Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Bagian 18


__ADS_3

...Happy Reading...


Tok tok tok


Altaf baru saja pulang dan Altaf mendapatkan invoice kuret dari rumah sakit dan atas nama Tyas.


Bagai di sambat petir siang bolong, Altaf pulang dengan muka tak bisa di gambar kan.


" Assalamualaikum. " Salam Altaf


" Waalaikumsalam. " Tyas menyalami tangan suaminya.


" Gimana Nafisah apa ada kabar?. " Tanya Tyas kepada Altaf.


" Belum. "


Tyas mengambil tas kerja Altaf dan menyimpannya di lemari sedangkan Altaf duduk di sofa sambil melepaskan jam tangannya dan menggulung lengan baju nya.


" Biar ku siapkan makan ya. " Tyas langsung beranjak keluar.


" Sehabis makan ada yang ingin aku bicarakan berdua sama kamu. " Ucap Altaf yang membuat langkah Tyas terhenti. Tyas hanya mengangguk dan kembali berjalan.


" Mas makan dulu. " Ajak Tyas dari luar kamar.


...•••...


Setelah kedua makan Altaf mengajak Tyas untuk ke kamar membicarakan soal invoice kuret itu.


" Duduk. " Ucap Altaf dingin


Altaf berjalan mengeluarkan invoice itu dari dalam tasnya lalu di letakkan di samping Tyas.


" Ini apa?. " Tanya Tyas yang tampak kebingungan.

__ADS_1


Tyas membuka nya dan betapa kaget sekali saat melihat invoice kuret dia 3 tahun yang lalu.


" Kamu dapat dari mana?. " Tanya Tyas


" Engga perlu kamu tau aku dapat dari mana, aku ingin kamu jujur apa itu punya kamu. " Tanya Altaf balik


" I-y-a. "


" kamu pernah keguguran saat sebelum kita menikah, hamil sama siapa kamu. " Tanya Altaf


" Al itu sudah 3 tahun yang lalu itu hanya masa lalu. " Ucap Tyas


" Aku nggak peduli ya mau 3 tahun yang lalu atau berapa tahun yang lalu intinya kamu sudah bohongin aku dan jawab HAMIL SAMA SIAPA TYAS. " Altaf menaikan suara.


" Eum waktu itu aku dibawah pengaruh alkhol Al dan aku tak mengingat siapa yang melakukan tapi samar-samar ku lihat muka__." Tyas menggantungkan ucapannya.


" Siapa?. "


" SHIT!.., Aku nggak mau lagi ya kayaknya memang kita harus bercerai Tyas. " Ucap Altaf.


Tyas hanya diam saja


" Oh ya Nafisah gimana apa kamu sudah bisa menemukan dia?. " Tanya Tyas


" Ngga usah bahas Nafisah yang sekarang kita bahas soal invoice itu dan secepatnya aku akan menggugat kamu Tyas. " Ucap Altaf.


" Dan sekarang aku tak sudi melihat wajah mu di sini lagi jadi ku mohon keluar dari rumah ini untuk surat percerain nanti akan ku kirim ke rumah mu. " Ucap Altaf lagi


" Al aku minta maaf. " Tyas memegang tangan Altaf tapi Altaf menepis nya


" Pergi!. " Altaf meninggikan suaranya


" Al tapi. "

__ADS_1


" Tapi apa Tyas bukankah kamu juga menantang bercerai sama aku saat aku ngga bisa membawa Nafisah pulang dan sekarang juga aku ngga bisa bawa Nafisah pulang Jadi kenapa sekarang kamu malah takut di ceraikan sama aku. " Ucap Altaf.


" Cukup ya Tyas sebaiknya sekarang kamu bereskan barang mu nanti ku antar kau pulang ke rumah. " Ucap Altaf yang lalu keluar kamar.


Altaf duduk di meja makan sambil memijit pelipis nya.


" Aden. " Panggil mbok lis.


" Iya mbok kenapa?. " Tanya Altaf


" Aden, non Nafisah belum kembali ke rumah ini lagi. " Tanya mbok.


Altaf menggelengkan kepalanya, dia juga bingung sekarang dan dia sekarang fokus ke perceraian dia sama Tyas baru sehabis itu mungkin dia akan kembali mencari Nafisah.


" Mbok kangen sekali den sama non. " Ucap Mbok lis.


" Secepatnya mbok Altaf akan bawa Nafisah pulang ke rumah ini. " Ucap Altaf.


" Al. " Panggil Tyas yang baru saja turun.


Melihat pemandangan ini mbok kaget saat melihat Tyas membawa koper.


Altaf juga tampak dingin yang membuat mbok yakin mereka sedang ada masalah.


" Mbok jaga rumah, Altaf mau ngantar Tyas pulang. " Ucap Altaf yang mengambil kunci mobilnya.


" Siap den. "


Altaf mengantar Tyas pulang sehabis itu dia kembali ke rumah nya untuk beristirahat.


Mungkin dia akan segera mengurus gugatan perceraian dia sama Tyas besok saja karena hari ini dia sudah penat sekali.


To be continue...

__ADS_1


__ADS_2