Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Bagian 58


__ADS_3

...Happy Reading...


" Mas, Fisah ngga suka ya mas bohong begini." Ucap Nafisah dengan menatap Altaf tajam.


" Beneran sayang mas ngga apa-apa."


" MAS."


...•••...


" Coba sini tangannya Fisah liat." Ucap Nafisah yang langsung menarik pelan tangan Altaf. Betapa terkejut nya dia saat melihat darah segar yang masih mengalir dari tangan Altaf.


" Ini yang nama nya gapapa, Hah?!." Ucap Nafisah sedikit meninggikan suaranya, Altaf hanya diam saja.


" Sebentar Fisah ambilkan p3k dulu." Nafisah pun beranjak ke dalam kamar.


Tak lama kemudian Nafisah kembali dengan membawa kotak p3k.


" Sini biar Fisah obati dulu kalau ngga nanti mas bisa infeksi." Ucap Nafisah yang fokus membalut tangan Altaf dengan perban.


" Makasih sayang." Hanya satu ucapan keluar dari bibir Altaf.


" Eum lain kali kalau kenapa-kenapa bilang jangan diam aja nanti kalau infeksi lebih bahaya tau." Ucapan Nafisah membuat Altaf tersenyum, dia bahagia sekali melihat Nafisah peduli padanya.


" Al."


" Al balik yuk udah sore nih." Ucap sang teman


" Sayang maaf mas harus balik ke hotel dan sekali lagi terima kasih." Ucap Altaf melirih karena sejujurnya dia ingin sekali di sini terlebih mengajak Nafisah namun keadaan masih seperti ini, Nafisah masih diam dan Altaf tau ini bukan waktu yang tepat untuk mengajak Nafisah untuk pulang bersama nya.


" Mbah, Altaf pamit ya terima kasih pecel dan minumannya tadi." Pamit Altaf

__ADS_1


" loh nggak nginep saja di sini." Tawar si embah


" mungkin lain kali iya, lagian Altaf di sini masih lama ko mungkin sebulan ke depan juga masih di sini." Ucap Altaf.


" Sekali lagi terima kasih ya maaf udah merepotkan kamu." Ucap Altaf kepada Nafisah yang masih diam saja tapi Nafisah menjawabnya dengan senyuman.


...•••...


Selepas hari itu Altaf datang, Altaf tak datang ke situ entah karena apa toh Nafisah juga tidak peduli dengannya.


" mas altaf ngga ke sini lagi, ada apa ya dengan diri nya apa dia takut karena aku marah lagi ya." Pertanyaan itu muncul di pikiran Nafisah.


" alah ngapain toh kamu mikirin dia, dia aja pasti ngga mikirin kamu." Sisi jahat nafisah*.


...•••...


Hari ini aku berencana menemui Nafisah untuk mengajak dia jalan bersama ku namun dikarenakan pekerjaan ku masih menumpuk jadi semua batal.


" Pagi Al." Sapa teman nya, Altaf hanya tersenyum.


" Ngga ko cuman capek aja. " Ucap Altaf berbohong karena sejujur nya kepalanya terasa pening dan dia kehilangan semangat.


" Gimana laporan hari ini? sudah masuk semua kan." Tanya Altaf pada sang sekretaris


" Sudah pak, semua laporan sudah masuk semua hari ini."


" Bagus kalau gitu, ya sudah kalian lanjut bekerja nya." Ucap Altaf yang langsung jalan menuju ruangannya.


Altaf menaruh tas nya di meja dan dia memilih duduk di sofa lalu menyandarkan kepala nya.


Hari ini kepalanya terasa pening dan berat sekali.

__ADS_1


" Al. "


" eum." Altaf cuman menjawab bergumam saja karena kepalanya semakin berat sekali rasanya.


" Al lu sakit?." Altaf tidak menjawab dia masih fokus memijat kepalanya.


" Kenapa lo ke sini?. " Tanya Altaf


" Eum ini ada berkas yang harus lo pelajari. "


" Taro aja di meja." Ucap Altaf


" Al lo ngga mau ke dokter gitu, lo tuh pucet banget."


" ngga nanti juga sembuh."


" Yakin?."


" Yakin dah sana lo mending keluar dari ruangan gw, jangan ganggu deh ah." Ucap Altaf


" Iya iya gw keluar kalau gitu." Ucap temannya setelah teman nya keluar, Altaf mencoba berjalan ke arah meja kerja nya untuk mempelajari berkas yang tadi dibawakan.


...••• ...


Jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, Altaf yang baru saja kelar menyelesaikan pekerjaannya yang dia tinggal cukup lama.


" gila udah jam segini."


Altaf langsung segera bergegas untuk balik ke hotel dan istirahat karena lelah banget terlebih kepalanya masih pening.


Selama perjalanan Altaf mencoba fokus membawa mobil nya dengan pandangan nya sedikit kabur.

__ADS_1


' argghhhh.'


To be continue....


__ADS_2