Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Penantian berujung bahagia


__ADS_3

Arya melihat jam tangan yang melingkar di tangannya, mimik wajah yang terlihat masam mewakili hatinya yang sedikit kesal dengan setumpuk berkas yang menemaninya seharian ini. Terpaksa ia harus lembur seperti beberapa hari belakangan ini akibat kerjaan yang selalu menumpuk. Rencana pulang cepat terpaksa batal lagi, padahal Arya sangat ingin cepat sampai di rumah. Lelaki yang sudah jadi ayah dua anak itu sangat merindukan istri dan kedua buah hatinya. Membayangkan senyuman manis Dira yang akan menyambut kepulangannya serta tingkah kedua buah hatinya yang semakin hari semakin menggemaskan membuat Arya menghela napas panjang.


"Oke Arya, sekarang kamu harus fokus dengan kerjaan kamu agar bisa pulang dan bertemu dengan istri dan anak-anakmu." Ucap Arya menyemangati dirinya sendiri.


Tidak lupa Arya mengirimkan pesan pada sang istri jika hari ini ia kembali pulang terlambat, menyuruh Dira untuk tidak menunggunya untuk makan malam bahkan Arya menyuruh Dira tidur duluan sehingga tidak perlu menunggu dirinya.


Dira hanya tersenyum membalas pesan sang suami yang selalu perhatian padanya, Arya selalu mengingatkan agar Dira tidak terlambat makan bahkan Arya sangat memperhatikan makanan sang istri. Arya akan marah jika Dira memakan makanan tidak sehat bahkan di rumah keluar besar Nugroho tidak boleh masuk makanan yang tidak baik bagi kesehatan. Dira bahagia karena setiap hari cinta Arya semakin bertambah untuknya, penantian cintanya kini berubah manis Dira berhasil menanti cinta suaminya dengan penuh rasa sabar dan perjuangan yang begitu mengurus tenaga hati dan emosi.


Arya memasuki rumah yang sudah gelap akan penerangan, bagaimana tidak gelap lelaki itu sudah larut malam saat pulang ke rumah. Arya menaiki tangga untuk mencapai kamarnya, rasanya sudah tidak sabar untuk menemui ketiga malaikatnya yang mungkin kini sedang terlelap dalam mimpi indah mereka. Arya sudah tidak sabar membaringkan tubuhnya di kasur empuk miliknya dan sang istri, lelaki itu sudah membayangkan bagaimana tidur dengan memeluk Dira pasti terasa hangat dan nyaman.


Dengan pelan Arya membuka pintu kamarnya, melangkah dengan hati-hati takut membangunkan penghuni kamar itu. Arya tersenyum melihat Dira yang tengah berdiri menimang salah satu buah hati mereka yang terbangun. lelaki itu mendekati Dira, memeluk sang istri dari belakang dan berbisik di telinga Dira.


"Selamat malam istriku, apa si kembar merepotkan kamu sayang?" Tanya Arya sembari mengucup pipi istrinya.


"Astaga kak Arya mengagetkan saya. Dira kira siapa tadi. Dira tidak merasa repot kak, malah Dira bahagia sekali merawat si kembar." Jawab Dira yang terkejut dengan kehadiran suaminya. Terlalu sibuk dengan sang buah hati membuat Dira tidak menyadari kedatangan Arya.

__ADS_1


"Tapi jangan terlalu capek sayang, ingin kata Dani kamu belum boleh terlalu lelah. Merawat si kembar itu butuh tenaga ekstra. Jadi kamu jangan terlalu capek, biarkan saja pengasuh mereka yang bekerja. Kamu cukup memantau atau menemani mereka. Pikirkan juga kesehatanmu sayang." Ucap Arya menasehati istrinya yang kadang lupa diri jika sudah bersama si kembar.


"Iya kak, kakak tenang saja Dira tidak merasa lelah kok. Ada mama dan pengasuh si kembar yang ikut bantuin diri merawat si kembar." Jawab Dira tersenyum melihat Gita yang sudah kembali tertidur pulas.


"Lepas dulu Kaka, Dira mau meletakkan Gita di tempat tidurnya."


"Kak Arya sudah makan malam belum? kalau tidak biar Dira panaskan makanan untuk kakak. Atau kakak mau mandi dulu biar Dira siapkan air panasnya." Ucap Dira yang selalu tidak lupa dengan tugasnya sebagai istri.


"Kakak sudah makan sayang, sekarang kamu berbaring saja dan istirahatlah. Tidak perlu mempersiapkan air untuk mandi kakak, biar Kakak saja. Kalau kamu tidak lelah apa boleh malam ini kakak meminta hak kakak. Kakak sangat menginginkanmu sayang." Goda Arya membuat Dira tersipu malu.


Dengan cepat Arya sudah menghilang di balik pintu kamar mandi, rasanya ia ingin sekali cepat-cepat menyelesaikan acara bersih- badannya. Sama seperti sang istri, Arya juga selalu bersiap jika ingin melakukan percintaan dengan istrinya, memastikan dirinya bersih dan wangi agar sang istri nyaman dan semakin ketagihan. Semangat yang sangat menggebu-gebu karena setelah sekian purnama berpuasa akhirnya Arya bisa berbuka untuk menyantap santapan lezat yang selama ini menjadi candunya.


Dira dengan pipi merona sedang berkaca di cermin melihat pantulan tubuhnya yang sudah kembali seperti semula, kini tidak ada lagi tubuh kurus seperti saat ia baru sembuh dari sakitnya. Tubuh idealnya sudah kembali seiring berjalannya waktu, sempat berkecil hati karena tidak percaya diri dengan penampilannya. Bagaimana tidak, saat itu Arya tidak pernah mau menyentuhnya sehingga pikiran buruk itu terbayang di otaknya. Dira berpikir Arya sudah tidak tergoda dengan tubuhnya padahal sang suami sedang menahan hasrat untuk tidak menerkamnya karena takut dengan kondisi kesehatan Dira yang saat itu masih dalam pemulihan. Untunglah salah paham itu cepat terselesaikan, dengan penjelasan sang suami.


Malam ini Arya kembali meminta haknya, membuat Dira bahagia dan akan membuat suaminya bahagia melewati malam panjang mereka. Dira sudah mengenakan lingerie merah maroon yang begitu indah dan se*si di tubuhnya, rambut panjang nan hitam di biarkan tergerai indah begitu saja. tak lupa Dira memoles sedikit wajahnya agar terlihat semakin cantik. Semprotan parfum yang akan membuat Arya tergila-gila menjadi rangkaian terakhir dalam proses persiapan Dira untuk melayani sang suami.

__ADS_1


"Sempurna" Ucap Dira melihat pantulan dirinya di cermin itu.


Ceklek....


Dira yang masih mengagumi kecantikannya di pantulan cermin itu terpaksa berbalik saat mendengar suara pintu terbuka, sudah dipastikan orang itu adalah Arya. Benar saja Arya keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang hanya menutupi bagian bawahnya. Berjalan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


"Sini kak, biar Dira bantuin mengeringkan rambut kakak."


Arya yang sibuk mengeringkan rambutnya, menatap sang istri yang terlihat sangat cantik dengan pakaian dinas malamnya. Tanpa sadar Arya menelan ludahnya dengan kasar, melihat penampilan sang istri yang begitu menggoda iman membuat gairah yang selama ini ia tahan bangkit dengan cepat. Arya menyerahkan handuk tersebut pada Dira, ia memilih duduk kursi meja rias dan membiarkan Dira mengeringkan rambutnya.


Dengan telaten Dira mengeringkan rambut suaminya, tak lupa jantung Dira berdetak kencang. Wanita itu sedari tadi berusaha mati-matian menahan rasa gugupnya, bagaimana tidak gugup jika sedari tadi Arya tak pernah mengalihkan pandangannya dari Dira. Jangan lupakan tangan nakal Arya yang mulai menjelajahi tubuh indahnya.


Arya yang sudah tidak tahan lagi, langsung berdiri menyambar bibir yang sedari tadi menggodanya, ciuman panas sepasang suami istri terjadi cukup lama. Arya yang sudah tak sabar lagi menggendong Dira, meletakkan wanita itu di ranjang mereka memulai aktivitas ranjang mereka.


"Aaaahhh...."

__ADS_1


__ADS_2