Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Amarah Tari


__ADS_3

Arya kini sedang berada di apartemen Tari, laki-laki itu mencuri waktu di tengah kesibukannya merawat sang istri yang sedang bed rest atas anjuran Dokter demi keselamatan sang janin. Dira sudah di perbolehkan pulang tapi Dokter membatasi aktivitas Dira agar wanita itu tetap sehat dan bisa mempertahankan kandungannya.


Arya pergi meninggalkan Dira yang sudah tertidur pulas untuk menemui kekasihnya yang sedang mengamuk karena merasa tidak di perhatikan olehnya. Setelah kesepakatan antara dirinya dan sang istri, Arya memang berubah, ia tidak pernah lagi menemani atau mengunjungi kekasihnya bahkan laki-laki itu sering mengabaikan pesan atau panggilan Tari yang membuat wanita itu murka. Arya lebih memilih merawat dan menemani Dira. Entah mengapa hati kecilnya tergerak untuk merawat dan melindungi Dira yang kini terlihat lemah, apalagi kini wanita itu sedang mengandung anaknya.


Kedatangan Arya sudah di sambut dengan amarah sang kekasih yang merasa tersakiti karena merasa tidak di pedulikan lagi.


"Untuk apa kamu datang ke sini, masih ingat kamu sama aku. Bukannya kamu sedang berbahagia dengan wanita murahan itu. Merayakan kehamilannya, sungguh bahagia dia yang sudah merebut posisiku Ar, harusnya aku yang sekarang sedang mengandung anakmu bukan wanita licik itu. Kenapa kemarin dia tidak keguguran saja. Dasar perampas." Ucap Tari penuh amarah.


"Tari jaga mulut kamu dan hilangkan semua pikiran kotormu itu. Dira tidak sejahat itu, aku hanya merawat istriku yang sedang sakit apa itu salah. Biar bagaimana Dira masih istriku dan sekarang ia sedang mengandung anakku. Jadi sudah sepantasnya sebagai suami aku memperhatikan mereka." Ucap Arya yang sedikit terpancing emosinya.

__ADS_1


Arya merasa marah mendengar kata-kata Tari yang sengaja memojokkan Dira. Entahlah Arya juga tidak paham dengan hati dan pikirannya, setelah beberapa hari kembali dekat dengan sang istri layaknya pasangan pada umumnya, Arya kembali merasakan getaran saat berada di dekat wanita hamil itu.


Seperti permintaan Dira, Arya akan memperlakukan Dira layak istri sebelum mereka resmi berpisah. Tapi kini hati lelaki itu mulai goyah setelah kembali dekat dengan sang istri tanpa adanya bayangan sang kekasih yang setiap saat berusaha meracuni otaknya agar membenci Dira.


"Apa maksud kamu Ar, apa kamu akan terus bersama wanita sialan itu dan membuangku. Ingat Arya wanita itu yang sudah menyebabkan penderitaanku selama ini." Ucap Tari mencoba meracuni pikiran Arya.


"Bersabarlah Tari, ini hanya sementara. Setelah ini kita akan bersama dan hanya kamu perempuan satu-satunya." Ucap Arya.


Laki-laki menarik napas dan memejamkan kedua matanya setelah mengucapkan hal tersebut, rasanya kata-kata itu sangat berat untuk di ucapkan. Ada rasa berat dan tidak rela mengatakan itu tetapi Arya harus mengatakannya agar Tari tidak emosi.

__ADS_1


"Maksud kamu? Katakan dengan jelas, jangan berbelit-belit." Ucap Tari penasaran.


"Aku dan Dira sepakat pisah setelah anak dalam kandungannya lahir tetapi Dira meminta aku untuk memperlakukannya dengan baik selama kehamilannya." Ucap Arya dengan pelan.


Mendengar ucapan Arya membuat senyuman licik terlihat di wajah Tari, belum sempat ia merayakan kabar bahagia itu tiba-tiba Arya kembali memberinya kabar yang begitu mengejutkan.


"Setelah kami berpisah, anak itu akan tinggal bersamaku, aku harap kamu bisa menerimanya nanti." Ucap Arya kembali.


Jangan Lupa like komentar dan vote agar author lebih semangat

__ADS_1


__ADS_2