Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Bahagiakan Dia


__ADS_3

Dira sudah di tangani oleh Dani, wanita hamil itu kini sedang berbaring di ranjang pasien. Dira terpaksa harus di rawat karena kondisi jantungnya semakin parah membuat Arya semakin merasa bersalah. Arya hanya berdiri tidak jauh dari ranjang istrinya, lelaki itu hanya bisa melihat apa yang sedang di lakukan Dokter dan perawat yang sedang menangani Dira.


"Aku ingin bicara sama kamu." Ucap Dani dingin, kemudian melangkahkan kakinya ke arah sofa yang ada di ruangan tersebut. Sedangkan para perawat sudah keluar dari ruangan. Kini di ruangan itu hanya Arya, Dani dan Dira yang masih tidak sadarkan diri.


"Kamu sudah tahu apa yang terjadi dengan istrimu, Aku hanya ingin kerja samanya untuk membuat kondisi Dira semakin membaik dengan menjaganya dan tidak membuat pikirannya stress. Tolong jauhkan dia dari apa saja yang membuatnya stress atau sedih termasuk jauhkan dia dari kekasihmu itu karena aku yakin wanita itulah salah satu pemicu Dira stress." Ucap Dani memulai pembicaraan mereka.


"Sejak kapan kamu tahu penyakit istriku?" Tanya Arya penasaran.

__ADS_1


"Sejak aku bekerja di rumah sakit ini menggantikan Dokter yang sebelumnya menangani istrimu." Jawab Dani jujur.


"Kenapa kamu sembunyikan ini dari aku Dani padahal kamu tahu kalau Dira itu istriku." Ucap Arya mulai emosi.


Arya tidak menyangka sahabat sekaligus sepupunya itu tega menyembunyikan hal sebesar ini.


"Dira yang melarang aku untuk memberitahukanmu karena dia tidak ingin di kasihani olehmu. Dira tahu jika kamu tidak bisa mencintainya dan Dira takut dengan kamu mengetahui penyakitnya kamu akan bertahan dengannya hanya karena rasa iba bukan karena cinta." Tutur Dani.

__ADS_1


"Bukannya sekarang kamu sudah tahu. Aku hanya meminta bahagiakan dia di sisa waktunya, jika tidak bisa memberikan hati dan cintamu untuknya setidaknya berilah kebahagian dan kenangan indah di sisa waktunya. Buatlah Dira Merasakan bagaimana di cintai oleh lelaki yang ia cintai." Pinta Dani.


"Apa maksud perkataanmu, jangan mengada-ada Dira pasti bisa sembuh. Aku akan membawanya berobat kemana saja asal dia sembuh. Dira akan kembali sehat dan merawat anak kami." Ucap Arya menatap tajam sepupunya.


"Yang aku katakan adalah kebenaran Ar, Kehamilan Dira sangat beresiko untuk jantungnya. Apalagi sekarang kondisinya semakin parah, aku tidak tahu apa Dira sanggup bertahan sampai bayi itu cukup umur untuk di lahirkan. Sangat kecil kemungkinan untuk bisa menyelamatkan Dira. Berdoalah agar mukjizat itu hadir sehingga Dira masih memiliki kesempatan untuk hidup." Ucap Dani menepuk pundak Arya.


setelah kepergian Dani dari ruangan itu kini hanya Arya yang kini duduk di samping ranjang sang istri, sedari tadi ditatapnya wajah pucat yang semakin tirus itu. Hatinya semakin sakit mengingat semua kebenaran yang ia ketahui baru beberapa jam yang lalu.

__ADS_1


"Kenapa kamu mengambil keputusan yang bisa membahayakan nyawa kamu dek, maafkan kakak yang selalu menyakiti hati kamu. Kakak janji setelah ini hanya ada kebahagiaan, kakak akan membuat harimu bahagia. Kakak akan menebus semua kesalahan kakak. Jadi karena ini kamu ingin kakak yang merawat anak kita."Ucap Arya dengan lirih.


Benar apa yang di katakan oleh Dani, Arya harus membuat Dira bahagia agar kondisinya semakin membaik. Arya akan berusaha membuat sang istri kuat dan bertahan karena ia tidak akan membiarkan anaknya kehilangan ibunya, selain itu Arya merasakan sakit jika mengingat kehamilan istrinya yang beresiko bahkan kecil kemungkinan untuk Dira selamat. Arya kini semakin bimbang dengan hati dan perasaannya.


__ADS_2