Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Ketakutan Arya


__ADS_3

Air mata Arya tidak berhenti bercucuran melihat sang istri terbaring tidak sadarkan diri di ranjang pasien. Dira sudah melewati masa kritisnya dan sudah di pindahkan ke ruangan VVIP. Walau kondisi Dira Sudah membaik tetapi Arya tidak bisa tenang mengingat apa yang di ucapkan Dani padanya.


Bukan hanya Arya yang terpukul dengan berita itu Davina juga sangat terpukul melihat kondisi menantunya yang berjuang melawan maut. Davina mendekati sang putra dan memeluk anak semata wayangnya yang terlihat rapuh, air mata sang putra tidak berhenti menetes karena takut di kehilangan sang istri. Davina kini bisa melihat sang anak sudah jatuh cinta sedalam-dalamnya pada sang menantu, terlihat bagaimana Arya menjaga Dira.


"Sudah jangan menangis terus, kasian Dira. Kalau Dira tahu kamu menangis seperti ini, dia pasti ikut sedih dan kepikiran. Ingat jangan sampai Dira banyak pikiran agar kondisinya tetap stabil nak." Ucap Davina yang kini memeluk Arya.


"Arya takut ma, tadi mama dengar sendiri apa yang di katakan Dani. Kemungkinan istriku selamat saat melahirkan sangatlah tipis ma. Jika Dira selamat istriku harus menjalani operasi jantung lagi ma. Operasi jantung bukan operasi yang mudah ma. Arya takut ma, Arya takut Dira pergi meninggalkan Arya ma. Apa ini hukuman untuk Arya karena sudah menyia-nyiakan wanita sebaik Dira." Tangis Arya di dalam pelukan sang ibu.

__ADS_1


"Kamu jangan memikirkan hal buruk terus, seharusnya kamu berpikir positif. Istri kamu pasti selamat begitu juga dengan anak-anak kalian. Jangan lupa berdoa pada Allah agar Dira di beri kesembuhan dan bisa berkumpul kembali bersama kita. Jika nanti Dira kembali sehat berjanjilah nak. Kamu akan mencintai, membahagiakan dan menjaga Dira dengan segenap hatimu. Jangan kamu ulangi lagi kesalahanmu di masa lalu." Ucap Davina menasehati putranya.


"Iya ma Arya janji, sekarang dan nanti hanya Dira wanita yang aku cintai. Hanya Dira yang akan mendampingi Arya sampai tua nanti. Aku sangat mencintai istriku ma, aku tidak sanggup jika hidup tanpa Dira ma."


*****


Sedangkan di kantor polisi Bimo, Hendra dan pengacara keluarga Nugroho sedang berbincang mengenai kasus Tari. Untuk saat ini Tari sudah di tahan.

__ADS_1


"Tidak perlu berterima kasih om, karena aku sudah menganggap Arya seperti saudara om. Bimo tidak mungkin membiarkan wanita licik itu menghancurkan rumah tangga Arya." Ucap Bimo merasa tidak enak karena sedari tadi papanya Arya selalu mengucapkan terima kasih kepadanya.


"Baiklah kalau begitu nak Bimo, om pamit duluan karena om harus menyusul Arya ke rumah sakit. Om khawatir dengan keadaan menantu om." Ucap Hendra.


"Iya om, semoga Dira baik-baik saja om. Nanti kami akan menjenguk Dira om."


Hendra dan Bimo meninggalkan kantor polisi setelah menyerahkan semua urusan dan berkas-berkas yang di perlukan kepada pengacara keluarga Nugroho.

__ADS_1


Bimo sudah tidak sabar untuk segera sampai di rumah, pasti Bunga sangat bahagia jika mengetahui kabar penangkapan Tari. Bimo Tahu selama ini istrinya selalu gelisah memikirkan masalah ini.


Lanjut nanti ya, author mau nyetrika dulu mumpung anak sudah tidur.


__ADS_2