Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Pertemuan Ibu dan Anak


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu setelah Dira membuka matanya, kini Dira sudah bisa pulang ke rumah karena kesehatannya semakin membaik. Dani yang menjadi Dokter yang menangani penyakit ibu dari si kembar itu sudah memperolehkan Dira pulang dan hanya perlu untuk datang ke rumah sakit untuk kontrol sesuai dengan jadwal yang sudah Dani tetapkan.


"Semuanya sudah membaik, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Kalian hanya perlu datang untuk kontrol saja. Mulai sekarang jagalah makanan istrimu, jangan biarkan Dira terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tidak sehat karena itu tidak baik untuk jantungnya, jangan buat Dira stress dan banyak pikiran dan satu lagi untuk saat ini jangan terlalu lelah dulu. Jangan lupa obatnya di minum secara teratur." Tutur Dani pada sepasang suami istri tersebut.


"Siap pak Dokter, terima kasih karena sudah menyembuhkan istri saya." Ucap Arya sedikit bercanda.


"Berterima kasih kepada tuhan saja karena sudah memberi kesehatan untuk istri kamu dan juga berterima kasih kepada Dira yang sudah kuat untuk berjuang sehingga ia bisa sembuh seperti sekarang ini. Sebagai Dokter sudah tugasku untuk menolong orang yang sakit. Jangan terlalu berlebihan seperti ini bro. Sore ini kalian sudah boleh pulang."Ucap Dani.


Arya sedang membereskan barang-barang Dira bersiap untuk pulang ke rumah, keduanya sangat antusias untuk pulang. Tiga bulan lebih Arya hidup di rumah sakit menemani istrinya selama koma hingga hari ini, tak pernah meninggalkan Dira jika tidak ada hal yang sangat mendesak membuat Arya juga sudah bosan berada di sana. Arya yang begitu telaten menjaga istrinya membuat Dira bisa pulih dengan cepat karena bisa merasakan ketulusan cinta suaminya dalam merawatnya. Hal itu cukup membuktikan jika Arya sudah benar-benar berubah, bukannya ketulusan seseorang bisa di lihat saat seseorang sedang dalam kesusahan. Bukti Arya yang tidak pernah mengeluh atau merasa lelah dalam merawat dirinya membuat Dira berdamai perasaannya, Dira akan berusaha melupakan semua hal menyakitkan yang pernah di lakukan suaminya membuka lembaran baru bersama dengan keluarga kecilnya. Sudah cukup selama ini Dira melihat kesungguhan Arya untuk menebus kesalahannya, kini saatnya mereka hidup bahagia dengan kedua anak kembarnya.


Sepasang suami istri itu sangat tidak sabar untuk sampai di rumah, bayangan di kembar yang begitu menggemaskan membuat mereka ingin cepat-cepat keluar dari sana.


Hari yang sang di nantikan Arya akhirnya tiba, dia bisa pulang ke rumah dengan menggandeng tangan wanita yang sangat ia cintai. Wanita yang pernah ia sia-siakan dengan kebodohannya, beruntung ia masih di beri kesempatan untuk menebus kesalahannya. Rasa lelahnya terbayar selama tiga bulan merawat istrinya kini di bayar tunai dengan kesehatan Dira yang sudah membaik. Kini Arya hanya perlu menjaga istri dan kedua buah hatinya, memberikan mereka cinta dan kasih sayang yang ia miliki. Arya yang dulu kini sudah tidak ada. Lelaki cuek, dingin itu kini sudah berubah menjadi lelaki yang hangat dan bucin pada istrinya, bahkan kini terlihat Arya sangat takut dengan Dira berbanding terbalik dengan dulu yang selalu bersikap kasar pada istrinya itu.

__ADS_1


Arya membantu Dira turun dari mobil, memapah sang istri untuk berjalan masuk kedalam rumah yang membuat Dira sedikit risih.


"Kak Arya aku bisa jalan sendiri tidak usah di papah Seperi ini." tegur Dira.


"Kakak hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja sayang, jangan terlalu lelah ingat pesan Dani." Jawab Arya membuat Dira jengah dengan tingkah suaminya itu.


"Suamiku sayang, istrimu ini tidak akan kelelahan hanya karena berjalan dari sini ke dalam rumah kita. Jadi jangan berlebihan seperti ini." Ucap Dira melihat Arya yang selalu mengkhawatirkan dirinya.


Arya yang sedari tadi memapah diri kini menggandeng tangan istrinya, keduanya berjalan bersama memasuki rumah . Para asisten rumah tangga menyapa mereka dengan bahagia karena Dira akhirnya kembali ke rumah dengan sehat. Kebahagian di rumah ini semakin lengkap dengan kabar kesehatan Dira. Mereka juga sedih saat mengetahui sakit yang di derita Dira, wanita yang selalu baik hati pada para pekerja seperti mereka, tidak ada sikap arogan atau memandang rendah mereka seperti kebanyakan majikan lainnya. Dira selalu hormat pada mereka yang lebih tua tanpa melihat status sosialnya. Arya dan Dira sudah memasuki rumah keduanya berjalan ke ruang keluarga di mana Hendra, Davina dan si kembar sudah bersiap menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang kembali di rumah kita mama sayang." Ucap Davina menirukan suara anak kecil.


Dira sangat terharu, rasa bahagia yang tidak dapat ia lukiskan dengan kata-kata. Momen yang paling ia tunggu-tunggu, melihat kedua buah hatinya yang sangat ia sayangi langsung dengan mata kepalanya sendiri. Jika saat di rumah sakit ia hanya bisa melihat si kembar dari layar ponsel saja untuk mengobati rasa rindunya. Kini Dira sudah tidak tahan lagi, wanita itu berjalan mendekati kedua mertuanya yang sedang menggendong Gilang dan Gita.

__ADS_1


"Boleh Dira menggendong mereka?" Tanya Dira pada kedua mertuanya.


"Tentu saya nak, gendong dan peluklah mereka. Si kembar pasti merindukan mamanya." Ucap Hendra dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Dira menangis saat kedua anaknya berada dalam pelukannya, rasanya seperti mimpi bisa memeluk kedua malaikat kecilnya. Sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan melihat sang buah hati setelah ia melahirkannya ke dunia. Dalam benak Dira kala itu hanya bisa berharap melahirkan keduanya dengan selamat.


"Halo anak-anak mama ini mama sayang, mama sudah pulang nak. Maafkan mama yang tidak bisa berada di samping kalian selama ini. Maafkan mama yang tidak bisa merawat kalian, mama sayang merindukan kalian nak. Maafkan mama nak." Tangis Dira semakin pecah mengingat dirinya yang tidak bisa seperti ibu lain yang bisa merawat anaknya dengan baik.


Semua orang yang sedang menyaksikan pertemuan antara ibu dan anak itu ikut meneteskan air mata, tangisan Dira yang begitu menyayat hati bagi siapa saja yang melihatnya. Tangisan rindu, bahagia dan rasa bersalah bercampur menjadi satu. Arya langsung mendekati Dira yang sedang memeluk buah hati mereka, laki-laki itu ikut memeluk ketiganya.


"Jangan berkata seperti itu sayang, kamu bukan ibu yang buruk. Kamu adalah ibu terhebat di dunia ini, ibu yang rela bertarung nyawa demi anaknya. Ibu yang kuat berjuang agar bisa berkumpul bersama keluarganya. Jika kamu merasa bersalah karena telah melewatkan beberapa bulan untuk merawat anak kita, maka mulai sekarang kita akan merawat mereka bersama. Mari kita bayar waktu tiga bulan itu mulai sekarang. Kamu adalah ibu terhebat sayang, aku dan anak-anak sangat mencintaimu."


Maafkan author yang jarang up, karena author lagi banyak pikiran. biasalah beban hidup makin hari makin berat, apalagi kalau menyangkut anak rasanya dunia runtuh seketika. Setelah pulang dari Dokter anak waktu menjelang lebaran kemarin pikiran makin kacau, walau belum terbukti penyakit anakku apa, tapi rasanya sangat sakit saat dokter menyuruh untuk tes darah dan Rontgen. Anak saya juga harus minum susu tinggi kalori karena berat badannya tidak sesuai dengan usianya, tau sendiri harga susunya tidak ramah di kantong bagi saya dan suami yang ekonominya pas-pasan. Sekarang kami sedang mengurus BPJS agar lebih ringan karena kata dokter jika umum biayanya mahal. Mohon doanya agar anak saya sehat selalu.

__ADS_1


__ADS_2