
Setelah berusia dua Minggu akhirnya Arya memberikan nama pada kedua anaknya. Si Kembar akhirnya di beri nama Gilang Putra Nugroho dan Gita Putri Nugroho. Nama yang sudah ia dan Dira sepakati sejak si kembar masih di dalam kandungan, Arya dan Dira sudah menyiapkan nama untuk kedua buah hati mereka.
"Nama yang indah, apa artinya nak?" Tanya Hendra pada putranya.
"Gilang yang berarti cahaya yang terang dan Gita yang berarti anugerah dari Tuhan. Kehadiran mereka sangat berarti untuk arya dan Dira pa, mereka adalah cahaya penerang dan hadiah terindah dari Tuhan untuk keluarga kita pa. Semoga saja tuhan kembali memberikan hadiah untuk keluarga kita dengan kesembuhan Dira pa." Tutur Arya.
"Amin...." Ucap semua orang yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
"Dira pasti sembuh, menantu papa adalah perempuan yang kuat. Kamu harus yakin dan semangat. Papa dan mama akan pulang dan membawa Gilang dan Gita. Jangan khawatir si kembar akan kami jaga dengan baik. Fokuslah untuk merawat dan menjaga Dira. Papa doakan Dira segera sadar."
"Iya pa, terima kasih karena Arya sudah merepotkan mama dan papa. Arya juga minta maaf karena belum bisa kembali bekerja mengurus perusahan. Maafkan Arya yang selalu merepotkan papa dan mama." Ucap Arya dengan raut wajah yang sendu.
"Kamu bicara apa sih nak, kita itu adalah keluarga mana ada orang tua yang merasa di repotkan oleh anaknya. Kami akan melakukan apapun agar keturunan kami bisa hidup bahagia. Masalah perusahan kamu tidak usah khawatir, papa masih bisa menanganinya. Tapi jika nanti Dira sudah sembuh papa akan menyerahkan perusahan kembali pada kamu, karena papa ingin menikmati masa tua papa dengan bermain bersama kedua cucu papa. Dira menantuku cepatlah sadar nak, papa dan mama sangat menantikan kesembuhan mu. Papa dan mama bawa si kembar pulang dulu, papa tunggu kedatangan kalian di rumah." Ucap Hendra berpamitan pada menantunya.
*****
__ADS_1
Hari terus berganti tidak terasa sudah sebulan Dira terbaring di rumah sakit dengan keadaan koma, dengan setia dan penuh harapan Arya menemani sang istri. Lelaki itu masih menaruh harapan besar untuk kesembuhan Dira, tidak pernah menyerah dan selalu berdoa akan keajaiban itu.
Arya harus bisa membagi waktu antara istri dan kedua anaknya. Sesekali Arya akan pulang ke rumah untuk menemui kedua anak kembarnya, setelah Davina datang mengantikan Arya menjaga Dira di rumah sakit. Walau sudah ada perawat yang sudah di bayar untuk menjaga istrinya tetapi Arya tidak percaya jika istrinya tidak di dampingi keluarga. Arya akan meminta sang mama datang untuk menjaga Dira baru ia mau pulang ke rumah.
Sedangkan di dalam penjara Tari sedang menangisi nasibnya yang kini menekam di balik jeruji dalam waktu yang lama. Pengadilan sudah memutuskan hukuman untuknya, Tari yang terbukti bersalah dan mendapat hukuman 9 tahun penjara beserta denda yang sudah di tetapkan. Menyesal tentu saja tapi apa daya nasi sudah jadi bubur, Tari kini menerima hasil dari perbuatannya.
Satu bab dulu ya, nanti kalau tidak ketiduran saya lanjut lagi. Maafkan author yang akhir-akhir ini jarang up soalnya author lagi sibuk dengan dunia nyata, anak kedua saya sudah mulai bisa berjalan walau masih empat sampai lima langkah jadi maunya jalan terus dan gak mau diam, karena belum fasih jalannya harus di awasi takut jatuh. author jadi gak sempat untuk up. Doain ya teman-teman supaya anak saya lancar jalannya. Kalau anak sudah tidur, emaknya banting setir jadi bibik beberes rumah,nyuci, masak dan segala kerempongannya. kalau malam kadang ketiduran, niat hati mau nidurin anak, eh malah emaknya ikut tidur. Maaf ya teman-teman.
__ADS_1