
Flashback
"Dari mana saja kamu baru pulang jam segini?" Tanya Arya yang kini duduk di sofa menunggu kedatangan Dira.
Lelaki itu memang sengaja menunggu Dira karena penasaran dengan sikap biasa istrinya saat memergoki dirinya makan siang dengan sang kekasih di restoran yang sama dengan Dira. Tidak ada kemarahan di wajah Dira, bahkan Dira terlihat tidak peduli padanya membuat Arya penasaran dan kesal karena rencananya membuat Dira cemburu dan sakit hati ternyata gagal.
"Bukan urusanmu, urus saja kekasih murahanmu itu." Jawab Dira ketus.
__ADS_1
"Jaga mulutmu, yang murahan kamu bukan Tari." Bentak Arya tersulut emosi.
"Dimana letak murahan saya tuan Arya yang terhormat. Saya hanya seorang istri yang selalu setia pada suaminya, sedangkan wanita itu adalah seorang wanita yang masih menempel seperti lintah pada suami orang. Jika ia wanita baik-baik, tidak akan mungkin mau menjadi kekasih seorang laki-laki yang sudah beristri apapun ceritanya. Sekali murahan tetap saja murahan." Ucap Dira dengan lantang.
"Itu semua terjadi karena kamu. Kamu yang menjadi orang ketiga dalam cinta kami." Teriak Arya.
"Sebelum kamu koar-koar mengatakan semua karena saya sebaiknya kamu cari tahu kebenarannya. Jangan hanya percaya dengan mulut wanita busuk seperti kekasihmu itu. Apa dia punya bukti dengan semua tuduhannya pada saya dan almarhum orang tua saya. Tidak bukan, Saya pastikan kamu akan menyesali semua kata-kata yang kamu ucapkan kepada saya suatu hari nanti. Buka matamu jangan terlalu bodoh, wanita itu tidak tulus kepadamu. Dia hanya ingin uangmu." Tutur Dira.
__ADS_1
Dira yang sudah berjalan beberapa meter kembali menghentikan langkahnya, wanita itu berbalik dan mengucapkan kata-kata yang membuat Arya ternganga karena tidak percaya sang istri yang ia ketahui sangat mencintainya bisa berbicara seperti itu.
"Oh iya ada yang kelupaan, Tuan Arya dengar baik-baik, jika anda pikir saya akan cemburu dan sakit hati melihat kemesraan anda dan kekasih anda itu, anda salah besar. Saya sama sekali tidak peduli dengan anda dan kekasih murahanmu itu. Dimata saya kalian berdua adalah makhluk menjijikkan. Saya hanya mengingatkan, selama saya masih ada di apartemen ini jangan pernah sekali-kali membawa wanita murahan itu masuk ke sini. Karena saya tidak ingin tempat di mana saya tinggal terkontaminasi dengan sampah dan virus. Jika itu terjadi jangan salahkan saya membuat wanita itu menyesal." Ucap Dira tersenyum sinis.
Flashback off.
Sebuah ide muncul di otak Arya, laki-laki itu berencana membawa Tari ke apartemen mereka agar sang istri tersulut emosi. Arya yang merasa terhina dengan kata-kata Dira tidak mengindahkan ancaman yang sudah di wanti-wanti oleh Dira.
__ADS_1
Kini Arya dan Tari duduk di sofa ruang tamu apartemen Arya. Keduanya sedang menonton drama romantis seperti yang di inginkan Tari. Terlihat Tari sangat menikmati tontonannya dengan bersandar di bahu sang kekasih.
Wanita tidak tahu malu itu tidak takut jika Dira tiba-tiba datang. Dengan percaya diri wanita itu yakin jika Dira akan menangis jika melihat kemesraan mereka. berbeda dengan Arya yang tidak menonton drama tersebut dalam hati dan pikiran Arya hanya menunggu kedatangan Dira saja.