin melangsungkan sholat tahajud sebelum adzan subuh berkumandang. Nafisah membangunkan Altaf agar sholat bersama.


" Mas. " Nafisah membangunkan Altaf dengan menggoyangkan badan Altaf pelan.


" Eumm. " Mata Altaf pun perlahan terbuka menyesuaikan cahaya lalu Altaf melihat ke samping melihat wajah cantik istrinya ini yang membuat Altaf refleks tersenyum ke arah Nafisah.


" Mas kita sholat tahajud bersama iya. " Ucap Nafisah namun Altaf tak menjawabnya karena dia terhipnotis melihat Nafisah.


" Mas hei. " Nafisah melambaikan tangan di depan muka Altaf karena sedari tadi Altaf memandanginya saja.


" Ah iya sayang. " Ucap Altaf yang sudah sadar dari lamunannya.


" Kita sholat tahajud bersama ya. " Ucap Nafisah yang mengulang ucapannya tadi.


" Ya sayang. " Ucap Altaf yang masih memandangi Nafisah entah lah matanya tidak bisa lepas dari wajah cantik istrinya.


" Kenapa mas masih diam di sini? mas sana cepat cuci muka terus wudhu dan jangan lupa ganti baju nya mas. " Titah Nafisah.


" Ya sayang. "


" Jangan ya aja mas kerjakan sekarang keburu telat nanti sholat tahajud nya. " Tegas Nafisah yang semakin kesal melihat Altaf yang hanya memandangi nya saja tanpa menjalankan yang ia bilang tadi.


" Ya istri mas yang cantik tapi kalau lagi marah malah lucu sekali. " Ucap Altaf yang mendapat tatapan tajam dari Nafisah yang semakin kesal.


Altaf pun langsung beranjak dari tempat tidur dan melangkahkan kaki nya ke kamar mandi.


Nafisah pun juga beranjak dari tempat tidur untuk menyiapkan perlengkapan sholat mereka berdua.


...•••...


Selesai melangsungkan sholat tahajud dan sholat subuh, Nafisah dan Altaf memilih duduk di sofa berdua.

__ADS_1


" Sayang kapan kamu akan mengecek nya. " Tanya Altaf ke Nafisah yang sedang duduk di sampingnya sambil membaca novel nya.


" Fisah masih belum tau mas lagian Fisah juga belum beli Testpack nya. " Ucap Nafisah.


" Gimana kalau kita beli sekarang sekalian mencari sarapan pagi. " Ajak Altaf.


" Eum boleh tuh mas kebetulan Fisah juga lapar hehehe. " Ucap Nafisah, Altaf pun mengusap kepala Nafisah perlahan.


" Dasar ya kamu ya sudah sana kamu siap-siap, mas tunggu kamu di sini. " Ucap Altaf, Nafisah mengangguk lalu dia berjalan untuk mengambil hijab dan tas nya tidak lupa dia sedikit memakai bedak tabur dan lipstik agar tidak terlihat pucat.


" Sudah?. " Tanya Altaf, Nafisah pun mengangguk lalu Altaf menggandeng tangan Nafisah.


Altaf dan Nafisah mencari makan di luar hotel sekalian dia membeli testpack, mereka berdua memilih untuk berjalan kaki saja karena ini masih pagi sekalian hitung- hitung untuk berolahraga.


" Mas Fisah mau makan bubur ayam saja. " Ucap Nafisah, Altaf pun mengangguk dan memesan bubur ayam untuk dia dan Nafisah.


" Bang bubur ayamnya dua ya yang satu nggak usah pakai kacang. " Ucap Altaf ke abang tukang bubur itu, abang nya hanya tersenyum ke arah nya dan langsung membuatkan pesanan mereka berdua.


Tak lama pesanan bubur ayam mereka pun datang, mereka pun langsung menyantapnya.


...•••...


" Sangat jangan takut mas akan tetap di sini ada atau tidak ada dia nanti, mas akan tetap menemani kamu sayang. " Ucap Altaf yang mengelus kepala Nafisah sambil menyemangati nya.


" Bismillah sayang, mas tunggu di sini. " Ucap Altaf, Nafisah pun mengangguk dan masuk ke dalam kamar mandi.


Nafisah pun menunggu selama 10 menit sesuai anjuran yang tertera di bungkus nya.


10 menit kemudian...


Nafisah keluar kamar mandi tapi sebelumnya dia berdoa agar hasilnya positif dan tidak mengecewakan Altaf tentunya.


" Ya allah fisah mohon semoga engkau memberikan kepercayaan itu pada Fisah dan mas altaf, Amin ya allah... " Ucap Nafisah dalam hati.


crekk


" Gimana sayang hasilnya?. " Tanya Altaf, Nafisah menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Mas saja yang lihat. " Ucap Nafisah yang langsung menyodorkan hasil testpack nya.


Alhamdulilah


Nafisah melihat raut wajah Altaf berubah menjadi raut wajah yang sangat bahagia sekarang.


" Sayang, coba lihat deh." Nafisah pun mendekat ke arah Altaf.


" Dua garis merah sayang. " Ucap Altaf yang langsung memeluk Nafisah, Nafisah menangis dalam pelukan Altaf.


"Hei ko nangis si. " Ucap Altaf yang menyadari kalau Nafisah sedang menangis, Altaf melepaskan pelukannya.


" Jangan menangis sayang. " Ucap Altaf yang menghapus air mata Nafisah menggunakan ujung jari nya.


" Fisah menangis bahagia ko mas. " Ucap Nafisah tersenyum ke arah Altaf.


" Sudah ah jangan nangis malu tau udah mau jadi bunda masa masih nangis. " Ucap Altaf yang bercanda agar Nafisah tidak menangis lagi.


" Tapi mas kita harus periksa lagi ke dokter untuk memastikan semuanya ini benar atau tidak. " Ucap Nafisah.


" Eum gimana kalau kita cek nanti sepulang kita dari sini, kalau nggak salah bunda pernah bercerita tentang dokter kandungan yang bagus karena dulu bunda dan teman bunda memakai dokter itu. " Ucap Altaf.


" Ya mas kita akan cek nanti ya. "


" Ya sayang, mas bahagia sekali. " Ucap Altaf yang memeluk Nafisah lagi.


" *Ya allah terima kasih kau sudah memberi Fisah dan mas Altaf kepercayaan untuk menjaga dan menyayangi dia. Fisah bahagia sekali melihat mas altaf tersenyum bahagia seperti ini. Beri Nafisah kesehatan sampai jelang kelahiran dia ke dunia ini. Fisah janji akan menjaga dia dengan sekuat tenaga yang Fisah punya. " Ucap Nafisah dalam hati.


" Terima kasih ya allah kau telah mempercayai hamba mu ini untuk menjaga dia kelak nanti, semoga hamba bisa membimbing dan menjadi ayah terbaik untuk dia. Hari ini tiada kata selain bahagia. Hamba janji akan menjaga dia dan istri hamba, berilah kesehatan untuk kandungan istri hamba dan istri hamba juga ya allah agar lancar proses kelahirannya nanti.


Amin. " Ucap Altaf dalam hati* .


Mereka berdua larut dalam kebahagiaan yang tidak di jelaskan oleh kata-kata hanya mereka saja yang mengerti arti bahagia itu sekarang.


Terlebih Altaf yang sangat bahagia karena sejak dulu saat bersama Tyas dia ingin sekali memiliki anak namun nyatanya allah belum memberi dia kepercayaan dan sekarang saat nya allah memberi kepercayaan kepadanya, Altaf berjanji agar bisa lebih menjadi suami dan ayah yang baik untuk keluarga kecil dia nanti.


Altaf akan memasang badan saat ada yang menyentuh keluarga kecil nya itu, dia tidak akan biarkan seseorang masuk ke dalam rumah tangganya meskipun kelak dia tau akan ada badai cobaan datang tapi sebisa mungkin dia dan Nafisah bisa menghadapi nya.

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2